9 February 2010
Kita senantiasa berjalan beriringan. Dalam perjalanan ini, bila ada diantara kita yang lalai, yang lain akan kembali untuk mengingatkan (saling menasihati), semangat!. Semoga kita dapat tempuhi setiap ujian dalam perjalanan ini dengan dengan hasil akhir yang terbaik. Semoga kita mampu abaikan setiap hal tak penting yang berpotensi mengganggu langkah kita. Semoga kita senantiasa dalam kebahagiaan sebagaimana yang kita harapkan itu. Semoga kita setia setiap saat, saling mendukung, saling melengkapi, saling memberi.
Aamiin Ya Rabb,
Alhamdulillah, senangnya mengisi hari bersama seorang sahabat yang setia, yang selalu ada dalam waktu-waktu yang telah, sedang dan akan aku temui. Bersama kita bisa!
Saat aku berbuat salah, engkau tak sungkan menegurku,
Saat aku terjebak dalam bohong, engkau membisikkan padaku, itu tidak baik,
saat aku menolak untuk berbuat kebaikan, engkau akan tidak setuju dengan sikapku itu,
engkau begitu baik padaku, engkau selamatkan aku,
semoga engkau senantiasa dalam kebaikan-kebaikanmu, selama-lamanya (dalam waktu yang tak terbatas)
Tolong kembali ingatkan aku, setiapkali aku lupa,
Silakan tegur aku, saat engkau merasa sikap-sikapku bertolakbelakang dengan maumu,
dan …
kalau perlu, cambuklah aku saat ini agar aku merasakan sakit itu,
intinya; silakan engkau lakukan yang terbaik yang engkau tahu, untukku, aku senang…
engkau yang tahu siapa aku,
sujud syukurku atas hadiah terindah dariNya, engkau ada bersamaku,
empati dan penuh keikhlasan, itu ciri khasmu yang tak akan pernah pudar,
selalu memancar dari tatapmu,
membias dari senyumanmu,
membayang dari raut wajahmu,
ia akan selalu bersemayam dalam dirimu,
Hari ini, engkau mengajakku meneropong arah,
“Agar kita dapat melihat arah yang akan kita tuju dengan jelas (walau dari kejauhan)”, begitu kalimat halus yang mengalir dari lembut suaramu.
Hayuuuu’,
(Mengisi hari bersama sahabat)
Posted in Sahabat | Tagged alam, alhamdulillah, bahagia, bersama, Doa, engkau, harapan, jiwa, melangkah, Sahabat, semangat, senyuman, Syukur, waktu, yuuuk | Leave a Comment »
8 February 2010
Dalam kehidupan ini, saling membantu dengan sesama insya Allah selalu mencerahkan suasana. Tiada beban seberat apapun yang akan terasa berat bila dibagi. Tidak akan ada masalah serumit apapun yang tidak dapat diselesaikan, tiada keterpurukan yang tak dapat dibangkitkan lagi dan tiada kesedihan yang begitu menyesakkan bila diungkapkan. Semua butuh toleransi, butuh saling mendukung, saling menguatkan dan saling mengisi bersama keikhlasan dan ketulusan dari dalam hati.
Semoga ketabahan dan ketegaran selalu menaungi jiwa dan raga kita, setiap kali ujian demi ujian dariNya datang menyapa, untuk meningkatkan derajat kita disisiNya.
“Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran”
(Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil)
Ya Rabb, Engkau Yang Maha Tahu isi hati-hati kami, Engkau Yang Menggenggamnya, dan hanya kepada Engkau kami berserah diri…
“Tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan yang serupa, bahkan lebih baik lagi. Hanya Allah Yang akan membalasinya”
∞0κε®
♥speciaLFo®bunda♥
Posted in Syukur | 2 Comments »
5 February 2010
Walau tertatih, penat! engkau terus melangkah
walau tersandung, sakit! engkau tak pernah menyerah
walau terjatuh, terpuruk! engkau kembali bangkit
walau mereka abaikan, acuhkan! engkau terus gigih
Mengapa?
satu tanya yang selalu membekas di hati, tentang tanya itu…
karena engkau punya alasan,
karena engkau harapkan a5amu,
karena engkau berteman senyumanmu,
karena mereka selalu memanggil-manggilmu untuk engkau hampiri,
panggilan hati nurani,
untuk sebuah bakti yang bernama pengabdian,
teruslah tersenyum,
hingga engkau benar-benar gapai asamu itu, sahabat…
hingga ia benar-benar berada dalam genggaman eratmu,
============================================
“Aura kebeningan hati, kematangan jiwa, kedewasaan berfikir dari orang-orang di sekitarmu, yang membuat engkau begitu betah dalam upayamu, mereka semua cantik, secantik hari ini”
=======================================
Posted in Sahabat | Tagged hikmah, Doa, ingat, engkau, waktu, hari ini, tenang, Syukur, harapan, melangkah, senyuman | 2 Comments »
5 February 2010
Posted in Syukur | Tagged aamiin, alhamdulillah, Doa, hari ini, hikmah, ilmu, ingat, melangkah, perjuangan, senyuman, Syukur | 1 Comment »
4 February 2010
Saat engkau mulai beranjak dewasa, engkau mencoba untuk berempati, engkau belajar untuk mengerti, engkau berupaya untuk lebih banyak memberi, saat engkau harus menerima, engkau kembali berfikir lebih dalam, tentang apa yang telah engkau persiapkan (sediakan) untuk engkau berikan sesaat setelah penerimaan itu engkau alami,.....Saat engkau beranjak dewasa, engkau senantiasa belajar (mendengarkan lebih banyak) dengan kedua indera pendengaran yang dititipkanNya padamu, engkau lebih banyak meluangkan waktumu untuk mendengarkan daripada hanya berkata-kata dengan ucapmu, engkau lebih banyak menyimak, memaknai dan menghargai, engkau posisikan dirimu menjadi seorang pendengar yang baik, engkau menjadi sangat penting untuk hal yang satu ini, dengan dua indera pendengaran kecilmu, engkau dengarkan hal-hal besar di bumi yang luas ini, engkau usahakan terus menyaring setiap kabar berita yang sampai padamu, engkau begitu penuh syukur,.....Aku saksikan itu benar-benar terjadi padamu,engkau upayakan menyerap hal-hal yang baik-baik saja, hal-hal yang positif atas fakta yang terjadi, setelah cukup engkau mendengar, engkau pun berbuat, engkau lakukan yang baik-baik saja, semoga tiada penyesalan bagimu, di akhir nanti,.....Hingga suatu hari, aku perhatikan engkau; aku amati setiap tingkahmu, aku dapati engkau begitu khusyu', engkau pun pernah berucap:"Bermudah-mudahlah dalam kebaikan, engkau akan menerima banyak kebaikan yang lebih baik lagi menghampirimu, bermudah-mudahlah dalam kejujuran, maka engkau akan rasakan indahnya kedamaian dalam setiap waktumu,".....
Siapakah engkau.....?
Posted in Sahabat | Tagged alhamdulillah, bersama, Doa, engkau, hari ini, hikmah, ilmu, Indah, masa depan, perjalanan, Sahabat, Subhanallah, terima kasih | 1 Comment »
2 February 2010
Nikmati saja hidupmu, wahai sahabat…
Usahlah engkau bersedih dan mengeluh,
engkau di dunia ini tak akan selamanya,
esokpun engkau akan berpulang,
kembali padaNya, menemuiNya,
Usah engkau risaukan duniamu,
akhirat yang abadi lebih mulia,
bersiaplah engkau untuknya,
Tak perlu banyak bicara,
lakukan saja yang engkau bisa,
ada Dia yang selalu melihatmu,
ada Dia yang selalu mendengar doa-doamu,
ada Dia yang setia menemanimu,
Yakinlah, engkau tak pernah sendiri lagi,
engkau bahagia bersamaNya, bukan?
Rasakanlah kehadiranNya yang setiap saat dekat denganmu,
bahkan ia lebih dekat dari urat nadimu sekalipun,
Lalu,
Apalagi alasanmu untuk bersedih?
Apa lagi alasanmu untuk dapat menumpahkan keluhmu?
Apa lagi alasanmu untuk pamerkan kecengenganmu?
Apa lagi alasanmu untuk tidak berbuat, saat kesempatan berbuat begitu luas terbuka?
ia ada untuk engkau isi,
kesempatan itu untuk engkau taklukkan,
So, jangan pernah ragu lagi,
engkau sudah sangat kuat bersamaNya,
engkau sangat luar biasa dalam bimbinganNya,
engkau mampu taklukkan egomu,
engkau mampu runtuhkan kelumu,
engkau mampu robohkan karang kesombonganmu itu,
engkau mampu berlemah lembut,
engkau bisa berkasih sayang,
engkau akan selalu memiliki jiwa yang lapang,
untuk kembali menerbitkan senyumanmu,
senyuman terindah yang engkau miliki,
Yakinlah bahwa engkau mampu,
maka engkau benar-benar mampu, wahai sahabatku…
Semangat berjuang!
gigih berdoa,
jangan pernah engkau lupa, ada Dia bersamamu,
Semoga engkau selalu ingat,
ada yang mengharapkan kebaikan-kebaikanmu,
kenanglah saat-saat engkau menderita,
maka engkau akan mampu berbagi di saat bahagiamu
sumbangkanlah walau sepotong senyumanmu,
sampaikanlah walau sebait nasehatmu,
bagilah walau satu kata motivasimu hari ini,
maka engkau akan bahagia…
Posted in Sahabat | Tagged bersama, Doa, engkau, Sahabat, senyuman, waktu | 7 Comments »
30 January 2010
Hidup ini penuh dengan tantangan, maka berdoa dan berjuanglah,
Hidup ini tidak mudah, maka berusahalah,
Hidup ini indah, maka nikmatilah setiap waktunya,
Hidup ini sebuah kesempatan, maka isilah ia dengan hal bermanfaat,
Hidup ini adalah perjuangan, maka teruslah bergerak,
Posted in Syukur | Tagged Indah, sukses, hikmah, Doa, bahagia, Subhanallah, senyum, pengalaman, hari ini, perjalanan, ilmu, nikmat, Syukur, harapan, melangkah, perjuangan, senyuman | 3 Comments »
30 January 2010
Dalam sujud panjangmu engkau terisak,
dalam isakmu ku lihat tubuhmu tergoncang,
saat engkau kembali bangkit,
sempat ku lihat bulir bening menetes di kedua matamu,
mengalir deras membasahi lembut pipimu,
engkau menangis sahabat…
***
Sahabat,
aku tahu engkau pilu,
aku tahu engkau terharu,
aku tahu engkau sendu,
aku tahu itu,
***
Sahabat,
izinkan aku berucap walau tak banyak kalimat,
izinkan aku berpendapat,
boleh engkau mencurahkan rasa itu,
boleh…
saat engkau rasa bening itu ingin tertumpah,
izinkan saja,
***
Sahabat,
hadirnya tak pernah sia-sia,
ia hadir untuk melengkapi warna warni kehidupanmu,
tenangkan hatimu bersamanya,
semoga ia kembali damaikan jiwamu,
“Aamin”
Posted in Sahabat | Tagged aamiin, Doa, engkau, hari ini, hikmah, ingat, rindu | 1 Comment »
28 January 2010
Subhanallah..
waktu terus bergerak,
zaman terus berganti,
hari demi hari datang dan pergi sesuka hatinya,
suka dan duka semakin nyata,
bersama Dia diri terjaga,
dalam bimbinganNya jiwa raga sempurna,
menjadikan hari semakin bermakna,
mengisi waktu bersama-sama,
berbuat ikhlas tak hanya diucap,
bersikap penuh komitmen,
untuk merasakan keindahan yang ditawarkan alam,
bersiap-siap menyambut hari esok,
berbekal pengalaman kemaren,
dengan sikap terbaik hari ini,
hari ini yang terbaik untuk bersikap,
Posted in senyum | Tagged semangat, tersenyum, Doa, ingat, bahagia, ceria, alhamdulillah, Sahabat, bersama, pengalaman, hari ini, perjalanan, Syukur, harapan, alam, perjuangan | Leave a Comment »
27 January 2010
Memintalah kepada Allah agar dikuatkan dan diteguhkan hati.
Berlindunglah kepada Allah dari hawa nafsu yang tidak pernah puas dari keduniaan, agar ia ditundukkan.
Berinteraksilah dengan hamba-hamba Allah yang sholeh/sholehah, dengan tujuan untuk saling mengingatkan.
Senantiasalah meminta tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(Al Quran Surat An Nur: 30-31)
Alhamdulillah…
Posted in Sahabat | Tagged aku, Doa, hari ini, hikmah, ilmu, Indah, senyuman, Syukur, terima kasih, waktu | 1 Comment »
26 January 2010

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Dengan ma'rifat kepada Allah, hidupmu menjadi semakin indah.
Senantiasa berbalut fikir dan akal yang positif, akan engkau temukan ketenangan, cinta yang sesungguhnya pun engkau rasakan.
Hiduplah dengan cinta dan hiasilah dirimu dengan ikhlas, insya Allah engkau akan rasakan perjalanan ini begitu menyenangkan.
Lanjutkanlah berjalan dengan penuh percaya diri, yakinlah Allah selalu bersama denganmu.
Perkecil munculnya setiap kesedihan dengan beramal, karena kesedihan kan datang kepada orang-orang yang kurang ilmu dan amalnya.
Ketika engkau merasakan kehidupan ini begitu memberatkanmu, maka berzuhudlah engkau terhadapnya, agar engkau menjadi lebih ringan, lalu teruslah melangkah, bergerak menggapai redhoNya.
Perkuat keyakinanmu bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-hambaNya yang selalu yakin akan keberadaanNya.
Allah sangat sayang kepada hamba-hambaNya yang senantiasa menjaga ketaatan kepadaNya, yang tetap istiqomah dalam berjihad di jalanNya dengan menjaga sholat dan tetap dalam kesabaran.
Karena dengan sabar dan sholat, kebahagiaan hakiki akan mudah engkau miliki.
Insya Allah.
***
(Orang bijak berkata: …”Berbuat baiklah meski tidak dilihat oleh orang lain karena Allah subhanahu wa ta’ala selalu melihat apa yang engkau kerjakan”
Posted in senyum | Tagged Indah, semangat, tersenyum, hikmah, bahagia, alhamdulillah, Subhanallah, cinta, iman, hari, perjalanan, cita-cita, ilmu, Syukur, melangkah, kasih sayang, sabar, senyuman, amal, dakwah | 1 Comment »
25 January 2010
Ya, persiapkan saja dirimu semaksimal mungkin sejak saat ini, wahai sahabatku…..
Bukankah sudah terbukti, bahwa:
“Kesuksesan terjadi karena bertemunya peluang dan kesiapan diri”
So, tiada kesuksesan yang terjadi begitu saja. Pasti ada sebab yang melatarbelakanginya, dan sebagian orang menyebutnya faktor keberuntungan. Tetap perbaiki diri dengan senantiasa bertaubat. Bersihkan hati dari dosa dan noda setiap saat. Karena engkau belum tentu lama hidup di dunia ini. Gunakan waktu yang ada dengan lebih efektif dan optimal. Manfaatkan segenap ilmu untuk beramal supaya engkau disukai Allah. Teruslah melangkah untuk menjadi seorang yang baik, demi kehidupan yang lebih baik lagi. Jauh di seberang sana ada orang-orang yang senantiasa menantikan engkau, menunggu kabar sukses darimu. Jadikanlah ingat pada mereka sebagai obat penghibur di saat kejenuhan itu menyapamu. Pastikan! engkau mampu membahagiakan mereka. Cintailah keluargamu, dan belajarlah untuk mencintai oranglain setiap hari.
But, jangan pernah engkau lupa mempersiapkan diri menghadapi kematian yang bisa hadir kapan saja.

♥♥♥♥♥
Posted in senyum | Tagged yuuuk, engkau, Ayah Bunda, bersama, pengalaman, hari ini, cita-cita, tenang, Syukur, harapan, melangkah, perjuangan, senyuman | 1 Comment »
25 January 2010

"Nikmati saja warna-warni hidupmu, sobat"
Ada sesudut hati yang sedang berupaya untuk memahami,
tentang apa yang sedang di alaminya…
mendadak aku terpanggil,
menatap penuh empati, padanya.
Sahabat,
yakinlah, seiring berputarnya waktu,
engkau akan memahami,
ternyata benar apa yang mereka katakan:
“Engkau akan menjadi seperti yang engkau mau”, Aamiin. Untuk saat ini bersabar yaa.. hiburku. Bila tiba saatnya nanti, engkau akan benar-benar memahami arti semua yang engkau alami saat ini.
Tetap isi hari ini sepenuh hatimu,
lakukan saja seikhlasmu,
semampu, yang engkau dapat lakukan saat ini,
hingga engkau benar-benar yakin,
engkau masih mencoba untuk mengerti,
tentang arti hadirmu di sini.
Posted in senyum | Tagged semangat, hikmah, engkau, waktu, Sahabat, bersama, Syukur, harapan, perjuangan, senyuman | 1 Comment »
25 January 2010
Yang di pilih pasti yang terbaik, bukan?
Yakinkan, engkau masih menebar senyuman saat ini,
karena engkau masih memiliki waktu untuk berubah, hari ini! ya, hanya hari ini.
Yang di pilih pasti yang terbaik, bukan?
yakinlah engkau mampu tersenyum lebih indah lagi,
karena engkau masih ada saat ini,
masih ada peluang bagimu untuk menjadi cerdas,
Yang di pilih pasti yang terbaik, bukan?
yakinlah nanti merekapun ikut tersenyum indah,
menemanimu tersenyum, memperindah senyumanmu,
pada saatnya nanti mereka menemukanmu.
Yang di pilih pasti yang terbaik, bukan?
yakinkan dirimu, yang dipilih itu adalah engkau, karena engkau memang cerdas.
Lalu, penuhilah hari-harimu yang selanjutnya dengan senyuman,
senyuman terindah yang engkau miliki.

Subhanallah…
Posted in senyum | Tagged bersama, bertanggung jawab, Doa, engkau, hidup punya komitmen, hikmah, ilmu, jujur, melangkah, Subhanallah, Syukur, terima kasih | Leave a Comment »
22 January 2010
Ku lihat ketenangan dan kedamaian pada wajahmu yang ramah,
ku rasakan kesejukan pada tatapmu yang teduh penuh kelembutan,
ku dengar irama terindah saat engkau berucap tuk sampaikan kata-katamu,
ku nikmati itu semua,
karena aku ada bersamamu,
karena kita melangkah bersama…
**
Ku lihat langkah-langkah yang engkau ayunkan semakin tegap,
tunjukkan kepercayaan dirimu yang kokoh!
semoga langkah-langkah itu bukan langkah terakhirmu,
semoga langkah-langkah itu adalah langkahmu yang pertama untuk meniti setiap rute perjalanan yang akan engkau tempuh,
ku lihat engkau semakin bersemangat,
ku nikmati itu semua,
karena aku ada bersamamu,
karena kita melangkah bersama…

Mari manfaatkan segala kekurangan yang ada untuk mengintrospeksi diri, menjadi hamba yang benar-benar percaya akan keberadaanNya. Sehingga tidak akan ada sedikitpun perasaan sombong di hati atas apa yang kita miliki saat ini. Karena sesungguhnya apa yang kita miliki bukan milik kita, tapi adalah titipanNya yang harus kita manfaatkan dengan optimal dalam upaya meraih Redho-Nya.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(Al Quran Surat At Taubah: 71)
Posted in senyum | Tagged aku, cinta, engkau, harapan, ilmu, Sahabat, senyuman, Subhanallah, sukses, Syukur, tenang, tersenyum | 1 Comment »
21 January 2010

Saat engkau pertama kali ada, engkau diberi nama, iya kan?
Saat engkau sudah punya nama, engkau tahu siapa dirimu.
Saat engkau sudah mengenal dirimu, engkau semakin yakin pada dirimu.
Saat engkau sudah yakin dengan dirimu, engkau leluasa membawanya dalam kehidupanmu.
Saat engkau sudah mengenal kehidupanmu, engkau benar-benar merasa ada.
Saat itulah engkau harus kembali menyadari, dahulu ada yang telah berjasa padamu, mereka yang tak boleh engkau lupakan begitu saja, mereka yang saat ini sudah engkau anggap biasa, mereka yang saat ini engkau pandang biasa saja, mereka sangat berarti atas hal yang biasa itu.
Siapa mereka?
Ingatkah engkau saat dulu engkau belum punya nama seperti sekarang ini?
Ingatkah engkau dengan mereka yang telah memberi nama padamu?
Sebaik-baik nama yang telah ditancapkannya pada dirimu, sangat kokoh!
Hingga sampai saat inipun, engkau masih membawanya, ia masih melekat kuat padamu dan ia membuat engkau sangat bahagia dengan keberadaannya bersamamu.
Ialah nama yang engkau sandang itu, engkau bawa selalu.
Nama yang abadi selamanya.
Nama dari pemberi namamu.

Terimakasihku, wahai pemberi namaku,
ingatku pada Ayah Bunda, ingatku padamu,
ingatku pada Engkau yang selalu ada bersamaku.
Posted in senyum | Tagged ingat, engkau, Ayah Bunda, terima kasih, alhamdulillah, aku, senyum, Syukur | Leave a Comment »
20 January 2010
Engkau terjaga,
Engkau menjaga,
Sehingga engkau rasakan kedamaian itu, ketenangan hati dalam bahagia yang tiada tara, yang engkau temukan dalam indahnya menyepi bersamaNya, ya… hanya bersamaNya engkau rasakan kenikmatan hidup yang sesungguhnya.
Dalam linangan airmatamu yang sempat ku lihat, di sana terpancar syukur mendalam, engkau kembali sucikan hati dan jiwamu. Engkau basuh sangarnya wajahmu dengan permata penyejuk itu. Engkau tak hiraukan lagi sudah berapa banyak tetes-tetes beningnya yang berguguran menepi, menyisiri pipimu. Engkau tak pedulikan lagi mau kemana mereka bermuara, engkau tak ingat lagi siapa-siapa. Yang engkau tahu hanya: bahwa engkau sedang terhanyut dalam keasyikanmu bersamaNya.
Engkau sedang rasakan getar-getar itu meneduhkan kesadaranmu, engkau sedang nikmati keterpanaanmu akan rasa yang kau tangkap. Engkau tak lagi risaukan hari esok yang penuh misteri.
Engkau tak lagi pedulikan satu detik yang akan datang menghampiri, atau belum pasti engkau temui. Engkau tak ingat apa-apa lagi, selain hanya detik ini (ya, saat ini). Yang engkau tahu bahwa engkau adalah pemiliknya. Engkau sadar sepenuhnya akan keberadaannya. Engkau benar-benar menikmati detikmu. Engkau membuatnya berarti bersamamu. Engkau sangat menghargai hadirnya. Engkau yakini, ia datang hanya untukmu, untuk menemanimu. Engkau dan dia sangat akrab kulihat.
Ku ingin menyatu dengan kalian, ku ingin bersamamu pula. Maukah engkau dan aku bersama-sama mengisi detik ini? Ya, hanya detik ini, bukan esok atau lusa.
Karena aku ingin pula sepertimu, merasakan indahnya ketenangan itu. Aku ingin pula bersama-sama denganNya. Aku ingin menjadi diriku sendiri, seperti engkau yang sedang menjadi dirimu sendiri. DenganNya engkau bahagia.
Engkau sangat menikmati hidupmu. Engkau sangat menghargai waktumu. engkau sangat memuliakannya. Engkau isi ia dengan sepenuh hatimu.

