August 2009


Sedekah adalah hajatnya orang-orang mukmin.  Carilah rezeki dengan mengeluarkannya terlebih dahulu melalui sedekah.  Dengan bersedekah, maka rezeki itu akan bertambah.  Ibarat seorang yang hobi memancing, maka apabila orang tersebut ingin mendapatkan ikan sebagai hasil pancingannya, maka orang tersebut  harus menyangkutkan umpan di ujung (mata kail) nya.  Begitu juga dengan rezeki kita.  aka pancinglah rezeki kita dengan cara bersedekah.  Selain untuk memancing hadirnya rezeki, sedekah juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Swt.  Kita sapa Asmaul HusnaNya melalui sedekah….. Yaa Ghaniy (Yang Maha Kaya), Yaa Mughniy (Yang Maha Memberi Kekayaaan), Yaa Razzaaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) -Nya Allah Tuhan kita.  Tidak akan pernah ada seorang dermawan yang menjadi miskin karena rajin men-sadaqahkan rezekinya.  Karena seorang yang dermawan senantiasa didoakan oleh para malaikat.

Rezeki itu memiliki pintu-pintu, dan konci untuk membuka pintu rezeki tersebut adalah dengan sadaqah.  Semakin banyak sadaqah yang kita keluarkan, maka akan semakin luaslah pintu rezeki yang akan dibukakan oleh Allah Swt untuk kita.  Wallaahu a’lam bishshawab.

By: Ust Arifin Ilham on air El Shinta Radio

Menikah adalah sebuah anugerah dari Allah Swt kepada hamba-hamba yang sangat dicintai olehNya.  Lalu, bagaimana mungkin kita tidak mensyukuri anugerah terindah ini?  Berfikir akan kebaikan-kebaikan yang ada padanya, menyambut kehadirannya dengan senang hati, adalah salah satu bentuk ungkapan syukur yang dapat kita lakukan.

Lho…!!

Kok tiba-tiba aku berposting ria tentang pernikahan yaa..

:D

Hhmmm….hehehee…

begini ceritanya ‘

:)

Tadi pagi aku bersilaturrahmi dengan salah seorang sahabat via sms-an.  ;) Rupanya Sang sahabat lagi berada dalam kondisi pusing waktu itu.  Lagi stress katanya, berkeringat dingin terus, tidak bisa konsentrasi. Hmmm…alasannya karena terlalu mikirin nikah.  Iya, bener! beliau Insya Allah akan melangsungkan pernikahan pada akhir November nanti.

Lalu, rasa prihatin dan empatiku pada beliau inilah yang membuatku menulis tentang pernikahan.  Cieee, ternyata sahabatku mau menempuh hidup baru, aku kapan yach… ? Eiitsss, tunggu dulu, jangan di tanya-yaa ;) .  Semua kan indah pada waktunya.  Aamiiin  :)

Subhanallah……

Kecemasan berbaur kebahagiaan sahabatku dalam menyambut hari bahagia itu, juga melimpah pada hatiku. Sehingga aku mengabadikannya disini.

Aku mendukungmu kawan!

Ayo…!  Sambut hari bahagiamu dengan mantab dan penuh keyakinan,

Teguhkan hatimu,

Aku sangat yakin, engkau pasti bisa!

Semangat!

(Lhaa.. koq aku yang very antusias  yach, :D )

Oke…

Pesanku wahai sahabat:

(Ehem,  sejenak pasang gaya seorang yang sangat bijaksana dan berwibawa)

:)

Bermohon pada Allah Swt selalu, agar dimudahkan dalam prosesnya nanti.  Aamiin.  ;) Semoga engkau temukan kedamaian, ketenangan hati, dan bahagia yang berkepanjangan.  Rancanglah draft rumah tanggamu dari sekarang, lakukan yang terbaik dan hasil akhir adalah keputusan Allah Swt.  Yakinlah akan janjiNya.  Dia selalu ada untuk kita.  Dia akan selalu mempermudah jalan bagi hamba-hambaNya yang selalu percaya padaNya.

Bangunlah rumah tanggamu kelak yang sakinah, mawaddah wa rahmah dalam naungan RedhoNya.  Lengkapilah separuh dien-mu yang masih belum sempurna, gapailah kasih sayangNya dengan memantaskan dirimu untuk dicintai olehNya, dengan mengabdikan dirimu sepenuhnya pada Sang Ikhwan yang kelak akan menjadi suamimu, belahan jiwamu yang selama ini jauh darimu, dan nanti bila waktu itu telah tiba, dia akan segera mendekat padamu, bersatu denganmu untuk melanjutkan langkah bersama, menggapai Redho Ilahi.

Wahai sahabatku…..!

Bangunlah keindahan syurga dalam rumah tanggamu kelak.  Jadikanlah Sang suamimu sebagai seorang raja bagimu, dan menjadilah engkau sebagai pelayan baginya.  Itulah langkahmu, itulah jalanmu untuk menjadi kekasihnya yang sesungguhnya.  Lakukan yang terbaik, yang bisa engkau perbuat untuknya.  Gapai keredhoan Allah Swt dengan menjadi istri yang solehah.

Subhanallah…..

Lalu berhak lah engkau atas syurga itu wahai sahabatku….. dan tetaplah bersamanya disana, bernaung bersamanya untuk selamanya, disaksikan oleh Allah Swt, Tuhan kita.