Lalu salahkah bila akupun mengisi waktuku semaksimal mungkin? Ku hargai ia, ku percaya ia hadir hanya untukku, ku yakin keberadaannya sangat berarti bagiku.

Posted in senyum | Tagged aku, engkau, hikmah, nikmat, perjalanan, Subhanallah, Syukur, terima kasih, tersenyum, waktu | Leave a Comment »
19 January 2010
Walau sudah berdarah-darah mengalirnya keringat,
walau sudah bermil-mil jarak ditempuh,
walau sudah merasa berbuat sesempurna mungkin,
walau sudah merasa optimal usaha dan upaya ini,
Apa artinya berbuat, bila sikap tak matching dengan niat,
apa artinya berbuat, bila salah jalan,
apa artinya berbuat, bila menyimpang dari tujuan yang seharusnya,
malah ujung-ujungnya tersesat,
hanya berakibat sia-sia kah?
Tidak!!!
Tak ada yang sia-sia…
Pasti ada hikmahnya:
“Ketulusan…
Hmmm…..
Hati itu hanya memang bisa disentuh oleh hati.
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, atas segala karunia-Mu”
Begitulah hikmah hari ini,
Posted in Syukur | Tagged sukses, hikmah, Doa, waktu, alhamdulillah, cinta, hari ini, nikmat, Syukur, perjuangan | 4 Comments »
18 January 2010

Ingin ku,
luruhkan hadirmu dari tatapku,
Ingin ku,
buang seluruh rasa tak penting ini,
Ingin ku,
urai semua bayang tentangmu,
Ingin ku,
tinggalkanmu seiring tetes-tetes bening yang mengalir deras,
agar ku mampu nikmati sejuknya jagad raya,
agar ku kembali bebas berkelana mengitari alam,
bersama sang waktu.
dan tanpa dirimu lagi
***
Posted in senyum | Tagged alam, engkau, hikmah, melangkah, waktu | 2 Comments »
18 January 2010
Saat aku dalam titik nol kesadaranku,
hanya ada aku dan Dia saja.
Sedangkan makhlukNya yang lain, tiada.
Alam mendadak hening.
Aku terdiam,
terpana aku.
Tiada yang aku rasakan selain ketenangan, damai, tentram…
ya,
tiada kebisingan.
tiada seliweran keramaian itu.
Posted in Syukur | Tagged hikmah, engkau, alhamdulillah, Subhanallah, aku, ilmu, tenang, Syukur | 1 Comment »
15 January 2010
Tipe Realis Baik Hati adalah pribadi-pribadi yang hangat dan suka menolong. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh dan memiliki bakat mengorganisir yang menonjol. Seringnya mereka merasa terikat dengan nilai-nilai tradisional. Keluarga, khususnya, sangat penting bagi tipe Realis Baik Hati. Kepuasan tertinggi mereka adalah ketika menjadikan diri mereka berguna dan mengurus orang lain. Namun mereka tidak suka menonjolkan diri; mereka lebih suka menuntaskan pekerjaan mereka di luar sorotan. Tipe Realis Baik Hati adalah pecandu kerja yang sesungguhnya; mereka sangat bisa diandalkan dan tidak ada yang berlebihan bagi mereka dalam urusan menyelesaikan pekerjaan. Ketelitian, kesungguhan, dan kepatuhan adalah kekuatan-kekuatan mereka. Mereka lebih suka situasi yang tertata dan akrab ketimbang situasi baru dan belum diketahui.
Dalam menghadapi orang lain, tipe Realis Baik Hati sangat menjaga perasan dan senang menolong; dengan senang hati mereka selalu mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri demi keluarga dan teman-teman mereka. Rumah mereka biasanya sangat resik, hangat, dan rapi. Perfeksionisme di satu sisi dan ketidaksukaan mereka untuk mendelegasikan tugas di sisi lainnya sering membuat mereka menanggung terlalu banyak tanggung jawab baik secara profesional maupun pribadi. Mereka tidak tahan ketidakselarasan; konflik membuat mereka sangat tidak bahagia. Anda nyaris bisa menjuluki mereka kecanduan harmoni – dan ini terkadang membuat mereka mengabaikan diri sendiri dan keinginan-keinginan mereka sendiri karena mereka tidak mampu menolak.
Tipe Realis Baik Hati mengidamkan hubungan seumur hidup yang stabil dan penuh kepercayaan. Pernikahan dan keluarga sangat penting bagi mereka. Mereka mengurus pasangan mereka dengan pernuh perhatian dan kasih sayang serta banyak mengalah demi hubungan yang harmonis. Mereka juga teman yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, mereka dapat sangat terluka jika komitmen mereka terhadap orang lain terlalu lama tidak dihargai.
Sifat-sifat yang menggambarkan tipe ini: introvert, praktis, emosional, penuh perencanaan, sadar tradisi, baik hati, mengorbankan diri, peduli, penuh pengabdian, ramah, setia, memikirkan perasaan orang lain, dapat diandalkan, sungguh-sungguh, penuh kasih sayang, tidak banyak bicara, pendiam, rendah hati, suka menolong, objektif, pekerja keras, hangat, komunikatif, teliti, altruistik.
http://www.ipersonic.com
Posted in senyum | Tagged aku, Isenk azah, penting ga penting, tersenyum | 2 Comments »
15 January 2010

Alhamdulillah…
Pagi ini aku masih bisa bernafas bebas, menghirup segarnya udara, menatap indahnya alam…
Sebelum mentari menjelang, aku sudah mulai siuman dari indahnya mimpiku.
Perlahan ku buka mata, lalu tanpa ku sadari, mengalir bulir bening di kedua sudut mataku.
Upzz…
Masya Allah,
lagi-lagi ku basuh muka dengan airmata,
Menangislah aku,
Sedihkah aku?
Ku rasa tidak.
Pilukah aku?
Ku yakin bukan itu.
Lalu,
kenapa ada bulir bening di pagi yang indah ini?
Aku terharu, teringat Ibu dan Bapak yang saat ini jauh dariku.
Aku teringat pesan-pesan beliau beberapa tahun yang lalu, terucap untukku.

Ibu berpesan: “Hati-hati Ya…, jaga diri baik-baik, di sana.”
(Ku anggukan kepala: “Iya, baik Bu. Mohon doa Ibu, agar sukses perjalananku nanti di sana.)
Bapak berpesan: “Yang Bapak ingin, Ya.. belajar yang benar dan rajin, dan jadilah seorang yang hebat, kelak. Saat engkau kembali.”
(Ku anggukan kepala: “Iya, Pak. Aamiin. kucoba untuk melakukan yang terbaik dalam setiap waktu yang ku temui.)
Subhanallah, sayangnya beliau padaku,
Terima kasih Bapak,
Terima kasih Ibu,
Doa beliau yang selalu mengalir, senantiasa menemaniku.
Harapan beliau yang ada dalam fikirku,
ku rangkai dalam hari-hari yang aku lewati,
ku simpul erat dalam setiap gerak dan langkahku,
ku simpan rapi di relung jiwaku,
ku tak mudah lupakan semua,
dan tak kan pernah ku lupa,
Selalu ada kasih sayang tercurah untukku,
walau hanya lewat sebaris kalimat, hanya beberapa kata saja.
Namun itu sangat berarti bagiku.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Iman adalah mutiara yang paling mahal di dalam diri kita.
Menjaganya adalah sebuah kewajiban, memeliharanya adalah sebuah kebahagiaan, abadi keberadaanya merupakan satu kepuasan tersendiri.”
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Posted in Syukur | Tagged aku, alhamdulillah, diriku, engkau, harapan, Ibu dan Bapak, melangkah, perjalanan, Syukur, terima kasih, waktu | Leave a Comment »
14 January 2010
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Al Quran Surat Ar Ra’d: 11)
***
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Wahai malaikat-malaikatku…
Semoga engkau selalu dalam ketaatan maksimal dalam setiap waktumu, menunaikan tugasmu atas perintah Sang Pencipta kita, dengan sebaik-baiknya untuk mencapai keredhoanNya…
Aamin,
Wahai malaikat-malaikatku, hal apa yang sedang engkau catat tentangku saat ini…?
Apa saja yang telah engkau bukukan atas aktivitasku sejak tadi pagi…?
Apa yang telah engkau abadikan tentang perjalananku kemaren…?
Apa yang telah engkau dokumentasikan tentang perbuatanku seminggu belakangan…?
Apa yang telah engkau catat tentang sikapku sebulan yang lalu…?
Sebanyak apa ringkasan catatan kehidupanku yang telah engkau rekam sejak setahun yang lalu…?
Sudah berapa banyakkah lembaran catatanmu tentang diriku ini, sejak lima tahun yang lalu…?
Sudah berapa lembar catatan yang telah engkau bukukan tentang aku selama sepuluh tahun belakangan…?
Sudah berapa banyakkah kalimat-kalimat yang engkau susun tentang aku sejak dua puluh tahun yang lalu…?
dan…
sudah berapa banyakkah lembaran-lembaran tentang perjalanan hidupku yang telah dan sedang engkau rangkai sejak aku dicipta, dilahirkan hingga saat ini… aku berwujud seperti ini…?

Terima kasihku wahai malaikat-malaikatku, engkau selalu jeli atasku dan selalu mendoakanku,
“Rabbana aatinaa fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanata waqinaa ‘adzaabannarr” (“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.)
Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,
Posted in Syukur | Tagged Doa, ingat, engkau, terima kasih, alhamdulillah, bersama, aku, Syukur, melangkah | 1 Comment »
13 January 2010
Hari ini 13 January,
Selamat hari lahir
Wahai adikku…
genap 20 tahun keberadaanmu bersama kami, keluarga kita.
Kado hari ini untukmu, ku rangkai sebait kata, kukirim dari dalam hati agar sampai ke hatimu pula.. ya adikku,
Thabrani meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”

Kado kata-kata
Wahai adikku…
Teruslah berjuang!
Menyongsong hari,
mengisi waktu tuk menjadi lebih baik dari hari ke hari,
menjadi sosok yang selalu tersenyum penuh semangat,
menjaga nama baik keluarga kita,
Wahai adikku…
jadilah engkau seperti bintang yang paling terang,
menampilkan diri dalam kerlap-kerlip indah pribadimu di langit kehidupan ini,
membahagiakan Ayah Bunda,
berupaya menggapai redho Allah subhanahu wa ta’ala,
dengan senantiasa berada dalam kebaikan di setiap waktu yang engkau miliki,
“Sukses selalu yow Oddy… “
Aamiin,
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.”(Muslim)
Aamiin Ya Rabbal’aalamin
Posted in Syukur | Tagged adik, aku, bintang, birthday, cita-cita, Doa, engkau, hari ini, ingat, semangat, senyum, Syukur, ucapan | Leave a Comment »
12 January 2010
Perlu lebih sering menata hati,
Karena hidup di dunia ini,tak akan selamanya,
suatu hari nanti kitapun akan kembali,
menghadap padaNya…
***
H(idup) -> m(ATI)
Hidupkan hati untuk menempuhi mati

Posted in Syukur | Tagged aku, dunia, hati, hikmah, istighfar, perjalanan | 1 Comment »
12 January 2010
Ada kedamaian berkumpul di tengah terpaan angin pagi ini,
mengalahkan sejuknya embun yang mulai menepi.
Perlahan namun pasti,
ku langkahkan kaki memulai hari.
Bersama-Mu…
Ku harap seberkas kedamaian menaungi relung-relung jiwaku ini dalam setiap waktu,
agar kembali kurasakan terpaan angin menyapanya,
Sesejuk pagi ini…
Sungguh syahdu…
Alhamdulillah…
Aku masih di beri kesempatan bernafas dan menghirup segarnya udara pagi,
menatap cerahnya awan putih,
menikmati indahnya alam,
mendengarkan gemericik air yang mengalir…
Sungguh indah…
Ku ingin selalu merasakan kedamaian seperti ini,
Selamanya…
Yaa…
Sesejuk pagi ini,
Subhanallah…
Posted in Syukur | Tagged Indah, semangat, bahagia, waktu, terima kasih, alhamdulillah, aku, hari ini, nikmat, Syukur, sejuk | 1 Comment »
8 January 2010
Orang bijak mengatakan: “Kalau ingin sukses, hendaklah berani dalam berusaha merambah jalan yang baru untuk dilalui, jangan hanya terpaku pada jalan lama yang sudah sering dan atau sudah biasa dilalui.”
Sebuah kalimat yang aku petik dari ungkapan salah seorang pembicara, ketika aku hadir untuk mewakili orang tua salah seorang sahabat di hari wisuda beliau, beberapa hari yang lalu. Kalimat penggugah hati. Pencerah fikiran. Saat jalan yang ditempuh sudah hampir sampai ke penghujungnya, saat persimpangan sudah akan ditemui beberapa langkah lagi, saat itulah sebuah kesempatan datang menghampiri, membawa pesan agar aku kembali memulai langkah baru di jalan yang baru. Jalan yang mungkin saja masih asing, jalan yang benar-benar asing. Namun jalan itulah kiranya yang bisa menjadi panduan hati untuk terus bergerak. Insya Allah, kan ku tempuh ia dengan senang hati, bersama semangat dan senyuman yang lebih tulus lagi, untuk merengkuh cahaya kesuksesan yang sudah menanti di depan sana.
Bismillahirrahmaanirrahiim,.. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
“Sungguh… bersamaMu selalu indah,” Bimbing hamba selalu dalam melanjutkan langkah ini Ya Rabb… Amiin
Kembali mengevaluasi untuk penyempurnaan…..
Posted in Syukur | Tagged ilmu, jalan, melangkah, mulai, Sahabat, semangat, sukses | Leave a Comment »
7 January 2010
Saat berjanji, manusia seringkali mengingkari, kadang kala menepati,
”
” ”
” ”
” ”
” ”
” ”
” ”
” ”
“
sebagai korban keingkaran tersebut, hadapilah dengan memperbanyak sabar…
“Sulit memang!”, kata sebagian orang.
“Itu mudah bagiku”, kata orang sebagian.
Setiap orang pasti berbeda dalam menghadapinya.
Inilah salah satu hal yang ditawarkan oleh kehidupan,
yang penuh tantangan.
Seringkali hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Namun, setiap kejadian pasti ada hikmahnya.
Diantara ayat-ayat yang dapat menjadi peneguh hati, memperkuat keyakinan, akan janji Allah yang pasti di penuhiNya:
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
(Al Quran Surat Ali Imran: 146)

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,
(Al Quran Surat At Tur: 48)

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Al Quran Surat Al Anfal: 46)

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Al Quran Surat Al Baqarah: 153)

Ya Rabb, tambahkan kesabaran dalam hati dan diri kami sejak saat ini sampai nanti…..
Agar kami dapat menikmati indahnya janji-janjiMu.
Aamiin ya Rabbal’aalamiin,,
“Kalau di beri janji,
apakah salah kalau kita berharap untuk ditepati oleh Sang Pemberi janji? “
Posted in Syukur | Tagged amal, ayat-ayat Al Quran, ilmu, Indah, janji | 1 Comment »
6 January 2010
PeLanggan adalah Raja,
saHabaT adalah muTiaRaaaaa….
bersama adalah indah,
Tak ada yang bisa hidup sendiri di dunia ini, pasti kita butuhkan oranglain, agar laju peradaban semakin tertata. Itulah arti keberadaan kita sebagai makhluk sosial, yang selalu saling melengkapi kelebihan dan menambahkan kekurangan masing-masing.
Agar terwujud sempurna.
***
Kala senyuman itu tiada ku lihat pada wajahmu,… terasa ada keanehan!
Saat tatap itu begitu tajam padaku,… terasa jarak membatasi!
Saat suara tanpa keramahan itu ku dengar,… terasa pangling aku!
Mengapa engkau begitu… ?
Hayuu – lah, tersenyum saja sebisamu….
walau itu engkau rasa berat!
Tak mahal kan?
Bahkan, tak butuh bayaran.
“Hanya perlu ketulusan dari hatimu, ‘tuk cipta senyuman itu.”
Posted in senyum | Tagged Indah, makhluk sosial, pelanggan, Sahabat, senyuman | Leave a Comment »
5 January 2010
“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
(Al Quran Surat Asy Syams: 1-10)


"Kita hidup bukan dari apa yang kita dapatkan, tapi dari apa yang dapat kita berikan untuk orang lain"
Posted in Syukur | Tagged alam, cahaya, jiwa, matahari, sang surya, sinar | 6 Comments »
4 January 2010
Jalan ini terbentang indah…
Mulus…
Namun ada pendakian lembut terhampar di kejauhan…
memperindah pemandangan,

Menatap indahmu, damaikan hati tuk menapak-mu
Subhanallah…
Takkan melelahkan hati,
Takkan membuat kaki penat menelusurinya,
Karena di ujung sana ada banyak harapan,
*
Mempercantik tatapan saat ini,
Memperkaya hati,
Melunakkan jiwa,
**
Jiwa mensenyumkan wujudnya,
Wajah mencantikkan parasnya,
Tangan melembutkan gemulainya,
Kaki menegapkan langkahnya,
Telinga menajamkan dengarannya,
Mata memfokuskan tatapnya,
Hati munculkan niat,
Fikir menimbang, mengingat dan memutuskan,
Raga mulai bergerak!
***
Bismillah,
Ku mulai melangkah, bersama semangat baru!
Menyongsong masa depan gemilang yang penuh makna.

Posted in Syukur | Tagged baru, harapan, langkah, semangat, senyum | 1 Comment »
31 December 2009
Akhir tahun telah datang, saatnya kembali berucap syukur. Insya Allah, beberapa jam lagi, kan tertutup tahun 2009 ini. Ku lepas ia dengan senang hati, kuucap puji atas kebersamaannya selama ini. Atas pangkuannya yang mendamaikan sanubari, keindahan yang dimilikinya dan dibagikannya padaku, kan selalu ku kenang sampai nanti… 
Akhir tahun bercuaca adem, yach, se-adem selama setahun ini.
Sajuak.. !
Alhamdulillah,
Karunia terindah akhir tahun,
Kembali ku temukan harapan,
Ku rangkai doa,
Ku ingin kembali damaikan hatiku,
Ku ingin kembali sampaikan pujiku, padaMu…
“Allah subhanahu wa ta’ala, telah mengatur setiap ritme dalam episode kehidupan yang harus aku jalani. Allah subhanahu wa ta’ala, telah menentukannya dengan sebaik mungkin, menata setiap awal dan akhir kejadian, mempertimbangkan lamanya suatu keadaan berlangsung, men-setting kapan saat bertemu dan berpisah. Pun tentang kesiapanku. Allah subhanahu wa ta’ala, Maha Tahu segalanya tentang aku. Harus bagaimana aku memulai sesuatu yang sangat baru bagiku, bahkan belum pernah ada dalam bayangan fikirku sebelumnya… Insya Allah, selalu dibukakan jalan dan ada kemudahan dalam prosesnya, yang terpenting adalah adanya kemauan dari dalam diri. Semangat saat meraih sukses dan tersenyum indah saat menemukan batu lonjakan dalam perjalanan. Subhanallah… indahnya perjalanan ini. Ku tempuh ia dengan senang hati. Aku sangat menikmati setiap episode dalam kehidupan ini. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, atas setiap cinta, kasih dan sayang yang tak pernah padam yang senantiasa Engkau limpahkan setiap saat.”
Berbekal pengalaman masa lalu, ku siap untuk melangkah lagi!
“Menikmati hari dengan rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, untuk mengambil ibroh demi masa depan”
Good Bye 2009,
Posted in Syukur | Tagged akhir tahun, damai, desember 2009, pengalaman, sejuk, setahun bersamamu, tenang | 1 Comment »
30 December 2009
“Walau cuaca mendung, namun mari kita cerahkan hari ini dengan ilmu. “
- Manfaatkan waktu luang (waktu jeda dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya) dengan aktivitas-aktivitas penting demi kepentingan akhirat.
- Fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), melihat seseorang dari sisi akhirat (kepada kelebihannya) dan melihat seseorang dari sisi dunia (kepada kekurangannya).
- Mengatur waktu (manajemen waktu), membagi waktu untuk kewajiban, pekerjaan dan amanah-amanah lainnya, antara waktu untuk kehidupan dunia (materi) dan untuk urusan ibadah kepada Allah Swt.Bagi jasadmu ada haknya, namun jangan pula engkau lupakan hak untuk ruhiyahmu.”
Posted in Syukur | Tagged dunia vs akhirat, ilmu, ilmu pengetahuan, kebaikan, waktu | 2 Comments »
28 December 2009
Surga identik dengan rasa nyaman, tenang, dihargai, dipahami, memahami…
berupaya memperkecil jarak dalam melangkah bersama untuk mencapai indahnya syurga…
Jangan jadikan kita sebagai belahan jiwa yang berjarak…
masing-masing pihak sama-sama bergerak, untuk mendekatkan jarak, mengeratkan komitmen,
menyatukan hati, menciptakan kekompakan, saling mengerti…
perbanyak komunikasi untuk mempermudah memahami suasana hati masing-masing…
Sebelum marah tercipta, ada 3 kalimat yang harus kita hadirkan….
“Marah adalah sesuatu yang sangat tidak disukai Allah,
marah lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya,
marah adalah salah satu cara tercepat untuk menghinakan diri kita.”
Perlunya jiwa yang sangat luaaasss… menghadapi setiap kondisi yang ada.
Untuk lebih mempermudah dalam memetik hikmah, kembalilah kepada Allah Subhanahu wata’ala…
Lalu berhijrah untuk berubah…
namun sebelumnya…
mengerti terlebih dahulu, bagian mana? apa? dari diri yang perlu di ubah adalah terbaik…
berupaya merubah persepsi dari hal-hal yang negatif dengan cara memunculkan fikiran positif (rekayasa interaksi) Example: dari keinginan untuk marah menjadi tersenyum…
Bersyukurlah saat kita sudah memiliki belahan jiwa, saat kita sudah menjadi belahan jiwa, jaga perasaan aman dan bahagianya…
Semakin tinggi kekuasaan seseorang, semakin tinggi akhlaknya”
Amiin…
***
(022-70414472, Cahaya Islam)
“Jangan lihat seseorang dari apa yang dikatakannya,
tapi lihatlah seseorang dari apa yang diperbuatnya“

Posted in Syukur | Tagged Ibu, rumah tangga, senyuman, surga | 2 Comments »
23 December 2009
Subhanallah,
perjalanan ini semakin indah terasa,
ketika dihiasi senyuman dalam melangkah,
diiringi syukur yang terlukis di setiap gerak,
ditemani kekaguman yang tercipta di dalam jiwa,
diselingi lirih penuh kehambaan,
tafakur mengenal diri…
“Ku nikmati proses demi proses, dalam setiap episode yang datang menyapa….
Posted in Syukur | Tagged alhamdulillah, jiwa, perjalanan, proses, senyuman | 2 Comments »
22 December 2009
Ibu… muara kasih sayang,
Fitrah beliau dalam rumah tangga, memperhatikan keluarga dalam hal pendidikan & pengayom anak-anak, melimpahkan dan menyebarkan kasih sayang…
Ayah… mengemban tanggungjawab,
berada dalam,
kAsiH saYanG iBunda + aYaH yang memiliki taNGGunG jaWaB
Subhanallah, terasa indahnya, saat beliau saling melengkapi…
“Kasih sayang Ibu dan tanggung jawab seorang ayah, membentuk anak yang berjiwa merdeka, menjadi penyejuk mata, menjadi penghibur lara, menjadi penenang hati, meraih Redho Ilahi… Ibu adalah guru pertama bagi sang buah hati. Ibu… tiada bahagia jika tiada doa dan restu dari Ibunda…. Doa Ibu selalu ada dimanapun sang buah hati berada, dan itu bisa dirasakan… Dalam kehidupan, Ibu hanya memiliki satu keinginan, agar sang buah hati menjadi seorang yang berbakti dan membahagiakan hati beliau di dunia sampai ke akhirat nanti.”
Lalu, mengapa? masih ada seorang Ibu yang sudah sekolah tinggi-tinggi, punya banyak ilmu, lalu dalam urusan pendidikan dan pengawasan anak-anak diserahkan kepada pembantu yang berasal dari desa, yang pendidikan beliau belum tentu setinggi Sang Ibu yang memiliki anak. Masya Allah. So, Ibu yang baik adalah seorang ibu yang menyampaikan kasih sayangnya yang tulus pada sang buah hati di dalam keluarga, semenjak sang buah hati dalam ayunan, hingga saat yang ditentukan.
Karena peran beliau yang sangat kompleks dalam rumah tangga, maka seorang Ibu harus memiliki kecerdasan psikis yang terus berkembang. Hal ini bisa ditingkatkan dengan mengembangkan pola pikir seperti; membaca, memanfaatkan media yang ada di dalam rumah untuk menambah ilmu. Dengan demikian, seorang Ibu tidak harus meninggalkan rumah untuk tetap bisa beraktivitas optimal. Berkontribusi dalam mensukseskan peran, sebagai tiang negara. Peran ibu mendidik sang buah hati menjadi seorang yang berbudi dan berakhlak mulia, serta menghindarkan perilaku yang bisa menghadirkan ketidakbaikan bagi sang buah hati di kemudian hari, kelak bila ia beranjak dewasa.
Tiada keeratan kasih sayang dari seorang yang selalu mengingat sang buah hati, kecuali seorang ibu. Ikatan batin yang begitu kuat, mengalir hangat untuk sang buah hati, walau raga berpisah jauh oleh jarak. Namun getar-getar kasih sayang dari hati Sang Bunda selalu terasa dan dirasakan oleh sang buah hati….
Ya Rabb….
Salam untuk Ibu,
Posted in Syukur | Tagged Indah, Ibu, kasih sayang, hari ibu, keluarga, ayah, tanggung jawab, pendidikan, kemandirian | Leave a Comment »
21 December 2009
Hijrah untuk sebuah perubahan. Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untuk tidak menjadi statis (diam). Semoga kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dengan makna hijrah yang teraplikasi dalam keseharian. Kualitas hidup adalah ditentukan oleh kebiasaan yang sedang kita lakukan. Modal yang dititipkan oleh Allah subhanahu wata’ala berupa (ilmu, kesempatan, sehat, dll) yang dimanfaatkan untuk kebiasaan yang baik, insya Allah hidup menjadi lebih berkualitas. Aamiiin
Dalam sebuah pernikahan, hijrah menjadi sangat penting! Hijrah dari sikap yang masih kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa. Hijrah dari terlalu bergantung kepada sesama menjadi lebih memperdalam tauhid kepadaNya. Hijrah dari perasaan dan perbuatan, yang awalnya masih memikirkan kepentingan diri sendiri menjadi lebih mudah untuk berbagi dengan keluarga yang baru. Sulit ya, kawan…. Namun yakinlah, engkau bisa dan engkau mampu. Dan engkau hadir untuk itu, engkau hadir untuk membawa perubahan. Hijrah untuk kebahagiaan ….. Semangat!
Ikhlas….
Kata yang membayang di fikirku saat ini, kata yang ternyata seringkali harus dipakai untuk wujudkan makna hijrah dalam kehidupan nyata ini. Masya Allah. Tabahkan sahabatku dalam menjalani proses hijrah yang sedang beliau alami Ya Rabb, Aamiin.
Wahai sahabat,
Tetap semangat menata hati, selamat berhijrah….!
…………..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Al Quran Surat Ar Ra’d: 11)
Posted in Sahabat | Tagged bahagia, energi, energi luar biasa!, hati, hijrah, ikhlas, keluarga, lingkungan, nuansa syurga, pernikahan, positif, Sahabat, sakinah | 3 Comments »
17 December 2009
Alhamdulillah,

Tanpa terasa waktu berjalan tiada henti. Ia terus melangkah dalam upayanya mengabdi pada Sang Ilahi. Detik demi detik, menit ke jam berganti hari, minggu ke bulan, lalu akan berakhirlah tahun Islam 1430H tepat di hari ini, tanggal 17 Desember 2009. Dan nanti sore, waktu magrib menjelang, hitungan tahun kan berganti menjadi 1431H. Tahun baru, semangat baru, bersama cerita yang baru. Kembali terlahir dengan senyuman baru, sinar yang semakin cerah.
Tahun 1430H, selamat ya….telah Engkau temani aku dalam menjalani hari bersamamu. Dengan keikhlasan yang tentu saja tak pernah hilang darimu. Engkaupun sedang menghantarkan aku ke tahun setelahmu, 1431H dengan kehangatan genggaman tanganmu yang sebentar lagi akan terlepas dariku. Aku kan kembali melanjutkan langkahku bersama dia, bukan dirimu lagi. Namun ku mohon doamu, seperti yang dulu lagi, saat kita masih bersama mengisi hari. Selalu aku memohon do’a darimu, yaa. Aku juga tak akan pernah lupakanmu yang telah mengabdikan dirimu untukku.
Ada banyak cerita yang telah engkau simpan dalam hatiku. Kisah-kisah itu kan selalu aku kenang dalam langkahku nanti, Insya Allah. Kembali semangat!!! Langkah ini masih tersisa. Semangat ini masih ada. Senyumanku kan selalu terkembang indah, seindah saat kita masih bersama.
Masa lalu….
Engkaupun semakin jauh dariku,
Engkau tak akan pernah ku rengkuh lagi,
Tinggallah engkau untuk selamanya,
dahulu kita telah bersama, bukan?
dan kini yang ada hanya kenangan,
kenangan indah bersamamu.
Wahai masa laluku,
Seperti ombak di pantai...
biarlah ia pecah mencair,
menebar buih menjadi pendar-pendar,
berpisah dari kumpulan mencari kebebasan diri,
mencoba melanjutkan perjalanan diri,
mencari jatidiri, bersama Sang Ilahi,
Alhamdulillah, hari ini ku rasa bahagia, (hanya Dia Yang Tahu). Dalam perjalanan yang sedang ku tempuh selangkah demi selangkah, tanpa aku sadari, aku telah berjalan jauh.. aku semakin mendekat ke pondok impianku yang selama ini ada dalam ingatanku. Subhanallah, atas kuasa dan izinMu Ya Rabb, aku kembali mampu bangkit saat aku tersandung dan kadang terjatuh. Jatuh itu membuat aku terluka, luka itu berdarah, perih, pedih. Namun, syukur selalu bergumam dari bibirku, terima kasih luka, terima kasih atas perih yang ada. Engkau sangat berarti, semoga aku bisa memetik sebanyak-banyaknya hikmah untuk aku bawa dalam melanjutkan langkah lagi. Agar ia menjadi pengingat bagiku, untuk lebih berhati-hati dalam gerak kaki, dalam ayunan tangan, agar hal yang sama tak terulang lagi. Agar aku tak selamanya lalai dan terpana dalam keasyikan menikmati indahnya pemandangan di sepanjang perjalanan yang ku tempuh. Agar aku kembali menyadari, bahwa perjalanan ini ternyata penuh perjuangan!.
Allaahu Akbar!
Bergantinya tahun, berarti berkurang pula jatah waktu bagiku, dan semakin dekat pula waktu kembali padaNya. Namun, aku selalu bersamaMu Ya Rabb, aku kembali semangat! berani melangkah lagi, melangkah dan terus melangkah. Kini, luka yang lama itu telah kering. Saatnya aku menjadi lebih cantik dan indah, anggun gemulai, namun lebih berkomitmen, tegar dan tangguh, memiliki karakter. Untuk selalu waspada. Waspadalah….waspadalah…..! Waspada setiap saat. Karena aku tidak mengetahui kapan kiamat sughra menyapaku. Entah 1 tahun lagi, sebulan, minggu depan, lusa, esok atau mungkin saja hari ini, pada jam berikutnya, satu menit lagi atau bahkan detik ini malaikat Izrail datang menjemputku, menyampaikan pesan dariNya, bahwa ternyata waktuku telah habis, tidak bisa ditunda lagi.
Wallaahu a’lam bish shawab,
Hanya aku mampu berharap, berdo’a dalam ikhtiar lalu bertawakkal padaNya, ketika dzikir selalu bersama, agar husnul khotimah adalah akhir perjalananku di kehidupan dunia ini. Lalu, dengan izinNya nanti bernaung dalam indahnya syurga yang telah dijanjikan olehNya untuk ditempati. Menjadi penduduk syurga “jannah” rumah abadi selamanya. Be Optimist! Menjadi kupu-kupu syurga bagi Ayah Bunda, menjadi penyejuk pandangan mata beliau kelak. Subhanallah, adalah sebuah kepuasan hati yang hanya bisa dirasakan oleh hati, saat kembali bertemu denganNya, memandang wajahNya…. 
Aamiin Ya Rabb,
Good bye 1430H……
Akhirnya, ku tutup lembar terakhir, 30 Dzulhijjah 1430H ini dengan sebait kutipan:
“Sucikanlah empat perkara pada setiap masa:
Pertama: cucilah wajahmu dengan airmata,
Kedua: cucilah lidahmu dengan berdzikir kepada Allah,
Ketiga: cucilah hatimu dengan rasa takut kepada Tuhanmu,
Dan, akhir sekali , cucilah dosa-dosamu dengan bertaubat kepada Allah.”
(Muhammad Muhyidin, dalam buku beliau KAYA DUIT, KAYA HATI, ATAU KAYA KEDUANYA… ? , di halaman ke-347 )
***
Mohon maaf atas setiap salah dan khilaf,
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh…
Salamku,

Posted in Syukur | Tagged akhir tahun, catatan kehidupan, masa depan, masa lalu, optimist, Syukur | 2 Comments »
13 December 2009
Ketika malam menjelang,
biarlah mentari tenggelam sejenak di belahan bumimu,
Namun yakinlah,
mentari masih memancarkan sinarnya di belahan bumi yang lain,
menerangi kehidupan di sana pula,
melanjutkan pengabdian padaNya,
menjalankan titah perjuangan sebagai bukti cinta padaNya,
menyampaikan kehambaan diri,
kembali tunduk pada kehendakNya,
Sedangkan engkau,
selamat menikmati pendar-pendar cahaya yang tersisa,
walau tak secerah mentari,
walau tak sehangat cuaca siang tadi,
walau tak sempurna kilauannya.
Percayalah,
malam hanya sementara.....
yakinlah,
esok mentari kan hadir tuk kembali,
bersinar menyambut pagi,
menyinari belahan bumi di tempat engkau berpijak,
Sedangkan engkau,
engkau isilah malammu dengan sebaik-baiknya,
jangan pernah engkau lupa,
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(Al Quran Surat Al Isra’ : 79)
malam kan berganti siang,
"Esok mentari kan kembali pancarkan sinarnya,
'tuk hangatkan kehidupan siang menjadi lebih bermakna."
Insya Allah...
Posted in Syukur | Tagged ikhtiar, kehidupan malam, mengabdi, mentari, Subhanallah, Syukur, tawakkal | 2 Comments »
10 December 2009
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
“Ya Rabb, berilah kekuatan dan ketegaran hamba dalam memulai hari ini, dan limpahkanlah hikmah berupa kelancaran dalam prosesnya, saat hamba menjalankan aktivitas hari ini, hingga berbuah hasil yang bisa menyegarkan saat dinikmati nanti, berupa kesuksesan, Aamiin”
Astaghfirullaahal’adziim,
“Kurangi khilaf dan kesalahan yang hamba perbuat dalam beraktivitas, dengan izinMu Ya Rabb”
Subhanallah,
“Betapa anugerah hari ini sangat berarti untuk kehidupan hamba, mengisinya dengan penuh arti diselingi senyuman “calm” penambah semangat, berbekal pengalaman yang diperoleh pada waktu yang telah berlalu”
Allaahu Akbar,
“Sungguh sebuah kebahagiaan terbesar yang ada dalam diri, saat mampu menatap masa depan dengan penuh semangat! Menyambut hadirnya bersama kekuatan niat, tekad yang bulat dan keyakinan hati”
Laailaahaillallah,
“Tiada sesuatupun yang bisa hamba lakukan tanpa selalu ingat padaMu Ya Rabb, bersamaMu selalu indah”
Laahaula walaaquwwata illaabillaahil’aliyyul’adziim,
“Tiada daya dan upaya yang bisa hamba lakukan tanpa pertolonganMu, dalam memudahkannya Ya Rabb”
Alhamdulillah,
“Setiap puji yang terucap dan syukur yang hadir, kembali hamba persembahkan untukMu semata, hanya milikMu semua yang ada, atas izinMu hamba bisa menikmati karunia yang tiada putus ini, mengalir deras tak pernah henti. Syukur, berucap Alhamdulillah, kembali damaikan hati dalam melangkah, menapaki jalan ujian yang Engkau telah izinkan hamba menempuhnya”
***
Perjuangan hidup tidak selalu memihak pada yang lebih kuat atau yang lebih cepat, tetapi cepat atau lambat sang pemenang adalah orang yang berpikir bahwa ia pasti menang. ( Napoleon Hill)
Jangan pernah menjelekkan orang lain karena kesalahan yang diperbuatnya, karena bisa jadi suatu saat kita akan membutuhkan orang yang telah kita jelek-jelekkan itu.
***
Posted in Syukur | Tagged hari ini, ingat, melangkah, pengalaman, proses, semangat, sukses, Syukur | 1 Comment »
9 December 2009
Alhamdulillah...
Terima kasih atas nikmat hari ini Ya Rabb,
kelegaan dan kebahagiaan menaungi sanubari,
Sejuk udara yang berhembus menerpa diri,
sampai ke relung hati,
Menyisakan kedamaian,
tentram,
“Semangatlah melakukan apa yang bisa engkau lakukan detik ini, karena beberapa detik ke depan engkau tak tahu apa yang akan engkau peroleh dan apa yang akan engkau rasakan.
Jangan biarkan detik ini berlalu tanpa makna.”
“Nikmati apa yang ada, jangan pernah berputus asa, dan selalu ingat padaNya.”
Masa depanmu ditentukan oleh apa yang engkau lakukan hari ini. Milikmu adalah hari ini. Buka lembaran baru di hari ini, semangat yang baru dan niat yang baru. Bila di masa lalu engkau pernah berbuat dosa, lalu engkau ingat padanya dan segeralah bertaubat di hari ini. Lalu, lupakan ia, buang, tinggalkan dan jangan pernah engkau sentuh lagi sejak hari ini, ya hari ini adalah awal kehidupanmu. Menjadi bayi yang bersih, tak bernoda. Lalu bergeraklah, dengan senyuman yang baru, wajah yang baru, bersama ketakwaan kepadaNya dan akhlak yang baik dengan langkah yang lebih ringan menuju masa depan. Jangan pernah takut dan gentar.
Posted in Syukur | Tagged detik ini, hari ini, ingat, masa depan | Leave a Comment »
8 December 2009
Belajar lebih menghargai dan memaknai kehidupan,karena kehidupan ini sangat mahal untuk di sia-siakan.
Mengoreksi apa yang selama ini telah dan sedang dilakukan, Pernahkah kita mengukur, bahwa kehidupan kita sudah sesuai dengan Al Quran atau belum?
Wallaahu a’lam bish shawab,
Mengenal dan mengetahui kehidupan di dunia dan akhirat, memahaminya.
Kejayaan manusia dan jin yang tertinggi, adalah bila ia beramal agama secara sempurna, taat terhadap seluruh perintah Allah… menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam segala aspek kehidupannya.
Posted in Syukur | Tagged al Quran dan sunnah, belajar, dunia dan akhirat, lebih baik, manusia dan jin | Leave a Comment »
8 December 2009
Ada hati ibu yang telah terpisah dari diri beliau…
Ada seseorang yang telah membawanya pergi…
Engkaulah itu, yang telah mencuri hati beliau,
Mungkin engkau tidak menyadari atau tak pernah mau sadar,
engkau pura-pura tak tahu, ya?
bahkan engkau berfikir,
engkau tidak pernah melakukannya,
memang benar,
engkau tidak mencuri hati Ibu secara langsung,
tapi secara tidak langsung,
engkau telah melakukannya…..
Engkau bawa pergi,
jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh…..
lalu engkau pura-pura tak mengerti,
saat suatu hari Ibu menangis,
beliau rindu padamu,
ya…
karena beliau teringat buah hatinya,
itulah engkau sang buah hati,
ya…
engkaulah buah hati beliau,
yang akan bisa kembali membuat beliau tersenyum bahagia,
beliau menangis hari ini,
semoga beliau bahagia di suatu hari nanti,
Maha Benar Allah Swt yang telah berfirman:
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Ada kemudahan sesudah kesulitan,
Ada senyuman setelah kesedihan,
Lalu,
Bergeraklah engkau,
dengan apa yang ada dan dekat denganmu saat ini,
untuk menjadi ada,
untuk menjadi apa yang engkau mau,
Mulailah harimu yang engkau miliki saat ini,
dengan semangat baru!
Tolong engkau jaga hati beliau,
yang sedang engkau curi itu,
Semoga suatu hari nanti,
engkau bisa membahagiakan beliau,
Ya,
membuat beliau tersenyum bahagia, indah bukan?
Posted in Syukur | Tagged bahagia, engkau, hati, Ibunda | Leave a Comment »
7 December 2009
Semangat dan niat saja,
tidak cukup dalam melanjutkan langkah mencapai cita-cita.
Namun,
harus di barengi pula dengan ilmu.
Di mulai dari niat, motivasi diri sendiri,
semangat, faktor eksternal
(lingkungan, keluarga, sahabat, dan siapapun)
yang bisa mendukung,
sangat mempengaruhi
terhadap apapun hasil yang akan kita peroleh.
Posted in Sahabat | Tagged dukungan, ilmu, motivasi, semangat | 4 Comments »
7 December 2009
Seringkali kita mengira persahabatan itu bisa abadi dengan cantiknya kalung kekayaan materi,
Seringkali kita mengira keindahan hidup bersama sahabat bisa kekal hanya dengan saling bertatap,
namun rupanya tidak…!!!!
Persahabatan bahkan akan tidak kita sadari, telah terjalin erat di hati dengan saling mengerti dan memahami arti seorang sahabat,..
sehingga tiada lagi celah untuk mencari kekurangannya, namun berupaya menutupi kekurangan sahabat dengan sepenuh hati, agar sang sahabat pun menjadi seorang yang sempurna di mata kita.
Subhanallah…
***
Kesan bersama sahabat, tak akan pernah lupa dari ingatan…
Ada bahagia saat dimengerti…
Ada suka saat diberi…
Ada kagum saat dikunjungi…
Ada kelegaan saat sang sahabat bahagia…
***
Tak ada yang bisa menerka dan mengira bagaimana kehidupan seorang insan dalam menjalani kehidupan ini. Apakah langkahnya akan selamanya indah, mulus dan penuh kebahagiaan, atau bahkan banyak bebatuan yang menyelingi perjalanan. Ada tanjakan yang terjal atau hanya jalanan datar saja?
Tiada yang tahu. Termasuk aku.
***
Begitu juga dalam persahabatan, kisah suka dan duka saat bersama dulu, akan selalu terkenang. Sampai kini kita jarang bertatap lagi. Namun, selalu ada waktu untuk sahabat, walau jarak jauh yang memisahkan, laut kan ku seberangi, gunung kan ku daki..
pepatah yang aku pernah dengar saat itu. Ya, seorang sahabat akan berupaya maksimal untuk kebahagiaan sahabatnya, karena bila sahabat bahagia… itu adalah kebahagiaannya pula.
***
Tentang kebahagiaan bersama sahabat, aku punya note: .., Alhamdulillah..,
ternyata aku sudah punya ponakan baru, buah hati dari salah seorang sahabatku, Intan, teman satu angkatan ketika diperkuliahan dulu. Hari Rabu (021209) bayi imut, lucu, mirip bule itu, telah hadir di dunia ini menampakkan wujudnya, namanya Jhojho Ajjah.
Kami turut bahagia atas kehadiranmu,
Semoga engkau kelak menjadi permata terindah bagi sang bunda, ya Jho..
Semoga engkau menjadi anak yang soleh, mampu membahagiakan kedua orangtua di dunia ini sampai ke akhirat nanti,
Aamiin..
Sahabat, bahagiamu adalah bahagiaku,

Posted in Sahabat | Tagged materi, memahami, mengerti, persahabatan, Sahabat | Leave a Comment »
6 December 2009
Beliau tidak mengutamakan kepentingan sendiri bersama keluarganya. Beliau memberikan kepada orang yang membutuhkan pertolongan, sesuatu yang beliau sendiri membutuhkannya.
Beliau berinfak di jalan Allah sebatas kemungkinan yang dapat beliau infakkan. Beliau merasa berat sekali bila tidak dapat menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Tidak pernah beliau menjawab “tidak” kepada orang yang datang meminta pertolongannya. Bahkan beliau merasa malu bila orang datang kepadanya lalu pulang dengan tangan kosong.
Membenci orang bukan tabiat dan kebiasaan beliau.
(Dikutip dari: H.M.H Al Hamid Al Husaini “Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad Saw, Yayasan Al Hamidiy; Jakarta;1996)

Subhanallah….
Betapa indahnya akhlak, budi pekerti dan kepribadian beliau, cahaya permata yang bersinar abadi membayangi hati-hati yang selalu mendamba syafaatmu…
Allaahumma shalli’ala Muhammad, wa’ala ali Muhammad
Salam untukmu Wahai Habibullah…
Posted in Syukur | Tagged akhlak, berinfak, ikhlas, salam, Syukur | 3 Comments »
4 December 2009
Mengisi hari dengan penuh arti, perlu banyak mengerti, banyak memahami dan menyadari keberadaan diri. Di hari ini, iyyaaa… hanya hari ini.
Hari terindah dari hari paling indah yang ada, hanya terjadi saat ini. Lalu, detik ini juga datang sekali, bukan?.
Karena tak akan ada hari yang sama dengan hari ini. Walaupun esok akan ada pukul 11.00 a.m pula, itu dalam versi lain. Karena ternyata, ia berbeda dengan pukul 11.00 a.m di hari ini. Esok kan hadir pula detik lain dengan nama yang lain, waktu yang lain dan pengalaman yang lain, yang tentu saja berbeda dari saat ini. Sangat berbeda. Bersyukurlah padaNya atas nikmat hari ini.
Alhamdulillah…
***
Jangan cemaskan kehidupan hari esok, karena esok bukanlah urusanmu. Esok dalam kuasaNya. Tiada hakmu atasnya. Lakukan saja yang terbaik saat ini, berbuat saja yang bisa engkau lakukan detik ini. Percayalah, hari bahagia itu kan hadir, dalam waktu yang tak pernah engkau duga. Tetap berikhtiar, berdoa dan tawakkal.
***
Bila hari ini ada pengorbanan yang engkau berikan, maka barengilah dengan keikhlasan yang tinggi karena Allah semata. Tetap aplikasikan wujud pengorbananmu dalam wadah perjuangan yang sedang engkau geluti, dan engkau ada di sana saat ini. Walau di sana engkau temui banyak hal yang engkau tak sukai, yakinlah bahwa ternyata Tuhan masih sayang padamu, dan Ia tunjukkan rasa sayang itu dengan caraNya, yang mungkin engkau seringkali belum mengerti atau memahaminya.
Yakinlah, suatu hari nanti engkau akan menyadari, bahwa pengalaman hari ini sangat berarti.
Lalu, lupakah engkau? bahwa selalu ada Dia bersamamu, kapanpun dan dimanapun.
Semoga engkau selalu ingat, sahabat…
***
Seulas senyum hari ini, dari sahabatmu,
Selamat bersinar…
Posted in Syukur | Tagged arti, berkorban, engkau, ikhtiar, mengerti, sahabatku, tawakkal | Leave a Comment »
4 December 2009
Siapapun engkau,
Dimanapun engkau berada,
Apapun profesimu,
Engkau adalah seorang yang hebat!
Engkau berbeda dan luar biasa!!
Engkau punya potensi, engkau punya waktu,
dan engkau punya semangat!.
Aku sangat bersyukur bisa mengenalmu.
Alhamdulillah,
Aku senang berbagi denganmu.
Engkau membuat aku takjub!
Aku terpesona akan keindahan yang engkau miliki.
Subhanallah,
Ungkapan selamat paling special dariku, for you!
Salamku,
Hanya untukmu,
Posted in Syukur | Tagged engkau, hebat!, luarbiasa, terima kasih | 2 Comments »
3 December 2009
Seringkali masalah datang menyapa diri dalam menjalani hari-hari. Berupa komplen, kejutan, hujatan atau penyalahan terhadap diri. Walau sebenarnya kesalahan itu bukan datang dari kita, tapi atas dasar kekeliruan pihak lain. Bila hal tersebut datang dari pihak eksternal (orang lain). Mari kita mencoba trik-trik berikut ini, dalam menyikapinya:
- Tenangkan hati dan jiwa,
- Sempatkan menarik nafas sejenak,
- Berfikir optimis,
- Yakinkan hati langkah ini sukses 100%!!
- Bila lawan (pihak eksternal) tidak ada di hadapan kita, misalnya: komunikasi via telepon, chattingan atau sejenisnya; yakinkan diri bahwa ia (lawan komunikasi) tersebut sedang berada di hadapan kita. So…, tersenyumlah
sejenak sebelum memberikan feed back).
- Mulailah bertindak, berbicara atau memberi respon dengan sebijak-bijaknya
- Jaga kesopanan. Anggaplah kalau yang ada di pihak eksternal tadi adalah diri kita sendiri.
Bagaimana perasaan kita, kalau kita kembali diperlakukan tidak sopan?
Jadi, walaupun sebenarnya kita tidak salah, jangan malah berbalik menghujat dan menyalahkan oranglain.
Semoga bahagia selalu menyinari hati kita, membahagiakan hati mereka…
Masalah selesai, orang lain dan diri kita bisa tersenyum kembali…. 
***
Betapa indah terasa
&
Damai menyelimuti jiwa
***
Alhamdulillah

Posted in Syukur | Tagged feed back, internal, komunikasi, optimis, pihak eksternal, respon, tersenyum | 5 Comments »
2 December 2009

Berwawasan luas Mau mendengarkan apa yang oranglain katakan Perhatikan dengan cermat dari mana sumber pesan yang kita terima (memperhatikan sumbernya) Mengenali apa yang dibicarakan (dengan menciptakan suasana yang progresif dan kondusif) Berbicaralah secara jelas dan spesifik Jangan takut berkata saya tidak mengerti, dan saya tidak tahu. "Kalau kamu mengatakan bahwa kamu tidak tahu, maka itu sudah setengah ilmu. (bagi kita akan mencari tahu, bagi penanya akan tidak sesat dengan jawaban kita) Jangan sampai terperangkap pada ucapan "adakalanya, atau" Kalaupun perlu mengucapkan hal tersebut, tapi harus ada penegasan Hadapi orang-orang yang kita ajak bicara dengan penuh pengertian Usahakan sampaikan pikiran kita pada waktu dan tempat yang tepat Yakinlah bahwa komunikasi adalah proses yang continue (take and give), saling mengerti.
Ku mencoba mengerti bahwa hidup ini memang sungguh agung untuk disia-siakan. Sebuah pengertian yang menjadi obat bagi kehidupanku, di saat sakit itu menyapaku. Aku masih mengerti apa yang engkau alami saat ini. Aku selalu mencoba mengerti, lebih sering lagi. Pengertian itulah yang membuat aku mau untuk terus melangkah. Kembali tersenyum bahagia mengisi hari ini. Menghampiri setiap insan yang ikut meramaikannya. Lalu menatap padanya dengan penuh kemantapan hati, atas dasar sebuah kepentingan. Kepentingan yang nantinya menjadi sangat luar biasa! sehingga aku merasa penting untuknya saat ini. Karena banyak yang akan bisa tersenyum bahagia pada akhirnya. Dan aku sangat inginkan itu segera hadir.
Senyum itu,
Ya Rabb, teguhkan keyakin bahwa Engkau selalu ada untukku, menemani aku menyelesaikan semua ini sampai tuntas. Demi kepentingan-kepentingan yang sangat berarti:
- Tenang dalam melanjutkan langkah, di saat ku menapaki kerikil yang kutemui.
- Tenang dalam melanjutkan langkah, di saat batu itu membuat aku terlonjak dan segera sadar dari keterpanaanku.
- Tenang dalam melanjutkan langkah, di saat aku semakin yakin bahwa engkau sedang mengujiku.
Mereka yang aku temui, yang melukaiku saat ini, sebenarnya mereka sedang menyediakan obat untuk membuat aku selalu sehat. Sehingga ku kembali merasakan di sakiti, agar aku tidak menyakiti.
Semakin yakin saja aku, bahwa ia yang membuat aku sedih, sedang menyadarkan aku tentang arti bijaksana. Mengerti? Memahami?
“Ramahlah pada semua orang, sampaikan salam dan senyummu dalam membuka percakapan”

Posted in Syukur | Tagged ekspresi, ilmu pengetahuan, komunikasi, mengerti, pengertian, wawasan | Leave a Comment »
30 November 2009
Own, nama panggilan akrab ku, untuk salah seorang saudara laki-lakiku. Beliau adalah kakakku yang kedua. Nama Asli beliau is Ricko. Sekarang, beliau sudah berusia 3 tahun lebih tua dariku.
Wuuuiiih,…… tak terasa ternyata kita sudah sama-sama dewasa, ternyata kita bukan anak-anak lagih…

Oke dey,

Selamat Hari Lahir My Brother, yach,
Selamat meniti hari dengan usiamu yang baru,
dengan semangat baru,
dengan jiwa yang semakin baru,
dengan harapan-harapan baru,
dengan kasih sayang dan cintamu yang selalu ada untuk kami, adik-adikmu… untuk Ayah Bunda kita… dan tentunya yang selalu diperbarui,
Oia, smoga segera bertemu jodohnya jugga ya Own, di kirim seorang pendamping hidup (sang istri solehah) yang paling baru (new), yang indah di pandang, yang baik hatinya, yang suci jiwanya, yang murni akhlaknya, yang tulus budi bahasanya, yang bening tingkah lakunya,
Subhanallah…
tak henti doa terkirim untukmu Own,
special di hari ini, tentunya,
dan sampai nanti…
“Allah Maha Tahu isi hati-hati hamba-hambaNya”
Aamiin,

Alhamdulillah, hanya doa yang ku kirimkan, semoga kesuksesan selalu menemani beliau dalam menjalani hari-hari. Walau jauh di sana, namun kita selalu dekat. Ada jiwa yang telah menyatu, ada hati yang telah melekat. Semenjak saat itu, ketika Ayah Bunda berjuang keras untuk kehadiran kita di dunia ini. Terima kasih Ayah Bunda. Kami anak-anakmu, selalu berupaya untuk membuat Ayah Bunda tersenyum… kami lakukan yang terbaik, dalam iringan doa Ayah Bunda. Subhanallah, doakan kami menjadi putra putri yang pintar berbakti wahai Ayah Bundaku, Aamiin.

Posted in Syukur | Tagged Ayah Bunda, birthday, family, my brother, own, parent, selamat hari lahir | 2 Comments »
30 November 2009

Para model yang menemani hari-hari engkaudanaku menjadi semakin indah: Ki-ka; Ro!;Lara;Intan;Gun;Iis;Lisbeta;Tari;Siti;Tya; Maryas;Citra;Dede;Mey;Eni;Teteh;Iyun; Titih;Ima. "Ekspresimu itu lho......indah semua"
Hai, apa kabar semuanya??
Kangen aku padamu, prend!
Baru saja aku buka file-file kenangan engkaudanaku yang selama ini tersimpan rapih. Banyak pic yang menjadi bukti saat-saat terindah di waktu kita bersama. Dan ada satu yang aku paling suka, aku save di sini ah…
“Hari terus berganti, tanpa pernah kita sadari. Hingga kini, waktu terus berjalan tiada henti. Tanpa kita menyadarinya , ternyata kebersamaan yang kita jalin selama ini, mulai berkurang, seiring dengan terbatasnya kesempatan bagi kita untuk bertemu langsung. Semoga kesuksesan menyertai engkaudanaku dalam melanjutkan langkah kita masing-masing. Hingga akhirnya, sejak saat perpisahan itu tiba, sampai saat ini, kita sudah mulai jarang bertemu. Ini saat-saat kita masih berkumpul bersama. Tahun 2008. Yah! Setahun yang lalu.
Ketika wajah-wajah kita masih cute! sekarang masih cute, kan prend?
Ketika senyuman kita masih tulus! sekarang masih tulus, kan prend?
Ketika ekspresi kita yang unik itu muncul! sekarang masih bisa berekspresi, kan prend?
Masya Allah, sungguh asyikk …!!
“Engkaudanaku yang gak bisa tenang kalo ngeliat kamera. Saat ada yang ngasih aba-aba untuk dipotret, kita langsung beraksi. Dan semangat 45-nya langsung muncul. Seperti dalam pic ini. Upz!
“
Bagi yang wajahnya ada disini, beruntunglah dirimu….bisa eksist. Heheee…
Sedangkan wajah aku, tertutup kepala Tya
Hwaaaaaa….
Beginilah gambaran hari-hari kita di tahun terakhir bersama di kampus tercinta.
Canda, tawa, bahagia, tersenyum penuh kebahagiaan.
Terima kasih atas kebersamaannya
Terima kasih atas ekspresinya

Posted in Sahabat | Tagged education, Politeknik LP3I Bandung, Sahabat, table manner, tersenyum, tertawa | 1 Comment »
26 November 2009
Alhamdulillah, kehidupan penuh kedamaian menyelimuti aku. Di sekelilingku, terjalin tali silaturrahmi yang sempurna, tercipta suasana yang saling menghargai, saling memberi dan memaafkan, saling berkirim kabar dan informasi, saling mengerti, saling mengingatkan, saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Dan aku sangat suka kondisi seperti ini berlangsung selanjutnya, mulai hari ini dan sampai nanti, selamanya. Aamiin.
Alhamdulillah, tidak terasa esok lebaran menjelang. Idul Adha 1430H tahun ini Insya Allah, akan aku rayakan di kota ini, Bandung, bersama teman-teman kostan yang tidak mudik tahun ini.

Walau raga jauh dari keluarga, tidaklah mengapa. Yang pastinya komunikasi selalu tetap bisa disambungkan. Meski sanak dan famili jauh di sana, namun di hatiku beliau selalu dekat, seperti Dia yang selalu menjagaku. Jauh di mata dekat di hati. Begitu sloganku beberapa tahun terakhir ini.
Sedih juga sih, jauh dari keluarga. Tapi, demi masa depan yang lebih baik, everything is oke. Enjoy this live and keep spirit! Saling berkirim pesan, itu pasti! Saling bertukar informasi itu penting, dan saling mendoakan dari kejauhan ini yang selalu tak pernah ketinggalan. Orangtua merestui, keluarga mengizinkan, lalu tersenyumlah bahagia di hati.
Menjelang lebaran tahun ini, aku kembali teringat suasana saat itu (beberapa tahun yang lalu), ketika aku pernah mencoretkan sesuatu di lembaran jiwaku. Saat aku sempat menyaksikan di layar televisi, beribu bahkan berjuta insan berduyun-duyun mengitari ka’bah di kota yang selama ini berada dalam impianku. Beliau tersebut adalah umat muslimin yang telah diundang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menunaikan panggilan suci, menunaikan ibadah haji di tanah suci, Baitullah.
Subhanallah, airmataku mengucur deras, teringat dan terbayang bahwa yang berada di sana adalah aku. Ya, seorang aku. Dan ternyata bukan hanya aku yang berangkat ke sana, ada yang lain bersamaku,… iya, (tepat sekali) aku beserta keluarga, Ayah Bunda dan orang-orang tercinta. Betapa indahnya perjalanan ke sana, bersama damai jiwa, berteman senyuman penuh tawadhu di hati, di selingi isak penuh keinsyafan….tafakur di bawah pandanganNya. Subhaanallah. Aku seakan sudah mengalaminya. Insya Allah, hari itu kan hadir untukku, untuk kami dan untuk kita… untuk engkaudanaku. Yakinku.
Mohon doanya untuk kehadiran engkaudanaku di tanah suci, di hari yang tepat dan saat yang paling indah dalam rangka menunaikan ibadah haji dengan sepenuh hati, membawa jiwa yang selama ini terkotori, untuk kembali suci dengan tiket haji yang mabrur. Semoga Allah Yang Maha Mengetahui isi hati-hati hambaNya, mengirimkan undangan istimewa dariNya, special untuk kita semua (engkaudanaku) menuju ke Baitullah. Aamiin ya Rabbal’aalamiin
. Trim’z.
Labbaikallaahumma labbaika,
labbaika laa syariikalaka labbaika,
innalhamda wanni'mata laka walmulka laa syariikalaka.
Aku datang memenuhi panggilanMu,
Ya Allah... Aku datang memenuhi panggilanMu...
Aku datang memenuhi panggilanMu,
(Tuhan) yang tidak ada sekutu bagiMu,
aku datang memenuhi panggilanMu...
Sesungguhnya segala pujian,
nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaanMu,
tidak ada sekutu bagiMu...
“Dalam perjalanan panjang yang sedang aku tempuh ini, di sepanjang perjalanan, adakalanya aku melihat pernak-pernik indah yang dipajang untuk dijual di warung-warung ujian. Sering aku tergoda untuk memilikinya, karena keindahannya yang menyilaukan mataku. Anting kesopanan, bros kemurahan, gelang keikhlasan, cincin ketawadhuan, kalung kejujuran, dan banyak lagi perhiasan yang membuat aku tergiur padanya. Aku sangat ingin memilikinya untuk aku pakai, mempercantik jiwaku. Agar aku senantiasa merasakan keindahan dalam setiap langkah kaki yang aku pijakkan, dan ayunan tangan yang aku gerakkan.”
“Akupun sangat ingin menghijab ragaku dengan lembaran gamis malu, berjilbab kehormatan diri, berkaos istiqomah, dengan manset akhlaqulkarimah. Dilindungi sepatu keteguhan hati dan kemuliaan budi. Serta mendandan cantik wajahku dengan pelembab sederhana, berlipstik tutur indah penuh dzikir, bermaskara senyuman yang tulus, ditambah eye shadow keanggunan. Subhanallah, betapa cantik seperti itu yang aku dambakan selama ini, menghiasi seorang aku. Inner beauty yang terpancar lewat sosok seorang muslimah sholehah. Berbalut energi dan kharisma dengan ketegaran hati menghadapi setiap uji. Dengan sorot mata yang berbinar-binar namun penuh keteduhan, menyimpan sinar kejujuran untuk aku bagikan pada semua yang aku pandang. Subhanallah, sebuah kesempurnaan cita-cita, titipan termahal dariNya, harta paling berharga.”
Izinkan hambaMu yang lemah ini untuk mampu mengemban amanah dariMu Ya Rabb, Aamiin… 

Laa tahzan, innallaaha ma’ana….
“Semoga hamba-hamba Allah (kaum muslimin dan muslimat) yang telah di undang olehNya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, 1430H, membawa oleh-oleh berupa haji yang mabrur.”
Aamiin,

Posted in Syukur | Tagged Bandung masa kini, Gedung sate, jauh di mata dekat di hati, kesejukan wajah bandung, lebaran Idul Adha 1430 H, November tahun 2009, sebuah catatan menjelang hari lebaran, Syukur, tentram di hati | Leave a Comment »
25 November 2009
Alhamdulillah…

Kembali sebuah ujian menerpaku. Ada kabar dari sahabatku, 
Aku yakin, engkau pun tahu, apa itu flash disk, bukan? Tentang kegunaan dan fungsinya?
Sebuah alat yang ukurannya tidak terlalu membutuhkan tempat bila di bawa kemana aja. Biasanya digunakan untuk menyimpan data-data penting, picture or other …
Sebuah benda yang bagiku sangat berharga itu (karena banyak data sangat/super/banget/penting ada di sana, dan tidak ada back up-nya, baru saja hilang. Sebuah FD yang harganya memang lebih dari $ 10, tentunya….baru saja raib dibawa pergi oleh orang lain, setelah sebelumnya dipinjem oleh sahabatku. Saat Sang Sahabat lengah, kejadian itu berlangsung. Innalillaahi wainna ilaihi raajiuun. Semua milikmu dan kini ia kembali kepadaMu Ya Allah…
Jadikan ia lebih bermanfaat pada genggaman (orang) yang telah memilikinya sekarang, nanti dan selamanya. Dan limpahkan pula keberkahan padanya. Tolong jaga (ia) agar mampu mengemban amanah darimu, atas semua data penting yang ada di dalam FD itu. Tolong bimbing (ia) agar mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tolong (ia) agar mampu menjaga lisan dan raga (nya) untuk menyimpan setiap rahasia yang sangat banyak di dalam FD tersebut Ya Rabb…
Di FD itu ada sebagian kepercayaanku…
Di FD itu ada sebagian kasih sayangku…
Di FD itu ada sebagian cintaku…
Di FD itu ada sebagian doa-doaku…
Di FD itu ada sebagian keprihatinan dan kebahagiaanku…
Di FD itu ada sebagian rasaku…
Di FD itu ada sebagian kenangan-kenanganku…
Di FD itu aku menyimpannya…
Bila memang Sang FD bukan lagi menjadi hakku, maka tolong beri keberkahan saat keberadaannya pada (orang) yang berhak memilikinya Ya Rabb…
Ini keputusanNya…
Semoga ada hikmah terindah yang bisa aku petik dari keadaan ini. Aku yakin, Allah telah menyediakan penyimpan data tercanggih untukku, sebagai penggantinya. Bukan lagi Sang FD yang hilang, tapi data-data itu tersimpan rapi di dalam file-file naluriku.
Agar aku kembali berserah padaNya…
Alhamdulillah,
Posted in Syukur | Tagged alhamdulillah, Syukur, pengorbanan, kepercayaan, USB, Flash Disk, sebuah ujian, kehilangan | 2 Comments »
24 November 2009
Selalu ada tempat untuk berbagi, dan selalu ada waktu untuk berbagi. Namun kalau berbagi cinta? adakah tempat dan waktu untuk hal yang satu ini?
Oupzz! Baru saja aku membaca sebuah kalimat yang intinya, seorang akhwat tangguh yang dicari untuk siap berbagi cinta. Aku (terhenyak dalam kelu).
Aku terkaget-kaget setelah membaca kalimat ini. Subhanallah, Maha Suci Engkau Ya Allah, yang senantiasa mengisi hati-hati kami dengan sebuah nikmat terindah dariMu (cinta). Cinta adalah rezeki termahal darimu pada kami, hambaMu. Namun bila suatu saat ada kalimat seperti diatas, sampai padaku dan diajukan padaku.. ?
Wallaahu a’lam bish shawab.
Aku tak akan mampu berkata apa-apa. Hanya Engkau Yang Tahu apa yang aku fikirkan. Mungkin karena belum teguhnya keimananku dan karena masih kurangnya ilmu yang aku miliki saat ini, dan karena belum sempurnanya pemahaman yang sampai padaku, sehingga aku kembali tertegun karenanya. Sebuah kalimat yang sangat mengusikku. Sebuah kalimat yang Subhaanallah, membuat aku tidak percaya. Astaghfirullaahal’adziim. Hanya kepadaMu hamba berlindung Ya Rabb, …:) Aku kembali menyangsikannya, aku benar-benar tidak percaya. Aku belum sepenuhnya memahami tentang arti berbagi cinta. Hikzz…..
(Lha…. aku nulis hal begini, ini, karena aku ingin suatu hari nanti aku bisa membacanya kembali, dalam kondisi yang berbeda, dalam suasana yang lebih ceria, bukan dalam kelu seperti yang aku alami saat ini)
“Aku ingin menjadi seorang hamba yang bertaqwa padaNya.”

Ada orang mengatakan: “JIKA KAU BERIKAN HATIMU ATAUPUN CINTAMU PADA MANUSIA NISCAYA DIA AKAN MEROBEK-ROBEKNYA. TAPI KALAU HATI YANG PECAH ITU DIBERIKAN PADA ALLAH NISCAYA AKAN DISATUKANNYA. ARTINYA CINTA DENGAN ALLAH PASTI TERBALAS. DAN ALLAH TIDAK MEMBIARKAN ORANG YANG DICINTAINYA MENDERITA DI AKHIRAT.”

Posted in Syukur | Tagged alhamdulillah, Syukur, keindahan, indahnya berbagi cinta?, rezeki yang tak terhitung, dalam kelu, dalam diam, asyiknya bertafakur, qurban | Leave a Comment »
24 November 2009
Iya, tiada yang gampang dan terjadi begitu saja di dunia ini. Semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan. Dan tiada sesuatu yang instan, pasti melewati proses yg panjang terlebih dahulu untuk sampai ke tujuan akhir. Begitu pula dengan kehidupan seorang insan. Untuk bisa sampai ke alam akhirat dengan damai dan tenang, ia perlu berjuang lebih giat di dunia ini. Memperbanyak pahala, mengumpulkan bekal keimanan dan yang pastinya memelas selalu pada Sang Pemilik diri. Untuk bisa melakukan semua itu pun perlu perjuangan. Berjuang untuk menghindari sesuatu yang menggoda alat penglihatan (mata) di tengah malam yang gelap gulita untuk bisa bercakap denganNya dalam sepi. Berkorban waktu untuk tidak selalu memikirkan kepentingan diri sendiri namun mempedulikan kepentingan orang lain. Dan proses dalam menjalani semua itu butuh konsentrasi pada tujuan yang sebenarnya. Apa inti dari perjuangan itu sendiri?, kalau bukan meraih kemenangan pada akhirnya, maka akan sia-sia saja waktu yang telah digunakan dihabiskan selama ini. Namun, saat kemenangan ada dalam genggaman, semua orang boleh menikmatinya. Terasa indahnya…. Karena keberadaan diri adalah sebagai sarana bagi sampainya kecintaan Ilahi pada makhlukNya dan kecintaan makhluk pada penciptanya.
Setiap saat aku terpaku,
aku menyadari……. ternyata saat itu aku lupa padaMu,
Setiap kali aku merasa beban ini semakin berat,
aku menyadari……. ternyata saat itu aku lupa padaMu,
(Cakap engkaudanaku dalam sunyi…)

Posted in Syukur | Tagged keimanan, pengorbanan, perjuangan, Syukur | Leave a Comment »
24 November 2009
Hari-hari memiliki keindahan dan keunikannya masing-masing. Tak hanya bahagia yang saja yang ada, kadang duka menyelimuti. Namun pasti selalu bahagia pada akhirnya, karena hati menanggapinya dengan senang ceria.
Perlu menghadapi kehidupan ini dengan penuh senyuman, taburan semangat dan introspeksi diri. But, terima kasih adalah ucapan yang tidak boleh ketinggalan, yoo… 
Saat dikoreksi, saat di puji, saat di salahkan, saat diisengin, saat di senyumi apalagi… kuddu berterima kasih sebanyak-banyaknya, ucapan terima kasih dengan tulus dan ikhlas.
Bunda yang pernah mengajarkanku begitu, jangan pernah lupa begitu saja akan jasa-jasa orang lain.
Sekecil apapun itu, selalu di ingat. Lalu berupaya untuk membalasnya dengan balasan yang setimpal dan bahkan lebih baik lagi.
Ya Allah,
Bimbing hamba untuk tahu bagaimana membalas budi…
dan beri hamba kemampuan untuk membalas budi…
budi baik dari hamba-hambaMu yang baik hatinya…
Dan,
Beri hamba kesempatan dan kemauan untuk mengikuti jejak beliau…
Jejak yang paling baik…
jejak dalam kebaikan…
Lalu,
Kumpulkan kami kembali dalam sebaik-baik pertemuan…
Aamiin
Posted in Syukur | Tagged budi baik, ingat jasa-jasa oranglain, orang baik, semangat, senyum, Syukur, tulus dan ikhlas | Leave a Comment »
20 November 2009
Seorang yang baik tidak selalu memberikan pujian untuk sahabatnya. Namun suatu saat akan pernah mengungkapkan kalimat-kalimat yang berisi ejekan, celaan atau pun pelecehan kepada seseorang yang katanya, sahabatnya. Atau bertatap sinis pada sahabatnya. Mengapa? mungkin karena kondisi hatinya yang masih labil, atau keadaan jiwanya yang tertekan. Sehingga sering kali ia tidak menyadari, bahwa kalimat yang dilontarkannya telah membuat sang sahabat merasa dihina dan direndahkan harga dirinya.
Lalu bagaimana tanggapan Anda terhadap sahabat yang seperti ini?
Sebagai seorang sahabat yang baik, tidak selamanya kejelekan dibalas dengan hal yang serupa. Seringkali ejekan, tatapan sinis dan pelecehan itu menjadi sumber semangat (bagiku khususnya), untuk terus berupaya mengoreksi diri, introspeksi dan mengenal diri lebih dalam lagi. Bisa jadi, apa yang disampaikan oleh sang sahabat benar adanya pada diriku. Lalu, kalau memang apa yang disampaikannya itu memang benar, lalu untuk apa berkilah, berusaha untuk mengelak, atau mencari-cari alasan untuk kembali menghujat sahabatku itu? atau bahkan sampai memutarbalikkan fakta? tiada arti semua kejadian tanpa ada hikmah yang bisa ku petik dari hadirnya. Kebaikan dan keburukan yang aku alami adalah sebagai peringatan dariNya, dan menjadi bagian dari ujian atas kasih sayangNya padaku.
“Biarlah doggy menggonggong, kafilah tetap berlalu”.
Sebuah pepatah yang mungkin sangat asing bagiku. Walaupun begitu, aku pernah mendengarnya di suatu hari, yang ternyata hari ini bisa aku simpan di sini, sebagai pelengkap kata, sebagai penghias penampilan, sebagai pedoman dan pendukungku.
Aku yang merasakan getirnya di cela, di remehkan dan di anggap tak berarti.
“Semoga itu salah, karena aku sangat berarti dalam kehidupanku”, berontak jiwaku.
Subhaanallah,….. tanpa aku sangka, ternyata hari ini aku menemukan sesuatu yang aku belum pernah rasakan selama ini. Ya, dan itulah pengalaman berharga bagiku. Seorang sahabat yang ternyata telah menginjak-injakku (bukan….bukan menginjak-injak maksudku, tapi menjatuhkan aku sejenak).
Aku yakin, sahabat punya maksud baik padaku. Semoga maksud yang tersimpan dari sikap beliau padaku, bisa menjadikan aku lebih menyadari, bahwa ternyata aku memang bukan siapa-siapa. Aku hanyalah seorang yang papa, yang ingin tahu segala hal, sehingga saat aku berproses untuk itu, ada yang sengaja menudingku.
Subhanallah, terasa manis perjalanan ini. Semakin indah menikmati pemandangan yang di suguhkan alam padaku, agar aku terus semangat dalam melangkahkan kaki menelusuri jalanan ini. Kupu-kupu yang mengepakkan sayapnya di kiri dan kananku, seakan menyapaku dengan manis tatapnya dan berpesan begini,
“Wahai sahabat, aku lah sahabatmu yang paling indah, yang tak akan pernah mau dan mampu untuk menghujat dan mencelamu, apalagi meremehkanmu. Karena kalaupun aku melakukannya padamu, karena memang itu adanya dirimu, aku yakin engkau tidak akan tahu, karena aku tidak akan pernah mengatakannya padamu. Karena bahasa kita berbeda, bukan? So, mulai detik ini, kembalilah tersenyum wahai sahabatku, pandanglah indah sayapku, tataplah warna tubuhku yang kemilau, dan perhatikanlah betapa keindahan persahabatan itu ada padaku. Engkau tidak akan pernah kecewa olehku. Engkau akan selalu bahagia bersamaku, dan engkau akan menikmati ketulusan hatiku atas persahabatan ini, selamanya.”, begitu suara sang kupu melintas, menyejukkan hatiku.
Subhanallah. Betapa aku kagum pada kupu-kupu itu, tanpa suara yang di ucapkannya, aku bisa menangkap banyak energi yang ada disana, untuk disalurkannya padaku. Agar aku bisa kembali untuk tersenyum. Terima kasih wahai kupu-kupu yang cantik, selalu indah bersamamu. Kujaga selalu persahabatan kita, yang tak akan pernah berakhir. Alangkah indahnya perjalanan ini. Aku semakin menikmati indahnya menelusuri setiap tikungan dan pendakian yang aku temui.
Semangatku kembali muncul, bangkit! Aku pasti bisa mencapai tujuan dengan senyum terindah pada akhirnya. Biarlah, biarkan apa yang akan mereka katakan atasku. Aku masih mempunyai sahabat. Ya, sahabat yang tak pernah mau menghancurkan aku. Bahkan aku masih punya sahabat yang selalu meminta aku untuk terus bergiat. Agar aku tidak selalu berada pada keadaan yang sama, dalam waktu yang berbeda. Iya, terima kasih sahabat, atas cintamu. Terima kasih atas celamu, ejekanmu, dan pandangan sinis itu.
Yakinku, maksudmu baik padaku. Engkau menyinisiku dengan tatapmu itu, seakan engkau memberi kabar padaku, bahwa aku tidak boleh melakukan hal yang sama padamu atau pada sahabat kita yang lain, karena itu tidak baik. Ini yang bisa aku tangkap dan ambil hikmahnya darimu. Terima kasih sahabat….
Yakinlah, suatu hari nanti, kita akan bertatap dalam tatapan terindah. Bukan tatapan sinis yang muncul darimu. Atau tatapan sinis sebagai balasan dariku. Tapi, suatu hari nanti, tatap kita benar-benar indah, terindah, dan tiada kata lagi yang bisa mewakilinya, hanya kita yang bisa mengerti bahwa itu adalah seindah-indahnya tatapan yang kita pernah tahu.
Yakinlah, suatu hari nanti, kita akan kembali bercakap dalam percakapan terbaik. Untuk sampaikan pujian, ya…..pujian tulus dari kedalaman hati (ciiiiieeee….)
Saat itu kita bersalaman erat. Menikmati indahnya persahabatan antara insan yang saling mengisi karena izinNya. Semoga suatu hari nanti kita bisa tersenyum bersama. Mengingat saat-saat terindah yang pernah kita lalui bersama, termasuk saat-saat terpahit yang kita alami.
Yakinlah, suatu hari nanti aku kembali berterima kasih padamu, yang telah berpartisipasi membuat aku bisa berubah dan terus semangat melanjutkan langkah ini, walau tanpamu di sini untuk saat ini.
Yakinlah, ucapan terima kasih itu akan semakin banyak lagi, wahai sahabatku….
Salam seorang sahabat,
Posted in Sahabat | Tagged hikmah persahabatan, hinaan dan celaan pembangkit semangat, kalimat sahabat, lalu bagaimana tanggapan Anda?, pujian, Sahabat, sahabat setia, semua indah pada waktunya, tatapan terindah persahabatan, terima kasih, warna-warni persahabatan | Leave a Comment »
19 November 2009
Smile,
Ku sambut engkau dengan sepenuh hati, ku temani hadirmu dengan jiwa ini.
Menumbuhkan semangat diri dengan memunculkan emosi smiLe terlebih dahulu.
Lalu, memulai aktivitas dengan satu kalimat indah ini, bismillaahirrahmaanirrahiim…..,
Hari ini sangat berharga untuk di sia-siakan. Karena ia hadir untuk diisi dengan hal yang berguna saja, yang tidak berguna sebaiknya diabaikan, aaacch
“To increase my knowledge, I wish to do more than that I can do. Learning by doing is my quotation today, and forever. Nice sentence. It’s make me happy, get more spirit to do something that never I done.”
Kalimat indah yang sangat mendukung untuk menjadikan engkaudanaku beberapa langkah lebih maju dari kemaren. Aamiin
Ciri kepemimpinan ditunjukkan saat kita mampu melakukan sesuatu yang bisa menjadi contoh bagi orang lain. Berkaca pada keadaan. Berpedoman pada lingkungan. Bersikap sebaik-baiknya. Bertolak dari pengalaman.
Aku sedikit penasaran. Sehingga aku pun mencoba. Mengambil hikmah di perjalanan panjang untuk menerangi sesama. Mengambil kebaikan-kebaikan yang ada. Berusaha untuk menghindari yang kurang baik, apalagi yang tidak baik.
Aku takjub!
untuk saat ini

Posted in Syukur | Tagged hikmah dan makna, kalimat, knowledge, melangkah lebih indah, pemimpin, pengalaman, senyuman manis, smile, Syukur | Leave a Comment »
18 November 2009
Yakin, aku mampu tersenyum lebih cantik lagi…
Yakin, aku mampu melewati hari lebih ceria lagi…
Yakin, aku mampu berbagi lebih banyak lagi…
Yakin, aku mampu membahagiakan kedua orangtuaku…
Berkat doa, cinta dan kasih sayang beliau, aku sampai di sini, aku bisa begini…
***
Meski saat ini fikiranku bercabang. Aku jadi berupaya kuat untuk bisa focus dan lebih konsentrasi lagi ke satu titik. Ya, hanya satu titik yang aku tuju. Dan hanya dengan satu titik itu aku bisa melangkah lebih semangat lagi.
Ya Rabb, tiada daya dan upayaku tanpa pertolonganMu….
Sungguh aku malu padaMu, namun aku masih berani untuk meminta padaMu, karena hanya Engkau satu-satunya yang aku harap…
Lagi dan lagi, aku kembali padaMu,
***
Engkau cukupkan aku dengan kaki, tangan dan anggota tubuh yang begitu sempurna,
Engkau cukupkan aku dengan akal dan fikir untuk merenung,
Engkau titipkan aku sebuah hati untuk bisa merasakan,
Engkau titipkan nikmatMu padaku,
Alhamdulillah…
***
Pada mereka, aku hanya bisa tunjukkan wajah ceria, pada mereka aku hanya bisa sampaikan senyum bahagia, namun padaMu aku bermohon, padaMu ku meminta dan mendoa, memuji dan mengharap, agar langkah ini semakin tegap…
***
Oia, ada yang mau eksist di sini….
Ini kaki-kakinya engkaudanaku, di potret saat-saat ia beristirahat hari itu,
(penting nie…
)
Karena aku sayang padanya, aku simpen dirinya sini ach…
***
Bersama…
engkaudanaku melanjutkan langkah dengan ketulusan,
Bersama…
engkaudanaku melanjutkan langkah menuju ke satu tujuan,
***
Yang kiri kakiku, yang kanan kakiku…
Yang kiri kakimu, yang kanan kakimu…
kiri kanan kakiku,
kiri kanan kakimu,
Kaki kita,
Betapa damainya mereka,
betapa akurnya mereka,
mereka begitu rukun,
tiada perdebatan itu,
tiada pertengkaran itu,
***
Alangkah indahnya bila kita bisa mencontoh mereka,
yang terus melangkah walau jalanan itu berliku,
yang terus melangkah untuk menyampaikan diri pada tujuan,
yang setia menemani diri dalam melewati hari-harinya,
yang terus melangkah,
melangkah lagi,
dan kadangkala berlari-lari kecil,
agar lekas sampai ke tujuan,
Posted in Syukur | Tagged cantik, kaki, melangkahkan kaki, Melanjutkan langkaH, Syukur, syukurku padaMu Ya Rabb, tersenyum | Leave a Comment »
17 November 2009
Ibundaku sayang,
kembali ku ingat wajahmu yang penuh senyuman itu,
engkau yang mengajariku bagaimana tersenyum simpul,
engkau yang menerapkan padaku arti sebuah kasih sayang,
engkau yang meneladankan padaku bagaimana keikhlasan itu,
Ibundaku sayang,
sudah aku temui banyak orang yang tulus,
sudah aku temui banyak orang yang penyayang,
sudah aku temui banyak orang yang ramah dan penuh cinta,
namun aku belum menemukan kelembutan seperti yang engkau miliki,
Ibundaku sayang,
Kenanganku bersamamu,
engkau yang tidak pernah mengajarkan aku untuk mengeluh,
engkau dorong semangatku untuk selalu bergiat,
dalam kondisi apapun,
ketika saat ini, aku rapuh,
aku kembali ingat pesan Bunda,
Ibundaku sayang,
pernah engkau berpesan padaku,
“Jangan setengah-setengah kalau berbuat, lakukan saja”, begitu kata Ibunda.
aku selalu ingat pesan Bunda,
Ibundaku sayang,
pernah engkau berpesan padaku,
“Jangan buat Ayah Bunda kecewa ya Nak”, begitu kata Ibunda.
aku masih ingat Bunda, dan akan selalu ingat.
Ibundaku sayang,
pernah engkau berpesan padaku,
“Jaga apa yang patut untuk engkau jaga ya Nak, karena Bunda tak selamanya di sisimu”, begitu kata Ibunda.
aku terharu Bun….
Ibundaku sayang,
pernah engkau berpesan padaku,
“Ingat siapa yang selalu ada bersamamu, ya Nak”, begitu kata Ibunda.
iya Ibundaku sayang, ada Allah yang selalu bersamaku kapanpun dan dimanapun,
Terima kasih Bunda….
Saat ini ragaku jauh dari Bunda, namun jiwa kita selalu dekat ya Bun…
Seperti Dia yang selalu ada bersama kita…
Semoga Bunda selalu bahagia, Aamiin
Posted in Syukur | Tagged bahagiakan Ibundaku, bersama jiwa Bunda, bunda, jauh di mata dekat di hati, kelembutan, keramahan, ketulusan dan keikhlasan, pesan-pesan Bunda untukku, sayang Bunda padaku, senyuman, Syukur | Leave a Comment »
16 November 2009
Dalam perenungan indahku, aku kembali teringat dengan kalimat-kalimat yang berseliweran di fikiranku.
Kebahagiaan terindah ada bersama ketenangan hati.
Apa gunanya harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, dan ketenaran di mana-mana, apabila hati belum menemukan ketenangannya.
Sungguh tiada akan ada artinya semua nikmat yang dimiliki.
Begitu pula dengan keluh kesah yang selalu muncul di setiap waktu yang dimiliki.
Memang insan diciptakan dengan keluh kesahnya, karena kodrat sebagai hambaNya yang diciptakan dengan keluh kesah.
Selalu ada keinginan untuk mendapatkan lebih banyak lagi dari yang sudah berada dalam genggaman.
Setelah mendapatkan satu hal yang selama ini diangan-angankan, di lain waktu akan muncul angan-angan baru, untuk segera di gapai.
Begitulah kehidupan insan, beralih dari angan-angan menuju angan-angan yang lain.
Sehingga kadang insan lupa akan keberadaan dirinya di dunia ini.
Karena sudah begitu tersibukkan dengan harapan-harapan itu
Bahagia tak bisa lagi ternikmati dengan baik, karena hari-harinya telah tersibukkan dengan angan-angan baru yang belum pasti bisa diperoleh.
Sedangkan hari ini yang seutuhnya telah menjadi miliknya, malah di sia-siakan tanpa mengisinya dengan hal yang berguna.
Wallaahu a’lam bish shawab….
***
Eits… kalimat-kalimat ini muncul begitu saja di memoriku, dan aku coba mengikatnya di sini, agar ia tidak hilang, pergi begitu saja.
Untuk kembali bisa dibaca oleh seorang aku, ya, diriku.
Sebagai pengingat bagi aku yang masih sering tersibukkan dengan harapan-harapan itu.
Aku yang masih diliputi keluh dan kesah itu.
Aku yang masih sering lupa akan tujuan kehidupanku.
Aku yang masih berupaya untuk menggapai ketenangan di hati.
Aku yang masih belajar tentang banyak hal, terutama bagaimana mensyukuri nikmatNya yang begitu banyak melimpah padaku. Dan aku yang perlu belajar lebih banyak lagi tentang apapun itu.
Astaghfirullaahal’adziim
Akulah insan itu…….
Astaghfirullaahal’adziim
Posted in Syukur | Tagged aku dan belajar, fikirku, harapan, insanNya, kebahagiaan, kehidupan insan yang penuh harapan, keluh kesah, kembali ingat, membaca fikiran, memory, Syukur | 2 Comments »
16 November 2009
Pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan hidup ini adalah tentang suka dan dukanya. Tanpa mereka (suka dan duka), kehidupan ini tidak akan berwarna, bahkan menjadi hampa saja. Indahnya warna warni pengalaman itu terasa, bukan yang pernah aku alami saja. Namun dari pengalaman orang lain, teman-teman dan sahabat, kiranya itu yang terbaik untuk menjadi pengalaman penting bagiku. Pengalaman bahagia dan sengsaranya dalam berteman. Hubungan persahabatan yang begitu dekat, hingga akhirnya menimbulkan masalah. Sebenarnya, bukan sebuah hubungan yang menjadi masalah, tapi kembali lagi kepada diri kita masing-masing dalam menyikapi masalah tersebut. Begitu pesanku pada sang sahabat, atas suka dan atau duka yang beliau rasakan.
***
Saat ada seorang sahabat lagi jatuh cinta, beliau begitu bahagia dalam menjalani hari-harinya. Tiada hari tanpa senyuman, tiada hari tanpa berbagi cerita tentang perasaannya saat itu. Aku yang mendengarkan, ikut berbahagia. Hari-hariku pun penuh bunga-bunga indah, dan aku sangat menikmatinya. Alhamdulillah….seakan aku yang sedang jatuh cinta saat itu. Upz…..! betapa indahnya
Begitulah dalam berteman, suka-suka bersama, tiada hari tanpa bahagia, selalu ada waktu untuk berbagi rasa, bercerita bagaikan kepada keluarga sendiri. Semua terbuka saja, suka-suka kita.
Saat ada seorang sahabat yang sedang putus cinta, beliau begitu menderita dalam menjalani hari-harinya. Tiada hari tanpa mengucurkan airmata sendu, sedih, berduka, tiada hari tanpa berbagi cerita tentang perasaannya saat itu. Aku yang mendengarkan, ikut terharu. Empati bermunculan, bertebaran di permukaan bumi ini. Alhamdulillah, terima kasih duka…seakan aku yang sedang putus cinta saat itu.
Itulah indahnya berteman, duka bersama, selalu ada waktu untuk berbagi rasa.
Empati dan peduli dalam berteman, mengokohkan jalinan persahabatan kita.
Hingga saat ini, kita masih begitu, dan selamanya.
Namun, kadang suka dan duka itu datang beriringan. Seperti saat ini, ada seorang teman yang sedang jatuh cinta, dan ternyata dalam waktu yang bersamaan, teman yang lain sedang patah hati, berduka di tinggal pacarnya. Lalu aku jadi nya gimana? Haruskah hatiku terbagi pula? untuk berduka dan bahagia dalam waktu yang sama? Oh tidak. Aku tetaplah aku, yang bisa menjadi sahabat sejati. Saat sahabat berduka, aku empati. Saat sahabat bahagia, aku turut menikmati. Intinya, tiada yang merasa dirugikan. Suka duka bersama… dan kita bahagia.
***
Olalaaa…….. baru saja ada pesan dari sahabatku yang sedang bahagia dan yang sedang berduka itu, aku diminta untuk menyampaikannya di sini, karena ini sebuah wasiat, maka atas nama persahabatan, aku berbagi:
“Wahai Saudara kami kaum laki-laki, kami perempuan juga punya perasaan. Bahkan lebih banyak menggunakan perasaan dalam hari-hari kami. Oleh karena itu, jangan biarkan kami dalam duka yang berkepanjangan, karena cinta semu itu. Bantulah kami untuk menghadapi duka yang pedih itu, dengan hati terbuka. Dan tolong pula doakan kami……., agar kami bisa menikmati indahnya rasa suka dengan sempurna. Agar apa yang kami rasakan ini, tidak sia-sia.”
Terima kasih kami,
perempuan dalam suka, dan
perempuan dalam duka
Semoga sahabat-sahabatku yang saat ini berada dalam suasana berduka dan berbahagia, bisa melewati setiap suka dan dukanya dengan lapang dada, jiwa terbuka. Mampu untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikan orang-orang yang telah dan sedang berbuat baik dan rela memaafkan setiap orang yang berbuat tidak baik pada beliau.
Aamin…

Posted in Sahabat | Tagged doa sahabat, empati, indahnya persahabatan, kehidupan yang penuh warna, peduli, pengalaman, perasaan perempuan, pesan sahabat, Sahabat, Salam persahabatan, suka duka bergaul | 1 Comment »
16 November 2009
Subhaanallah, indah kehidupan bersamaNya dalam ungkapan syukur yang berkepanjangan. Yakinku akan kuasaNya semakin membumbung tinggi. Inikah takdir? atau hanya impianku yang begitu tinggi? Di saat harapan untuk sebuah pertemuan itu mulai ada, maka akan ada saatnya untuk bertemu. Yakin padaNya itu yang terbaik.
Aku sungguh takjub. Ketika kita sempat bertemu walau sejenak, bertegur sapa dan engkau bertanya padaku walau hanya beberapa patah kata. Walau pertemuan itu hanya sebentar saja, tidaklah mengapa, karena bukan lamanya waktu yang dihabiskan yang bisa mengukur berarti atau tidaknya sebuah pertemuan, namun yang lebih berarti adalah kualitas dari pertemuan itu sendiri.
Haru. Itulah yang aku bisa rasakan saat itu. Dalam pertemuan yang tanpa di duga, tanpa direncanakanakan sebelumnya, siapa yang tidak akan terharu?. Termasuk aku yang sangat terpana dan seakan tak percaya. Namun bersama keyakinan itu, akhirnya aku percaya bahwa itu adalah salah satu caraNya untuk tunjukkan sayangNya padaku. Subhaanallah. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untukMu. Malu aku padaMu ya Rabb, namun aku selalu saja mencari-cari jalan untuk bisa memelas kasihMu…. Astaghfirullaahal’adziim.
Sahabat, dalam kesibukanmu yang bertambah-tambah, engkau masih meluangkan sedikit waktumu untuk memperpanjang silaturrahmi. Mengikat hubungan persaudaraan kita. Keakraban yang engkau tunjukkan dari tutur katamu yang lembut dan ramah, canda tawamu yang menghangatkan suasana, wajah yang penuh senyuman ceria itu, dan kesabaranmu yang membayang dari tenang wajahmu itu, masih terbayang di pelupuk mataku hingga saat ini.
Terima kasih atas hadirmu, semoga hadirmu itu semakin menguatkan tali persaudaraan kita yang telah tersimpul,
Terima kasih atas senyummu, teruslah tersenyum lebih ceria dalam mengisi hari-harimu,
Terima kasih….
Semoga persaudaraan kita abadi, sampai nanti.
Aamiin,
Posted in Sahabat | Tagged alhamdulillah, Sahabat, hadirmu, canda tawa sahabat, senyum ceria mengisi hari, berbahagia setiap saat, sahabatku datang, persaudaraan, erat dan kuat tersimpul, bersamaNya, kualitas sebuah pertemuan, waktu sangat berarti | Leave a Comment »
15 November 2009
Bukan sahabat tak mau berkawan dekat,
Bukan sahabat tak mau menyatukan tekad,
Bukan sahabat tak sayang,
Bukan sahabat pilih memilih,
Namun justru karena inginnya kedekatan itu,
karena kuatnya tekad untuk bersatu,
karena telah tumbuh berseminya rasa sayang itu,
hingga sahabat lebih teliti,
bergaul seperlunya saja,
bersama sepentingnya saja,
bercerita seadanya saja,
tiada tambahan yang tak perlu itu,
yang ada hanya ketulusan,
itulah sahabat yang sejati…..
berucap tanpa polesan yang diperbuat-buat,
bersikap santun secukupnya,
hanya itu….
tak ada yang lebih atau dilebih-lebihkan
Terima kasih sahabatku,
atas semua kesederhanaan itu,
aku belajar darimu,
tentang arti ketulusan,
aku peroleh darimu,
tentang arti seorang sahabat,

Posted in Sahabat | Tagged bersama, kasih sayang, penting, pergaulan, Sahabat, teliti | Leave a Comment »
13 November 2009
Wahai sahabat,
Saat kita masih bisa tersenyum bersama,
berkumpul bersama,
Saat kita selalu mencari dan mencuri kesempatan untuk bisa bertemu,
agar dapat tertawa bersama,
bercanda dan berbagi rasa,
untuk merasakan bahwa hidup ini adalah milik kita,
sedangkan mereka bukan siapa-siapa.
Kita tak memikirkan beban-beban kehidupan,
hari-hari ceria penuh senyuman,
tanpa himpitan.
Yang kita tahu hanya, membelanjakan setiap kiriman yang diberikan Ayah dan Bunda,
tanpa kita pernah tahu atau tak mau tahu sama sekali,
bagaimana orangtua berusaha mendapatkannya untuk kita……..
Sudahkah kita berterima kasih pada beliau?
Sudahkah kita bahagiakan beliau?
Sudahkah kita memberikan bukti atas pengorbanan beliau?
Sudahkah kita temui beliau untuk memberikan senyuman termanis dari bibir kita?
Sudahkah kita damaikan jiwa beliau dengan wajah ceria yang kita tunjuk ketika menjumpai beliau?
Adakah kita lakukan semua itu dengan senang hati?
Sudahkah kita mengirimkan doa-doa indah special untuk Ayah dan Bunda?
Karena bukan materi yang beliau minta,
tiada balasan yang beliau harap,
hanya beliau pinta,
jadilah anak soleh/solehah….
yang selalu mendoakan beliau,
hingga nanti beliau tiada lagi,
Kini, disaat kita telah berpisah,
mengharungi jalan hidup masing-masing,
Aku baru menyadari,
ternyata tak selamanya kita bersama,
ada waktunya kita berpisah,
melanjutkan langkah kaki sesuai petunjuk Ilahi,
untuk kita jalani.
Aku mulai menggerakkan kaki menyusuri jalan ini,
yang kadang mendaki, menurun, berkelok atau lurus (tanpa tikungan),
begitu pula dengan dirimu.
Wahai sahabat,
mari kita teruskan langkah ini,
walau berbeda jalan,
semoga nanti kita berjumpa di ujung pemberhentian,
dalam senyuman yang lebih ceria lagi,
dan masa-masa indah itu kan hadir kembali,
suatu hari nanti….
(Untuk kembali tersenyum)
Posted in Sahabat, Syukur | Tagged anak yang berbakti, ayahbunda, bahagia, berbagi rasa, berbakti pada orangtua, bercerita indah, bersama, harap dan pinta, hari-hari ceria, mengabdi pada sesama, orangtua yang menyayangi, Sahabat, setia, Syukur, tersenyum ceria, wahai sahabat | 5 Comments »
13 November 2009
Berkumpul bersama dengan orang-orang yang tidak pernah memaksakan kehendak, selalu penuh pengertian dan memahami keadaan, mengerti dan tidak pernah berbuat macam-macam.
Berkumpul bersama dengan orang-orang yang sangat hebat!
Berkumpul bersama dengan orang-orang yang penuh kekeluargaan, berjiwa sosial yang tinggi.
Berkumpul bersama orang-orang yang lembut sikapnya, ramah tutur katanya, sopan pandangannya.
Berkumpulnya kita untuk mencapai satu tujuan.
Bergabungnya kita untuk meraih satu harapan bersama.
Bersamanya kita untuk menggapai impian serupa.
Bersamanya kita untuk saling mengisi, memberi, berbagi dan melengkapi.
Bersamanya kita untuk mengisi waktu yang dianugerahkan olehNya.
Bersamanya kita untuk kembali mau dan mampu membuka mata, memperluas jiwa, dan melapangkan pendengaran untuk bisa menata masa depan.
Dan dipertemukannya kita, dengan tujuan untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.
***
Sejuk hari ini, dalam suasana hati yang tentram dan menyenangkan. Semilir angin seakan membuaiku untuk terlelap dalam kedamaian ini. Memaksa aku untuk terus mencoba memahami dan mengerti tentang hadirnya diri. Bukan hanya sendiri, tapi bersama denganMu. Bukan hanya saat ini, tapi sampai nanti dan untuk selamanya.
***
Satu langkah aku menuju padaMu, aku temukan kedamaian itu.
Dalam sepi, rindu dan getar jiwa yang selalu menggebu, mengharap pertemuan denganMu,
Mengingat saat-saat Engkau sudah mengizinkan aku untuk berada dalam rengkuhanMu yang begitu mulia,
Namun… saat aku kembali tersadar, ternyata aku masih berada di sini bersama rindu yang terus menyiksa,
aku akan semakin lemah, kembali lelah dan tidak akan berdaya, saat aku menyadari bahwa aku sempat lupa padaMu walau sekejap saja,
aku yang masih lemah ini, sangat harapkan kekuatan itu, aliran kharismaMu yang mengandung kekuatan luar biasa bagiku,
Dan….
saat aku kembali ingat padaMu, aku rasakan kedahsyatan yang bertambah-tambah memenuhi relung jiwa,
ada kedamaian, ketentraman bersamaMu,
Wahai Yang Maha Memiliki cinta,
tebarilah aku dengan cintaMu yang begitu murni dan suci, agar aku bisa raih indahnya,
Wahai Sang Pencinta,
aku pun mencinta padaMu,
aku harapkan cinta itu senantiasa tumbuh subur dan bersemi di dalam jiwaku, agar aku bisa berbagi cinta dengan makhluk-makhlukMu yang Engkau cintai,
seperti saat ini,
untuk selama-lamanya,

Posted in Syukur | Tagged bersama selamanya, bersamaMu, bersemi, cinta, harapan, impian, jiwa, keindahan, kekeluargaan, lembut, memperluas jiwa, orang-orang hebat, penuh cinta, ramah, Syukur, tumbuh subur | Leave a Comment »
12 November 2009
Alhamdulillah,
Menikmati setiap proses yang disuguhkan oleh kehidupan, membuat Engkau kembali berani untuk mencoba. Melewati proses yang begitu penuh kesan, meninggalkan jejak-jejak terindah untuk diambil hikmahnya, ditemukan maknanya.
Alhamdulillah,
Ucapan selamat untuk sebuah keberhasilan, tercurah penuh antusias. Dan itulah hasil dari perjuangan. Sungguh indah menjalani kehidupan ini, dengan mengharap hanya padaNya.
Alhamdulillah,
Hanya Engkau yang paling pantas untuk mendapatkan semua pujian ini Ya Rabb. Bukan kami hambaMu yang masih banyak memiliki kekurangan. Kami hanya menjalankan pengabdian kepadaMu, sebagai bukti kehadiran kami di dunia ini. Dan semua ini kami kembalikan hanya kepadaMu.
Alhamdulillah,
Kembali tafakur,
Kembali tersungkur,
Kembali terduduk penuh ketawadhuan,
Karena kami bukan siapa-siapa tanpaMu,
Alhamdulillah,
Engkau selalu lindungi kami di saat kami lengah dan lalai,
Engkau selalu tutup jalan yang Engkau tidak redhoi untuk kami tempuh,
Engkau selalu berikan yang terbaik untuk kami menjalani kehidupan ini,
dan bukakanlah pintu hati kami untuk menerimanya dengan senang hati, Ya Rabb…
Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,
Alhamdulillah,
semua Engkau tunjukkan kepada kami, lewat kiasan yang Engkau layangkan
Engkau alihkan tujuan kami yang walaupun sudah terpatri di hati,
semua itu Engkau sampaikan kepada kami,
atas cinta dan kasih sayangMu,
Alhamdulillah,
Perjuangan itu butuh pengorbanan,
Pengorbanan itu butuh kesabaran,
Kesabaran itu butuh waktu,
Waktu itu membutuhkan ketegaran hati,
Alhamdulillah,
Selamat melanjutkan perjuanganmu wahai sahabat,
“Selamat menikmati hari ini bersama senyuman kesuksesan”
For my friend as My neighbour,
yang hari ini kembali melanjutkan langkahnya, untuk sebuah pekerjaan yang baru
Semangat! Semangat! and Good Luck!
[Innallaaha ma'ana]
Posted in Sahabat | Tagged bahagia, waktu, alhamdulillah, Sahabat, Syukur, perjuangan, pengorbanan, tafakur, jalan sukses, ketegaran hati, antusias | Leave a Comment »
11 November 2009
Hari ini adalah sebuah peluang untuk tunjukkan apa yang bisa aku lakukan. Bukan hanya diam duduk tafakur dalam sepi yang menemani diri. Namun bisa melangkah lagi untuk menuju ke satu tujuan, cita-cita. Karena hari ini adalah sebuah kesempatan, maka tidaklah pantas untuk mementingkan diri sendiri, tanpa mempedulikan sekitar. Lebih peduli kepada oranglain dan mau mendengarkan apa yang mereka sampaikan, adalah salah satu cara untuk memanfaatkan peluang yang datang. Karena, yakin diriku, bahwa tiada satu hal pun yang hadir sia-sia tanpa makna.
Begitu pula akan hadirmu yang sebentar saja menghampiriku. Mampir dan menyapaku untuk menyampaikan keluhmu, menitipkan sebagian beban yang engkau pikul. Saat kita duduk bersama, perlahan-lahan engkau mulai menurunkan beban itu dari pundakmu. Lalu, engkau pun bercerita atas setiap beban yang engkau panggul, yang engkau rasa begitu berat dan sedikit demi sedikit, engkau bagikan padaku.
Aku menerimanya dengan senang hati. Karena aku menganggap bahwa beban yang engkau bagikan padaku itu, adalah rezekiku. Untuk sebuah rezeki yang aku terima, ku ucapkan terima kasih padamu. Dan rezeki itu tidak boleh di tolak (begitu pesan orang tua padaku, yang masih aku ingat sampai sekarang.)
Waktu terus berlalu, kita pun asyik menikmati menu yang ada. Walau terhidang seadanya, karena keterbatasanmu, keterbatasanku, dan kekurangan kita dalam menyusun kata. Namun aku yakin, beban itu masih tersisa padamu. Itu bisa aku lihat jelas dari gerak-gerikmu yang masih berat. Aku mengerti. Kita pun terus menyantap hidangan terlezat itu, sungguh nikmat, berbagi rasa. Lalu aku lihat ada bulir bening mengalir deras dari tatapanmu yang cemerlang itu. Aku tak menyangka, engkau sungguh terharu. Telah mampu lepaskan semua keluhmu. Sehingga setelah sekian waktu berlalu, sejak kita bersama dalam percakapan indah, engkaupun mulai bisa bernafas lagi. Gerakanmu terlihat lebih ringan seiring dengan munculnya senyum termanis dari bibirmu, yang terukir sangat rapi.
Aku tahu, engkau masih terlalu muda untuk memikul beban seperti itu. Namun yakinlah sahabat, telah terbuka sebuah jalan bagimu menjadi lebih dewasa. Karena sudah pasti, kelak engkaupun akan memikul beban yang sama, atau bahkan lebih berat lagi. Dicicil dari sekarang, is the best. Karena Dia Yang Maha Tahu, telah mengatur segalanya untukmu. Karena Ia sangat sayang padamu.
So, kembalilah tersenyum lebih indah…… 
Tunjukkan pada dunia, bahwa engkau masih bisa melangkah. Melangkahlah lebih ringan lagi. Tatap masa depan penuh inisiatif, dengan sikap optimis untuk menjadi lebih berprestasi.
Saat engkau merasakan kepenatan dalam perjalananmu, berpalinglah sejenak. Engkau akan melihat sesosok bayangan yang siap untuk membimbing tanganmu, mendukungmu untuk lebih bersemangat lagi.
Mari kita melangkah bersama, melanjutkan perjuangan ini.
Posted in Sahabat | Tagged aku, berbagi, bersama, bisa!, cita-cita, engkau, Indah, inisiatif, kesempatan, masa depan, optimis, peluang, perjuangan, pesan, Sahabat, semangat, senyum, tersenyum | 4 Comments »
10 November 2009
Ketika aku masih kecil,
aku begitu riang mengisi hari-hari....
ketika aku masih kecil,
tiada beban dalam fikirku....
ketika aku masih kecil,
itulah aku dengan segala kelucuanku....
Ketika aku beranjak remaja,
aku mulai merasa perubahan....
aku tak seperti dulu lagi, yang lucu, imut dan ceria,
ketika aku beranjak remaja,
aku menjadi lebih cantik,
aku mulai menemukan jati diriku....
aku mulai berupaya untuk menunjukkan siapa aku,
hingga aku begitu egois dengan keakuanku....
aku merasa akulah yang paling benar,
aku merasa mereka bukan siapa-siapa....
karena aku lah yang paling cantik,
Ketika kini aku telah beranjak dewasa,
aku mulai menyadari....
ternyata aku bukan imut dan cantik lagi,
seperti ketika aku masih kecil dulu,
atau ketika aku masih remaja,
saat ini aku menjadi lebih bijaksana,
Ketika aku beranjak dewasa....
aku mulai mengenali siapa diri ini....
ketika aku beranjak dewasa,
aku teringat masa-masa indah itu,
ketika aku masih kecil dulu,
Posted in Syukur | Tagged bahagia, bijaksana, cantik, ceria, dewasa, egoku, Indah, jati diri, kecil, masa kecil, remaja, siapa aku, Syukur | Leave a Comment »
10 November 2009
Alhamdulillah,
setelah bergegas dalam langkah yang semakin memburu,
terus melangkah demi tujuan itu,
kini aku kembali lega,
saatnya beristirahat sejenak,
menghela nafas yang lebih segar,
menghirup udara kebebasan,
Alhamdulillah,
kini saatnya untuk kembali melangkah,
melanjutkan ayunan yang masih terbengkalai,
menyusun strategi yang lebih rinci,
menuju kedamaian hati,
Alhamdulillah,
langkah demi langkah terus mengikuti,
satu dua tapak kaki terus terinjakkan,
mencoba untuk menyusuri jalanan yang penuh uji,
demi suatu hari yang telah pasti,
menggapai Redho Ilahi,
Alhamdulillah,
kini,
masih ada kesempatan diri,
untuk menghirup udara kebebasan,
mendamaikan jiwa,
sebelum saat itu datang,
Alhamdulillah,
saat ini,
aku masih di sini,
dalam langkah ini,
bersama sahabat hati,
yang selalu setia menemani,
Alhamdulillah,
terima kasih atas kasihMu,
membantuku untuk memperlancar langkah ini,
karena tanpaMu,
semua akan terasa berat,
Alhamdulillah,
bersamaMu selalu indah…….
seindah namaMu
Posted in Syukur | Tagged Indah, semangat, alhamdulillah, jiwa, langkah, Syukur, damai, lega, segar, bebas | Leave a Comment »
10 November 2009
Wahai sahabatku,
Saat diri jauh dari kebisingan kota,
saat diri terpencil di keheningan desa,
di sana ada kebeningan embun yang menetes,
di sana ada suasana alam yang damai,
di sana ada kicau burung yang riang,
Wahai sahabatku,
ketika kesibukan aktivitas itu tiba-tiba berubah,
menjadi sebuah pengabdian yang tulus,
membungkus wajah dengan bening keikhlasan,
Wahai sahabatku,
biarlah Engkau bukan seperti yang dulu lagi,
untuk sementara waktu,
nikmatilah harimu saat ini,
teguhlah jiwamu dalam janji itu,
untuk berbakti pada beliau,
Mbahmu...,
Mbahku juga...,
Mbah kita...
Wahai sahabatku,
bukankah beliau begitu tulus,
sejak dulu....,
tak kenal lelah, letih dan putus asa,
terus mengayomimu,
dan kini,
di saat beliau butuh belai kasihmu,
di saat beliau butuh rengkuhan sayangmu,
di saat beliau butuh bukti cintamu,
di saat beliau tak mampu apa-apa lagi,
berikanlah wahai sahabatku.....
dengan sepenuh hatimu,
dari jiwamu terdalam,
Wahai sahabatku,
yakinlah Engkau,
kan ada balasan terbaik dariNya,
untuk hambaNya yang tegar dan tabah,
demi sebuah cinta....
dalam damai,
(special for My Cute Sister di sana..
Semoga Mbah kita segera sembuh,
dan senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt,
Aamiin Ya Rabb,,)
Salam takzim,
Posted in Sahabat | Tagged aamiin, alam, burung, cinta, desa, embun, ikhlas, jiwa, kasih sayang, kota, Mbah, pahlawan, Sahabat, salam, tegar dan tabah, tulus | Leave a Comment »
10 November 2009
Setiap orang yang lebih dewasa dan memiliki banyak pengalaman, secara tidak langsung akan memberikan contoh kepada yang lebih muda dan belum berpengalaman, melalui gerak, sikap dan tingkah lakunya. Sehingga, apa saja yang diperbuat oleh seorang yang dianggap lebih dewasa (dalam segi usia dan pengalaman) akan selalu diperhatikan oleh mereka yang lebih muda, sebagai acuan baginya dalam bersikap. Maka, apabila seorang yang lebih dewasa mengharapkan generasi mudanya bersikap sopan, baik dan berbuat terpuji, maka merekalah yang terlebih dahulu mempraktekkannya dalam keseharian. Sehingga apa yang selama ini diharapkannya dapat menjadi kenyataan.
Apabila generasi terdahulu (pejuang) sebelum kita telah melakukan perjuangan dengan sepenuh hati dalam menegakkan negara ini, berarti beliau telah memberikan contoh kepada kita generasi masa kini (penerus perjuangan) tentang perjuangan itu sendiri. Hingga akhirnya beliau rela berkorban harta, jiwa dan keluarga yang sangat dicintai dan di sayangi, demi bangsa ini. Lalu sebagai generasi penerus perjuangan, maka telah menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk meneruskan jejak-jejak yang telah ada itu. Berjuang dengan segenap kemampuan yang kita miliki, tanpa pernah kenal menyerah, lelah dan putus asa. Karena para pejuang terdahulu tidak mencontohkan seperti itu. Dengan bekal semangat, berjuang keras, berjuang cerdas dan berjuang ikhlas, akhirnya bangsa ini bisa terbebas dari segala bentuk tekanan penjajah. Dan sudah sepatutnya pula, kita sebagai generasi penerus perjuangan, melakukan hal yang sama, dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas dalam setiap aktivitas yang sedang kita lakukan dalam melanjutkan perjuangan para pejuang. Karena, kita semua adalah pejuang-pejuang bangsa yang bisa diandalkan. Dengan semangat rela berkorban saat jauh dari orangtua, kekurangan bekal di perjalanan, kekurangan harta benda (karena memang belum bisa menghasilkan harta benda… :d ), maupun kekurangan pengalaman. Sehingga semua kekurangan-kekurangan itu hendaknya menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk terus memunculkan semangat dan motivasi dari dalam diri untuk berupaya semaksimal mungkin dalam berjuang.
Bila kita seorang pelajar, maka mari kita tunjukkan semangat yang tinggi dalam berjuang dengan terus belajar keras, belajar cerdas dan belajar ikhlas, demi mendapatkan kemenangan pada akhirnya. Dan bisa dibuktikan dengan menyandang nilai yang bagus dan memuaskan di akhir masa pembelajaran pada tingkat pendidikan formal tersebut. Sehingga hasil perjuangan itu bisa kembali dinikmati oleh semua orang, terutama orangtua yang sangat mencintai dan menyayangi, sahabat yang selalu memotivasi, dan siapa saja yang telah berkorban materi maupun non materi untuk kita.
Berbekal semangat dari para inspirator, motivasi dari para motivator, doa dari orangtua tercinta, dukungan dari sahabat-sahabat terkasih, dan belas kasih dariNya, semoga akhirnya kita mampu melewati semua rintangan yang ada, menjadikannya sebagai senjata untuk terus maju dalam medan perjuangan tanpa kenal lelah. Saat rintangan terasa begitu kuat, berat dan seakan tak terpikul oleh fikiran yang masih belum begitu sempurna ini, saat semakin kuat halangan menghadang, semoga semakin kuat pula yakin dan percaya kita, bahwa dengan semua itu, senjata yang kita miliki semakin bertambah dan kokoh kekuatannya. Itulah semangat yang harus selalu kita tumbuhkan dari dalam diri, agar terus bisa bangkit dan kembali bangkit saat mulai lelah menghadapi sengitnya sebuah pertempuran.
Semangat berjuang!
Semangat hari pahlawan,
Semangat menjadi pahlawan terbaik,
bagi orang-orang terbaik yang kita punya,
yang kita kenal baik,
maupun belum dikenal kebaikannya,
tapi mereka baik,
Semangat mengisi hari ini,
Ÿ
Posted in Syukur | Tagged 10 November, belajar cerdas, belajar ikhlas, belajar pintar, berjuang, berpengalaman, dewasa, generasi muda, hari ini, harta benda, hasil maksimal, jiwa raga, kasih sayang, pahlawan, perjuangan, semangat, Syukur | Leave a Comment »
9 November 2009
Saat ini,
Engkau menyapa diriku...
menundukkan lembaran tatapku...
dengan kekuatan beratmu yang berton-ton itu...
membuat aku tafakur sejenak...
aku kalah olehmu...
Aku tak mengerti denganmu,
mengapa disiang yang cerah begini Engkau hadir padaku...
padahal,
bukankah semalaman kita telah bersama,
dalam keindahan itu?
lalu, tentang arti hadirmu saat ini...
sungguh aku tak mengerti...
Aku berharap...
hikmah yang Engkau kirimkan bisa segera ku petik,
setelah itu segeralah engkau berlalu,
kembali ke tempatmu yang aman,
biarkan aku untuk saat ini,
bersibuk-sibuk ria dengan aktivitasku,
berteman semangat dan senyuman,
mengisi hari ini dengan sepenuh hati,
Hingga nanti...
bila waktu itu tiba,
bolehlah kita bersama-sama lagi,
dalam buaian mimpi-mimpi yang indah...
Okey....
Posted in Syukur | Tagged aktivitas, aku, engkau, hari ini, hikmah, mata, semangat, senyum, siang ini, Syukur, waktu | Leave a Comment »
9 November 2009
Aku tidak boleh lemah…
Aku harus mampu bangkit!
Aku yakin bisa,
bersama Allah Swt,

Aku bahagiakan kedua orangtuaku,
Aku bahagiakan Ibu dan Bapak,
Aku bahagiakan guru-guruku, pendidikku, dimanapun beliau berada,
Aku bahagiakan saudara, sahabat dan semua yang dekat di hati,
Aku tidak boleh berhenti karena lelah,
Aku harus kembali bangkit!
Melanjutkan langkah walau tertatih,
Mengayunkan tangan walau letih,
karena sebuah harapan,
meraih RedhoNya,
menggapai cinta dan kasih sayangNya,
menjadi seorang hamba yang layak untuk mencintaiNya,
menjadi hamba yang layak untuk mendapatkan cintaNya,
Allaahu akbar..

BersamaMu semua perjuangan ini indah terasa…
BersamaMu setiap pengorbanan ini manis terasa…
BersamaMu, asinnya pengalaman menjadi pelengkap menu perjalanan…
BersamaMu, getirnya hambatan menjadi peluang untuk ditaklukkan…
BersamaMu, pahitnya permulaan menjadi manis pada akhirnya…
(dalam sebuah motivasi)
Posted in Syukur | Tagged Allaahu Akbar, ayahbunda, bangkit, bersama Allah Swt, cinta dan kasih sayang, dicintai, guru, harapan, Ibu Bapak, Indah, manis, mencintai, motivasi, orangtua, pendidik, pengalaman, perjuangan, Sahabat, saudara, semangat, Syukur | Leave a Comment »
8 November 2009
Saat aku masih bisa menikmati segarnya air pagi ini, membasahi tenggorokanku,
Saat aku masih di beri kesempatan untuk menghirup segarnya udara pagi yang indah,
Saat aku masih di beri peluang untuk menatap mentari yang bersinar cerah,
Saat aku masih berada di sini untuk memetik hikmah hadirnya hari,
Saat aku masih bisa berucap Alhamdulillah,…..
Lalu, mengapa aku masih berdiam diri?
Embun pagipun turut bertanya, atas tanyaku,
Mengapa masih ada yang duduk tanpa arti,
di cuaca pagi begini,
Sebuah tanya yang mengagetkan aku!
?
Tanya yang tak mungkin keliru,
Tanya yang tak mungkin salah sasaran,
itu pasti untukku,
sejenak aku berfikir,
lalu
Aku pun kembali bangkit,
BERDIRI,
MULAI HARI INI

Posted in Syukur | Tagged arti, berarti, embun, jiwa, keliru, mentari pagi, Syukur, tanpa makna, tanya | Leave a Comment »
6 November 2009
Astaghfirullaahal’adziim….
Di mana keteduhan itu bersembunyi?
Di mana kesejukan itu berada?
Di mana kesegaran yang dulu pernah ada?
Astaghfirullaahal’adziim….
Adakah alam sudah mulai tidak mau bersahabat dengan kita?
Ataukah karena kita yang tidak mau bersahabat lagi dengannya?
Hingga semua kesejukan itu berubah menjadi panas yang melelahkan….
Hingga kesegaran itu berganti menjadi gerah yang berkepanjangan….
Hingga kita kembali merasakan akibatnya…..
Astaghfirullaahal’adziim….
Sudahkah kita menunaikan kewajiban yang seharusnya kita kerjakan?
Sudahkah kita menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian alam?
Sudahkah …. ??
atau belum sama sekali…?
Wallaahu a’lam bish shawab,
Posted in Syukur | Tagged alam, astaghfirullaahal'adziim, kesegaran, keteduhan, lestari, panas, sejuk, Syukur | 2 Comments »
6 November 2009
Oia,…
Akuuuuu ingaaaat….

Hari ini ada seorang sahabatku yang berulang tahun.
Teman masa kecil..
Sudah lama tak jumpa..
Rindu.. Haru.. Bahagia.. nyampur jadi satu.
Alhamdulillah……..,
Bertambah kurang usiamu, semoga semakin engkau menyadari akan hadirmu dalam kehidupan ini..
bertambah kurang jatah umurmu, semoga engkau semakin dekat denganNya..
bertambah kurang hakmu, semoga semakin bertambah ketaatanmu padaNya..
semoga semakin semangat engkau mengabdi padaNya..
semoga semakin bertambah rezekimu dariNya..
semoga semakin banyak anugerahNya untukmu..
semoga semakin engkau menyadari atas kasih sayangNya padamu..
Wahai sahabatku..
dimanakah engkau sekarang berada?
Sudah begitu lama aku tiada mendengar kabar tentangmu.
Apakah engkau baik-baik saja?
Dan bagaimana keadaanmu saat ini?
Engkau..
Seorang sahabat yang aku temui saat aku masih berusia belasan tahun..
Ya, saat itu kita masih kecil..
Masih duduk di bangku sekolah dasar..
Kita pernah melewati masa kecil bersama..
Oia, aku jadi ingat suatu hari yang indah itu..
Hari itu, beberapa puluh tahun yang lalu (sekarang aku sudah berusia puluhan tahun juga yaa… hehee
), sepulang dari sekolah, kita berniat belajar kelompok bersama teman-teman yang lain, di rumahmu (karena lokasi rumahmu yang begitu strategis, untuk bisa dikunjungi kapan saja). Saat waktu yang dijanjikan datang, di bawah rindangnya pohon cherry sore itu.. di depan rumahmu, engkau telah duduk manis menunggu kehadiran kita-kita yang cantik ini (aku dan teman-teman). Saat itu aku datang lebih awal dari teman-teman kita yang lain. Semangat untuk belajar. Waktu terus berjalan, tiada henti. Engkaudanaku duduk manis berdua, sambil bercakap-cakap apa saja, tersenyum dan tertawa bersama. Waktu berganti, dari detik ke menit, lalu setelah kira-kira 30 menit penantian kita, teman-teman kok tidak muncul-muncul yah? Sungguh terlalu mereka..! Membiarkan kita berdua dalam sepi. Ciee… (sambil mengingat-ingat lagi nie…heheheee… 
Dan Subhaanallah… akhirnya kita belajar berdua saja, diskusi dan saling bertanya. Aku tahu, engkau lebih pintar dariku, lebih cakap dan bertalenta, dan super semangat!. Aku suka berteman denganmu. Engkau mengajariku banyak hal yang engkau tahu. Bila teringat saat itu, aku kembali tersenyum menata hari ini. Muncul semangat dalam diri, untuk belajar lebih giat lagi.
Masa kecilku yang indah..
Saat ini aku tersenyum sendiri mengenang nostalgia itu..
Sahabat…
Engkau yang pernah ada di dalam kehidupanku,
Subhaanallah..
Sungguh berarti hadirmu.
Dan hari ini adalah hari terindah dalam kehidupanmu,
Sahabat..
Semoga Engkau sempat membaca tulisan ini, dan aku berharap..
kenanglah sampai nanti, kita kembali di pertemukan olehNya.
Selamat hari lahir wahai sahabatku,

Hari ini, bertepatan dengan hari Jum’at..
Ya, Jum’at bahagia bagimu..
bukan hanya bagimu, namun bagiku pun begitu..
aku bahagia bisa ingat padamu..
walau tanpa tatap “suka” itu..
walau tanpa jabat tangan tuk ucap selamat padamu..
namun aku yakin, engkau juga ingat padaku.. (eh, hehe..smoga aja)
kenapa aku yakin, engkau ingat padaku? karena aku juga ingat padamu saat ini.. sehingga aku menulis catatan ini..

Sudahlah, ingat tak ingat bukan masalah, namun yang penting doa selalu tercurah.
Okey..
Dan aku berharap, semoga engkau “suka” dengan rangkaian kalimat yang aku susun dengan sepuluh jemariku ini, sebagai hadiah terindah dariku..
“Only for You”
Happy Birthday sahabat..
dimanapun engkau berada..
everywhere you live..
semoga hadiah ini sampai padamu, yaa..
Aamiin
Posted in Sahabat | Tagged 6 november, bahagia, belajar, birthday, ceria, hari ini, hari lahir, ingat, masa kecil, nostalgia, sahabar, Sahabat, semangat, senang, subhaanallah, suka, usia | Leave a Comment »
5 November 2009
Begitulah manusia,

Mereka tercipta dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kadang memuji, kadang menghina, kadang mencela kadang bersyukur, kadang menangis kadang tertawa. Kadang dihina, kadang dipuji, kadang di temani, kadang ditinggalkan. Begitulah mereka mengisi kehidupan ini, dengan segala keadaan yang mereka temui dan kondisi jiwa mereka masing-masing. Saat ada yang berbuat lebih cepat, mereka terheran-heran sambil berekspresi “Lho, kok tumben lebih cepat? (bukannya bersyukur ya… Alhamdulillah, engkau telah melakukannya lebih cepat, pertahankan ini) dengan ekspresi begitu akan lebih indah dan bagus terdengar, bukan?
Lalu, saat ada yang melakukan sesuatu menghabiskan waktu lebih lama dari yang seharusnya, maka ekspresi yang muncul pasti lain lagi. Begitulah kehidupan ini. Berkumpul bersama manusia, sesama hambaNya. Mendekatkan diri kepadaNya adalah jalan terbaik untuk selalu bisa menanggapi dengan kebijakan yang sepatutnya dilakukan. Agar tiada yang merasa dirugikan karena telah memuji, dan tiada yang merasa diuntungkan karena ternyata ekspresinya benar atas apa yang dilihatnya atas hinaan atau celaan yang telah dilontarkannya.
Dan semua pasti ada hikmahnya. Berfikir positiflah yang selalu membuat engkaudanaku kembali menjalani semua ini dengan segala ketenangan hati. Karena tiada satupun yang sedang dan akan dialami yang tidak mengandung arti. Semoga setiap kejadian menjadikan engkaudanaku semakin bijaksana lagi, dan terus berupaya melakukan yang terbaik dalam setiap aktivitas yang dijalani.
Karena setiap waktu itu akan berubah. Saat hari ini ada kejadian yang tidak mengenakkan, maka yakinlah akan hadir suatu hari yang menjadikan jiwa kembali lega dan bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari hari yang tidak mengenakkan tersebut. Subhaanallah. Sungguh indahnya kehidupan yang penuh dengan ungkapan syukur. Setiap keadaan akan menjadi kebaikan. Karena tiada hari yang berisi kegagalan, namun yang ada hanya hari-hari yang penuh pembelajaran.
Dan saat hari ini dijalani dengan penuh kegembiraan karena sesuai dengan kehendak hati, maka janganlah terlalu bersukaria, karena di dunia ini tiada satupun yang abadi. Hari demi hari kan datang silih berganti, dan waktu demi waktu kan hadir dengan kesannya tersendiri. Lakukan dengan baik, dan lakukan yang terbaik. Semoga hasil akhir dari setiap tindakan adalah yang terbaik atas izinNya.
Alhamdulillah…
Posted in Syukur | Tagged alhamdulillah, duka, hikmah, jiwa, kejadian, ketenangan, lega, manusia, positif, puji, suka, Syukur, tawakal, terbaik, upaya, waktu | Leave a Comment »
5 November 2009
3 hal yang tidak akan kembali:
- Waktu,
- Ucapan
- Kesempatan
3 hal yang jangan sampai hilang:
- Kasih sayang
- Harapan
- Kejujuran
3 hal yang paling berharga:
- Cinta
- Kepercayaan
- Persahabatan
3 hal yang tidak boleh dilupakan:
- Tuhan
- Orangtua
- Orang yang menuliskan pesan ini
“Semoga hari-harimu cerah dan ceria dengan cinta dan kasih sayang. Sayangilah sebuah perkenalan, karena disitu lahir kedekatan. Kenangilah sebuah perpisahan, karena disitu lahir kerinduan. Ingatlah sebuah persahabatan, karena disitu akan lahir ketulusan berpanjangan. Ingatlah sahabat sejatimu karena ia selalu ada untukmu.”
(Petikan kalimat yang Engkau layangkan untukku, berlabuh di layar inbox handphoneku pagi ini)
Thanks Friend, Engkau telah mengingatkanku kembali saat aku lupa.
Ternyata aku lupa!
Beribu-ribu banyaknya orang hebat disekelilingku, yang berada dalam kehidupanku, beliau sedang berupaya dan berusaha untuk membantu aku, bagaimana caranya agar aku kembali mampu untuk berdiri tegap setelah aku terduduk lemah dalam kelelahan. Beliau senantiasa memberikan pompaan semangat yang tak pernah berhenti padaku. Dan itu semua sangat berarti bagiku. Haruskan aku mengabaikannya? Lalu. sebuah ucapan mewakili rasa haru dalam ungkapan penuh syukur diriku terlontar dari mulut, tertulis dari jemari ini, kusampaikan dari dalam hati…….Terima Kasih sahabat.
Sahabat, Engkaulah satu dari beribu-ribu orang yang aku kenal itu. Bahagia bisa dekat denganmu, senang bisa bertemu denganmu, walau saat ini kita dipisahkan oleh jarak. Dalam doa kita bertemu, walau jauh di mata, namun Engkau sangat dekat di hati ini.
Selamat menyambut pagi yang semakin indah…..
Selamat mengisi hari yang penuh pembelajaran…
dan tersenyumlah dari hati, saat Engkau merasakan sebuah kesuksesan….
lalu kembali ingat, ada orang-orang di luar sana yang terus mendukungmu, menyemangatimu saat Engkau menemukan hal-hal yang kurang Engkau sukai dalam harimu….
dialah sahabat.
Sungguh keindahan dari Yang Maha Indah, telah mengirimkan aku seorang hamba yang disayang olehNya menjadi sahabatku.
Alhamdulillah….
Persahabatan kita akan selalu indah, atas limpahan keindahanNya.
Posted in Sahabat | Tagged semangat, kesempatan, bahagia, ceria, waktu, alhamdulillah, cinta, Sahabat, tenang, persahabatan, harapan, orangtua, kasih sayang, ucapan, kejujuran, kepercayaan, Allah Swt, berita pagi | Leave a Comment »
4 November 2009
Praktek dan teori itu terdapat perbedaan.
Ternyata realisasi ilmu di dunia nyata itu berbeda jauh dengan apa yang selama ini di pelajari di teori dalam bangku pendidikan. Berbeda hampir 80%, dan 20% nya adalah kesamaan dengan teori.
Akhirnya aku bisa kembali tersenyum hari ini, Alhamdulillah… dan saat inilah aku kembali tersenyum… setelah waktu-waktu itu berlalu. Untuk semua ilmu dan pelajaran itu. Walau belum sepenuhnya memahami realisasi ilmu di dunia nyata, namun aku telah diberi kesempatan untuk mengenalnya dan belajar banyak darinya. Sungguh suatu keberuntungan dan anugerah terindah dari Allah Swt untukku. Syukur padaNya dan sebagai pelengkap bahagia, terukir senyuman indah berbalut ucapan terima kasih pada semua sahabat, guru dan hamba-hamba Allah Swt yang telah, sedang, dan akan membimbingku untuk terus melanjutkan langkah di dunia nyata ini.
Bersama orang-orang hebat itulah aku kembali bisa berkata, bahwa aku bisa! seperti mereka.
Alhamdulillah…
Semua bermulai dari harapanku di hari itu, beberapa tahun yang lalu, saat aku kembali tafakur di pagi itu. Aku masih ingat, kalimat yang muncul dalam fikirku saat itu “Ya Rabb, izinkanlah aku untuk bisa berkumpul dengan mereka yang memiliki andil dalam bidang yang mana aku bisa menjadi bagian dari mereka, Aamiin. Dan kalimat itu sempat aku tuliskan. Alhamdulillah… berbekal tekad, semangat, keyakinan, doa orang tua tercinta dan doa dari orang-orang yang mengenalku maupun belum mengenalku (sebagai muslimin dan muslimat), aku kembali melangkah.
Terima kasih Ya Allah atas karunia terindah ini. Sebagai titipan dariMu padaku, yang akan kembali aku pertanggungjawabkan di suatu hari nanti.
Posted in Syukur | Tagged aku, alhamdulillah, bisa!, Doa, ingat, praktek, Syukur, teori, terima kasih, upaya | 4 Comments »
4 November 2009
Angka-angka ini banyak bersusun,
Satu demi satu aku coba menghitungnya,
kembali,
lagi dan lagi,
aku berupaya mencari angka yang ku maksud,
kembali aku menambahkan, mengurangi dan mengurangi lagi
lalu menambahkan lagi,
dan sampai sekarang belum ketemu juga…
Oh noo………..
Sedikit panas di dalam kepalaku,
Lalu aku mencoba untuk sejenak me-refresh my mind,
Istighfar, berdzikir, ingat kembali padaNya,
karena mungkin karena aku lupa padaNya,
Astaghfirullaahal’adziim,
Lalu,
Tanpa kenal henti,
aku kembali berusaha
Semangat!
Ya Allah, help me please,
Posted in Syukur | Tagged aku, angka, dzikir, ingat, kurang, lupa, mind, semangat, Syukur, tambah | 1 Comment »
4 November 2009
Senang hati ini, terbuka kembali hasil fikir untuk melanjutkan langkah ini. Kemaren bertamu untuk bertemu dengan sahabat lama, di kota ini. Bahagia saat semua kenangan kembali dibuka, saat kita kembali tertawa, tersenyum dan kadang terharu sendu, pilu mengenang setiap langkah yang telah kita jejakkan beberapa tahun terakhir, bersama…
Saat kita saling berbagi bekal, berbagi motivasi, berbagi cerita dan kesan. Kemaren adalah nostalgia itu. Bersua untuk menyapa, memperlembut jiwa menyapa hari ini. Karena kadang jiwa kembali surut saat diam itu tiba. Dan kemaren itu adalah hari yang indah, yang kembali ada dalam perjalanan ini.
Hanya beberapa jam untuk sebuah pertemuan yang sudah lama tak tercipta, itu sudah sangat bermakna.
Alhamdulillah…
Sahabatku,
Ketulusan itu engkau guratkan dari raut wajahmu,
Keikhlasan itu engkau pancarkan dari sorot matamu,
Kedamaian itu engkau bagikan dengan tutur katamu yang menyejukkan,
Sahabatku,
Terima kasihku atas setiap rasa yang engkau tebarkan,
Terima kasihku atas setiap kalimat yang engkau susun untukku,
Terima kasihku padaNya yang mengenalkan kita dalam pertemuan hari itu,
Terima kasihku untuk kesetiaanmu menemaniku hingga detik ini,
Sahabatku,
Harta tak bisa mengalahkan nilaimu dihatiku,
Benda tak bisa menggantikan hadirmu,
Begitu pula semua kedamaian itu,ada saat bersamamu,
Sahabatku,
Walau jarak telah memisahkan pertemuan raga kita,
Walau waktu menjadi batas keakraban kita,
Namun yakinlah, kita adalah sahabat…..
Sahabatku,
Cukup banyak pesan yang engkau sampaikan,
walau tidak kau susun dalam berbaris kalimat,
walau tidak kau bungkus dalam kumpulan surat,
namun hadirmu telah wakili semua itu,
raga dan jiwamu yang indah itu yang mengatakan semuanya,
bahwa engkau adalah seorang yang layak untuk menjadi seorang sahabat,
engkau bukan hanya untukku,
namun juga bagi sahabat kita yang lain,
di luar sana…

Posted in Sahabat | Tagged berbagi, bersama, engkau, hadir, Indah, jiwa raga, kedamaian, ketulusan, nostalgia, perjalanan, pertemuan, Sahabat, silaturrahmi | Leave a Comment »
3 November 2009
Bertanya ku pada mu sahabat,
masihkah Engkau di sini? di kota ini?
Iya, masih, jawabmu.
Aku masih di sini.
Syukurlah, akupun masih disini
Senang hatiku, sungguh bahagia...
Alhamdulillah,
lalu ku kembali bertamu ke sana,
ke rumahmu,
rumah yang unik, namun menentramkan hati,
sangat rindu aku kembali,
untuk sebuah tujuan,
silaturrahmi
setelah sekian lama,
setelah waktu itu terus berjalan,
setelah kita berpisah saat itu,
dan kini..
aku ingin:
mengikat simpul yang mulai terlepas,
mempererat kaitan yang mulai longgar,
mengembalikan ingatan akan semua yang sempat lupa,
menyebar cerita tentang perjalanan kita,
ya...
itu,
tujuanku
Karena saat ini,
Alhamdulillah kita masih di sini,
masih akan bisa bertatap dalam senyum yang paling indah,
untuk sahabatku,
tunggu kedatanganku di depan pintu rumahmu,
aku segera datang,
untuk menyampaikan kerinduan ini,
Tunggu aku ya.....
Posted in Sahabat | Tagged bahagia, alhamdulillah, Sahabat, rindu, silaturrahmi, kota ini, unik | Leave a Comment »
2 November 2009
Setiap langkah yang ada, membentuk jejak
Satu demi satu langkah-langkah itu terpatri
bersama kemenangan-kemenangan yang di raih
Satu persatu ia mulai terlihat di kejauhan, walau masih belum begitu jelas
ada keyakinan di hati
ia akan semakin jelas
dan pasti segera hadir
membuktikan semua upaya, doa dan usaha-usaha itu
Satu
dua
tiga
empat
semua terus berjejer rapi, dan perlahan ia mulai semakin jelas
Terus berjuang!
Tanpa kenal lelah
Tanpa ingat putus asa
Tanpa merasa kecewa
Semangat! lalu tersenyumlah secerah mungkin
Posted in Syukur | Tagged berjuang, hasil, jelas, kemenangan, semangat, sukses, Syukur | Leave a Comment »
2 November 2009
Hari minggu+libur tak berarti harus istirahat total di rumah. Banyak aktivitas lain yang lebih menantang untuk dilakoni dalam mengisi waktu terindah tersebut. Dalam sebuah training yang cukup bergengsi kemaren sore, telah mencuri waktu liburku itu.
Subhaanallah.
Sungguh luar biasa.. !!
(tepuk tangan yang meriah….. bergemuruh di sela-sela pembicaraan beliau atas kalimat-kalimat indah yang terucap itu.)

Dalam waktu yang cukup sebentar namun efektif, Sang trainer telah mampu menggugah hati kami, dengan semangat yang luar biasa. Aku beserta beberapa sahabat yang menghadiri acara bedah buku beliau berjudul “JANGAN KULIAH kalau Gak Sukses” telah sempat terkagum-kagum (….sungguh menggugah). Dialah Sahabat Furqon, Sang trainer muda. Penuh semangat, religius dan berjiwa mandiri.

“Songsong masa depanmu yang indah”, begitu kalimat yang tersusun pada slide akhir materi training sore itu.
Alhamdulillah, terima kasih atas semua ilmu dan motivasi.
Mari kuliah, bersiap untuk sukses 
Salam semangat,
Posted in Syukur | Tagged sukses, alhamdulillah, Syukur, aktivitas, kuliah, luar biasa! | Leave a Comment »
30 October 2009
Tak ada apa-apa…
Ada kalimat itu dalam fikirku saat ini. Kala aku rasa tak ada apa-apa. Adakah ini suatu tanda? atau hanya fikirku saja? Dan tidak baik pula kalau aku mengada-ada, atas apa yang tak ada ini. Dan biarlah tak ada apa-apa juga. Yakinku, suatu waktu nanti akan ada apa-apa. Berpositif thinking dalam keadaan ini, sangat membantuku untuk menjalani waktu dengan semangat!
Tak ada apa-apa…
Memang karena tak ada apa-apa, makanya apa-apa itu tiada untuk saat ini. Kenapa yach? Blank. Kosong. Seperti heningnya malam dalam sunyi yang penuh bintang. Sungguh tenang. Keheningan yang sangat indah. Ketenangan yang membuat aku kembali bertanya, kenapa yach?
Tak ada apa-apa…
Fikirku sajakah?? atau memang keadaan yang sedang berubah? Memang tak ada yang bisa di apa-apakan. Semua sunyi. Sepi. Senyap. Namun kondisi ini sangat berarti untukku.
Tak ada apa-apa…
Yach, masih tak ada-apa.
Eh…
Bentar yaa..
Aku mencoba merasakan dan fikirkan lagi, jangan kemana-mana dulu yach, aku segera kembali….
***
Setelah aku kembali sadar, tersadarkan dan menyadari keadaan…. aku yakin, masih ada apa-apa disini. Bukan tak ada lagi. Bahkan banyak. Ada angin yang bertiup, meja, kursi, cahaya yang bersinar, buku-buku catatan, penggaris, pulpen, dan peralatan lain yang berada disekitarku. Mereka adalah apa-apa karena mereka ada.
Mereka ada.
Ada.
Mereka ada.
Alhamdulillah,
ada kedamaian….
Ternyata tadi hanya fikirku saja, saat kalimat ” Tak ada apa-apa…” itu muncul
***
Posted in Syukur | Tagged ada, aku, bintang, hening, Indah, kedamaian, ketenangan, kosong, sunyi, Syukur, tentram | Leave a Comment »
29 October 2009
Marhaban, kamu mendapat sambutan dan mesra di hati dan tempatku,
Ahlan, kamu akan memperoleh keluarga yang menyenangkan di tempatku,
sehingga hatimu tidak perlu merasa risau dan canggung lagi,
Sahlan, kamu memperoleh keenakan, kemudahan dalam segala kehendakmu,
semua kemauanmu akan diusahakan dengan sebaik-baiknya,
***
Insya Allah,
***
Rapihkan barisan,
'tuk kembali lagi melanjutkan perjuangan,
dalam langkah yang makin tegap.
Memandu seluruh karunia Ilahi yang dititipkan pada diri.
Agar tiada yang tak pernah berarti,
agar semua menjadi insan yang penuh pengabdian
dalam ketulusan dan keikhlasan jiwa.
Berkata lisan atas perintah hati,
untuk senantiasa bernaung dalam panduan fikiran.
Supaya menjadi berguna setiap waktu yang ada ini,
agar terbiasa diri menata jemari.
Agar selalu berlatih menyusun strategi dengan baik.
Sehingga segala cita-cita dan rencana itu terwujud mulai detik ini.
Dan hasilnya Insya Allah terindah suatu hari nanti.
Hingga bisa dinikmati bersama seluruh jiwa dan raga.
Tak akan pernah berakhir perjuangan ini.
Terpatri dalam hati,
tentang sebuah mimpi yang agung itu.
Tiada lupa mawas diri dalam kondisi hati-hati.
Melirik kiri dan kanan,
lalu sejenak menoleh ke belakang
sebelum langkah itu berawal.
Karena perlu sekali-kali menengok ke masa lalu,
sebagai penyemangat untuk bergerak lebih gesit di hari ini,
berbuat yang terbaik.
Semangat bersama doa engkaudanaku....
dalam yakinku,
Posted in Syukur | Tagged ahlan wa sahlan, aku, barisan, berguna, engkau, fikiran, hati, Indah, jemari, jiwa dan raga, perjuangan, semangat, Syukur | Leave a Comment »
28 October 2009
Hujan mencurah membasahi bumi,
Setetes demi setetes,
lembut, halus dan beramai-ramai tetesan itu menitik,
dan terus menitik,
menumpah di tanah ini,
menggantung sejenak di atap,
untuk kemudian turun juga ke tanah,
atau kembali menjadi embun atau menjelma awan,
***
Walau tetes itu tak langsung membasahi kulitku,
namun sapaannya terasa mendekatiku,
sampaikan sunggingan senyumnya.
mereka begitu ramah padaku,
hingga aku berteman dengan mereka,
Asyiikk,… ada teman lagi.
**
Lama kelamaan…
Dingin menusuk hingga ke tulang,
Bbbrrr…
Untuk ke sekian kalinya sejak saat itu,
Kembali aku merasakan cuaca ini,
Sejuk+dingin, hasilnya aku kedinginan lagi sore ini.
*
Alhamdulillah,
Syukur atas setiap anugerah,
Air yang menyejukkan,
Cuaca, hujan, dan rasa…
Engkau juga makhluk Allah Swt,
Senang bersama Engkau semua…
Salamku,
Posted in Syukur | Tagged air, angin, awan, dingin, embun, engkau, hujan, Syukur, teman, tetes, titik- | Leave a Comment »
28 October 2009
Ku lihat bayangan itu sekilas…
Sosok putih itu melintas di hadapanku…
Bergerak cepat mengalihkan perhatianku dari keyboard…
Untuk sejenak tercuri oleh wujudnya yang membayang…
Bergerak cepat!
Astaghfirullaahal’adziim,
Astaghfirullaahal’adziim,
Berkali-kali aku beristighfar,
Mengerjapkan mata,
Memeriksa keberadaan diri,
Mencoba memahami,
Namun aku yakin, itu sebuah bayangan.
Adakah, baru saja aku melamun?
Atau bermimpi?
Atau menghayal?
Bukan… bukan….
Aku menyadari semua itu…
Bayangan putih itu tanpa kaki
Hanya badan saja, tanpa kepala pula….
Tiba-tiba aku merasakan sebuah denyutan kuat di dadaku, sesak..
dan akhirnya,
aku tidak tahu lagi,
entah apa yang terjadi,

……
……….
……………
…………………
………………………
…………………………….
……………………………………….
……………………………………………….

Laa ilaaha Illallaah muhammadarrasuulullah
……………………………………………….
……………………………………….
……………………………..
……………………..
………………
…………
……..
…..

Posted in Syukur | Tagged bayangan, cepat, hati, istighfar, kaki, mata, putih, sekilas, sesak, Syukur, tangan | Leave a Comment »
28 October 2009
Ibu..
Yang memiliki sayang tak bertepi,
Yang memiliki pandangan penuh cinta,
Yang menjagaku penuh kasih,
Yang selalu ada untukku kapanpun,
Yang selalu berkorban untuk sang buah hati,
Ibu..
Saat aku masih belum tahu apa-apa, Ibu selalu mengajariku
Saat aku beranjak balita, Ibu mengajariku gerak, canda dan tawa
Saat aku menginjak remaja, Ibu mendampingiku mengenal diri
Saat aku beranjak dewasa, Ibu mengenalkanku pada Sang Ilahi
Ibu..
Semua tentangmu tak pernah ku lupa
Semua cintamu takkan mungkin terbalas
Semua doamu selalu kuharap,
Setiap saat Engkau ada untukku
Ibu..
Semangatku darimu berawal
Segala upayaku berakar dari cintamu
Segala baktiku, karya dan ciptaku kudedikasikan untukmu
Ibu..
Terima kasihku
Ibu..
Syukurku padaNya
Ibu..
I Love You
***
(Bayangan wajahmu menemani hari-hariku, senyuman tulusmu tambah ceria aku,
Bersama doamu ku lewati hari dengan sepenuh hati, mengabdi pada Ilahi Rabbi).
***
Alhamdulillah,

Posted in Syukur | Tagged aku, alhamdulillahm, balita, berkorban, buah hati, cinta, dewasa, Doa, engkau, Ibu, kasih sayang, Love, remaja, Syukur, tawa, terima kasih | Leave a Comment »
28 October 2009
- Tersenyum memulai aktivitas

- Membentengi diri dengan keimanan.
Sumpah pemuda 2009:
1. Semangat mengisi hari demi masa depan yang lebih baik
2. Semangat memperbaiki diri
3. Semangat berbagi
- Wujudkan cinta itu dengan menjadikan diri layak sebagai seorang yang patut untuk dijadikan pedoman dan teladan bagi sesama.
- Jangan sampai terjerumus ke dalam cinta sesaat, tink..! tink..!
- Ucapkan hanya kata-kata yang positif dalam berkata.
- Tataplah masa depan dengan mata terbuka. Masa depan itu bukanlah masa lalu. Bila cinta yang telah berlalu membuat kecewa, maka senantiasalah bersyukur. Yakin kepada Allah, bahwa Allah akan memberikan yang jauh lebih baik dari cinta yang hilang tersebut. Dengan modal keyakinan, isi hari menjadi lebih berarti. Ok
- Tersenyum mengisi waktu dalam beraktivitas

- Ketika diri merasa kehilangan arah, ketika diri merasa resah dan gelisah, maka segeralah mengingat Allah Swt. Maka ketenangan kan hadir, dan semangat kembali muncul. Insya Allah
- Kehidupan ini bagaikan sebuah kapal yang sedang berlayar, dengan nahkoda dari kapal tersebut adalah Ayah dan Bunda, sedangkan anak-anak adalah sebagai awak yang ada di dalam kapal tersebut. Kesabaran yang tangguh dan teruji harus dimiliki oleh nahkoda dan setiap awak yang ada di kapal tersebut. Karena akan selalu ada badai, ombak dan angin kencang menerpa Sang kapal dalam pelayarannya.
Setiap permasalahan akan bisa diselesaikan jika kita mampu membuka diri untuk mampu mendengarkan dan memahami pesan yang disampaikan oleh masalah tersebut. Karena Allah Swt tidak menimpakan satupun ujian kepada hamba-hambaNya melainkan sesuai dengan kemampuan kita (sebagai hambaNya).
- Tiada hari tanpa makna.
- Tersenyum mengakhiri aktivitas
Posted in Syukur | Tagged 28 Oktober 2009, aktivitas, Ayah Bunda, berbagi, catatan, keimanan, kesabaran, ketenangan, Kutipan, masa depan, masa lalu, positif, semangat, Syukur, tersenyum | Leave a Comment »
26 October 2009
Sepertinya baru hari ini aku kembali lagi, setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan yang super banyak, akhir-akhir ini. Berangkat aktivitas sejak pagi menjelang dengan semangat dan senang hati, lalu kembali pulang untuk beristirahat sejenak di persinggahan yang damai itu. Lalu, keesokan harinya kembali lagi dengan aktivitas serupa. Dan hasilnya aku sangat “enjoy my live“. Sehingga waktu berlalu tanpa sempat terfikirkan olehku. Selalu saja ada kejadian-kejadian yang membuat aku kembali semangat menjalani detik-detik waktu itu. Mulai dari hadirnya sebuah mentari di pagi yang dingin sangad, hingga dingin itu menjadi lumer oleh kehangatan yang dipancarkan oleh sinarnya. Lalu, sempat berteman dengan gerimis yang menaungi alam, hingga hujan yang benar-benar turun membasahi jiwa ini. Semua aku nikmati dengan sepenuh hati.
Hingga hari ini pun hadir, hal serupa masih berjalan damai. Tak ada keluhan atau rintihan penyesalan. Kehadiran sahabat terus menemaniku dalam menjalani hari, dan semua itu sangat indah terasa. Alhamdulillahirabbil’aalamiin
Kemaren baru bertemu dengan sahabat baru, lalu saat ini sang sahabat telah pergi. Kemaren baru merasakan indahnya pertemuan dengan Bunda tercinta, lalu beliau telah kembali menjauh. Dan saat ini sku kembali merindukan beliau. Kemaren baru saja tertawa dalam senyum yang sangat sumringah, lalu saat ini kembali tafakur atas keberadaan diri, kemaren aku masih berkumpul dengan keluarga dan sanak family untuk hari bahagia itu, namun sekarang aku kembali melangkahkan kaki ini. Kemaren untuk sebuah hasil yang sangat membahagiakan keluargaku, sahabat, relasi dan teman seperjuangan, lalu hari ini kembali hadir untuk hari esok yang telah menanti dengan senyum cerianya. Kemaren kemaren itu telah berlalu dengan kenangan-kenangannya, dan hari ini adalah awal untuk hari esok yang semakin mengharu biru. Seindah harapan itu, sebahagia tatapan Bunda, menatap mataku penuh rindu. Aku sangat rindu hari itu. Hari itu yang telah berlalu, dan hari itu yang akan menyapaku.
Kembali berupaya untuk meninggalkan sebuah kenangan. Namun, bukan kenangan seperti hari-hari yang lalu, tapi sebuah kenangan yang baru. Kenangan yang selalu aku rindu. Kembali untuk hari itu.

Posted in Syukur | Tagged alam, Ayah Bunda, berdoa, cuaca, damai, hari, kehidupan, Sahabat, sinar, Syukur, usaha | 2 Comments »
21 October 2009
Kemaren telah berlalu,
hari ini datang menyapa,
esok yang belum pasti sedang mengintip-intip dibalik tirai kehidupan,
lalu…
mengapa engkaudanaku masih berleha-leha?
apa yang telah engkaudanaku lakukan untuk mengenang hari kemaren?
apa yang telah engkaudanaku lakukan untuk mengisi hari ini?
apa yang telah engkaudanaku lakukan untuk menyambut hari esok?
lalu…
semua itu akan diperlihatkan lagi suatu hari nanti,
akankah engkaudanaku siap untuk menerima hasilnya?
lalu…
teruslah berupaya untuk melakukan yang terbaik,
yakinlah, engkaudanaku pun bisa seperti beliau, para pendahulu kita.
Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,

Posted in Syukur | Tagged aamiin, cita-cita, esok, hari ini, hasil, kehidupan, kemarin, pendahulu, Syukur, upaya | 2 Comments »
20 October 2009
Pagi ini, kok aku sempat nelpon, and pakai salah sambung segala yaa? Kalau salah sambung itu berarti jodoh?? katanya. Hwaaa…? begitukah? (aku sambil terkaget-kaget) Subhanallah, kalau iya, dan itu benar… betapa indahnya, pertemuan tanpa terduga. Begitulah rencana Allah Swt Yang Maha indah. Tidak ada satu manusiapun yang bisa mengira-ngira akan rencanaNya. Ambil hikmahnya saja. Karena Dia yang paling berhak atas kita sebagai hamba-hambaNya.
***
Sebuah kesalahan yang menjadi pembelajaran.
Bahan pelajaran untuk bisa dipahami.
***
Detik-detik terakhir keberadaanku di tempat ini, tempat yang selama setahun belakangan ini, aku bernaung untuk melanjutkan langkah dalam perjalanan kehidupan. Dan tidak sampai dalam hitungan triwulan, aku akan berpisah darinya, untuk segera berpindah ke tempat lain, melangkah lagi dan terus melangkah untuk tak henti belajar, mengambil pelajaran dan menangkap hikmah dari setiap kejadian yang aku temui. Berpindah ke tempat yang kembali baru bagiku. Melanjutkan langkah untuk terus belajar lebih giat lagi, memberi lebih banyak lagi, berbagi lebih tulus lagi. Semangat…!!
***
Semua kenangan dalam kehidupan ini, telah tersimpan dalam sebuah album yang siap untuk dibuka dan dilihat kembali suatu saat nanti. Album yang menyimpan beribu foto indah, sedih, haru dan bahagia. Semua berarti, dan menyimpan makna. Karena tidak ada yang sia-sia.
***
Ada bahagia untuk disenyumi,
Ada haru untuk di kenang,
Ada sedih untuk di ambil pelajaran,
Yuuk…! melangkah lagi
Bersama semangat dan senyuman terindah

Posted in Syukur | Tagged belajar, semangat! salah, Syukur | Leave a Comment »
16 October 2009
Untuk sebuah nama yang selalu aku ingat,
untuk sebuah nama yang selalu menemani,
untuk sebuah nama yang bersemayam di dalam hati,
untuk sebuah nama yang selalu mengerti dan memahami,
untuk sebuah nama yang selalu menyayangi,
untuk sebuah nama yang tak pernah meninggalkanku,
untuk sebuah nama yang empati,
untuk sebuah nama yang sangat peduli,
untuk sebuah nama yang sangat menginginkan keselamatan bagiku,
untuk sebuah nama yang tak kan pernah hilang,
untuk sebuah nama yang selalu aku rindu,
untuk sebuah nama yang aku sangat cintai,
untuk sebuah nama yang tak pernah menyakiti, bahkan selalu memberi
untuk sebuah nama yang sangat baik sebelum dibaikipun,
untuk sebuah nama yang menjadi sangat baik saat dibaiki,
untuk sebuah nama yang selalu baik walau disakiti,
untuk sebuah nama..... aku ada di sini,
untuk sebuah nama pula semua yang aku lakukan,
untuk sebuah nama kupersembahkan semua ini,
Terima kasihku,
untuk sebuah nama
Posted in Syukur | Tagged cinta, empati, ingat, memberi, nama, peduli, rindu, selamat, Syukur | Leave a Comment »