Lalu pesan di akhiri dengan sebuah kalimat singkat:

Aku merestuimu,

“Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainnakumma fii khoirin”

“Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan“.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,

:)

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

:) Wahai jiwa-jiwa perindu….. :)

:) Hadirnya bulan yang indah dan penuh berkah….. :)

:) Beberapa saat lagi Ramadhan kan hadir untuk menyapa….. :)

:) Menawarkan segenap kemuliaan yang dimilikinya untuk setiap insan yang selalu mengharap….. :)

:) Menebarkan harum wanginya untuk setiap diri yang butuh wewangian….. :)

:) Menyampaikan uluran tangannya untuk segera diraih….. :)

:) Menunjukkan jalannya untuk segera diikuti….. :)

:) Ini hari terakhir untuk bersiap menyambutnya….. :)

:) Dan nanti sore (17.54 WIB) saatnya untuk memulai berupaya….. :)

:) Menemani dan mengisinya dengan segenap cinta….. :)

:) Memanfaatkan hadir Ramadhan dengan mengisinya sepenuh hati….. :)

:) Meminta maaf atas salah dan khilaf….. :)

:) Memberi maaf untuk setiap hati yang pernah menyakiti….. :)

:) Mengulur tangan untuk berjabat….. :)

:) Ku merangkai kata untuk bersilaturrahmi :)

:) …..”Saling memaafkan is the BesT”….. :)

:) *MaRHaBan Yaa RaMadHan* :)

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)


:)

*&*

Saat aku belum memiliki ilmu, aku belum tahu.

*&*

Saat aku belum tahu, aku pun mencoba melakukan sesuatu,

*&*

Agar aku tahu dan aku memiliki ilmu.

*&*

Mencoba adalah untuk mengetahui, untuk bisa dan untuk memahami.

*&*

Belajar mencoba butuh keberanian.

*&*

Aku mencoba untuk mengerti.

*&*

Saat aku mencoba itulah aku menemui banyak kendala.

*&*

Saat kendala kutemui, aku tanya padamu.

*&*

Karena aku yakin kita bisa saling mengisi, saling memberitahu dan saling melengkapi.

*&*

Dengan berbagi ilmu, kita bisa lebih baik lagi.

*&*

Tidak akan pernah rugi seorang yang membagikan ilmunya,

*&*

dan tidak akan pernah berkurang ilmu tersebut karena diberikan kepada oranglain.

*&*

Namun ilmu itu akan semakin bertambah-bertambah dan bertambah lagi.

*&*

Beruntunglah engkau wahai orang-orang yang dengan penuh cinta membagikan ilmu yang telah engkau miliki kepada oranglain yang belum memilikinya.

*&*

Ilmu adalah teman yang sangat baik, dia siap menjaga seorang yang senantiasa membagikannya kepada oranglain.

*&*

:)

Tahukah engkau…..
sedang apa aku disini,
tahukah engkau…..
dimana aku saat ini,
tahukah engkau…..
bahwa rasa rindu inipun kian meninggi,
tahukah engkau…..
saat ini aku pun sedang berjuang,
melanjutkan cerita yang masih tersisa,

Bukan aku melupakanmu,
bukan aku tak ingat padamu,
bukan karena aku tidak menaruh simpati padamu,
bukan aku tidak setia padamu,

Tahukan engkau…..
Saat ini pun hati nuraniku menangis pilu atas dukamu,
jiwaku pun terharu sendu atas tangisanmu,
berduka atas rintihanmu,

Ingat padamu membuatku kembali sendu,
membuat dukaku kembali menorehkan ceritanya,
membuat airmataku tak mampu ku bendung lagi,
namun cukuplah haru itu,

Bukan aku tak bangkit,
bukan aku tak berusaha,
namun segala upaya aku lakukan,
setiap rintangan aku tempuhi,
agar terus bertemu denganmu,
dalam kata,
dalam bait-bait doa,
dalam kisah yang terus kurangkai,
dalam pertemuan saat ini.

Semoga engkau tahu :)

Tersenyum dan tertawalah, tapi jangan terlalu berlebihan….. sebagai pelengkap sandiwara dalam kehidupan ini. (Kata Sahabat)

Tersenyum dan tertawa itu adalah hal yang biasa, namun yang lebih luar biasa adalah saat kita mampu tersenyum indah saat kesedihan menyapa.

Subhanallah, sungguh luarbiasa!

Tersenyum dari dalam hati, bersama hati, akan semakin terasa indahnya.

:)

Bukankah semua ini ujian,?

Jadi kalo apa yang kita minta kepada seseorang belum dikasih, berarti itu tanda sayangnya pada kita, seperti Allah yang belum mengabulkan setiap doa kita, sehingga nanti akan dikabulkannya pada waktu yang tepat di hari yang tepat.

Subhanallah,

Indahnya tawakal,

Lalu kenapa setiap kesedihan,

tidak dihadapi dengan senyuman  terindah yang kita miliki?

Wahai hati…..

Harusnya sang hati bersyukur penuh dan sedalam-dalamnya,

atas setiap penolakan yang diterima, karena pasti itu belumlah yang terbaik.

So,

Tersenyumlah hati

:)

:)

BAGIMU NEGERI

Oleh: Kusbini

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

dan;

KULIHAT IBU PERTIWI

Sumber: Nugsong

Kulihat Ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini Ibu sedang susah
merintih dan berdoa

Kulihat Ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan Ibu

Ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa

:)

Terharu, pilu, menyentuh qalbu, “Ibu kami tetap cinta”.  Janganlah Ibu bersedih lagi,…

Dulu aku pernah belajar lagu ini waktu masih berada di Sekolah Dasar.  Ternyata aku sudah lama tidak menyanyikannya, cukup lama memang.  Masya Allah,… Bukan ku lupa atau melupakannya.  Sekarang, hari ini, tepatnya tadi pagi, kembali lagi aku mengumandangkan lirik-lirik tersebut dalam memulai hari ini.

Lalu, lirik yang sangat menggugah semangat, membangkitkan jiwa nasionalisme juga tidak lupa aku nyanyikan dengan ceria…  dan penuh semangat :D , yang ini nih…

GARUDA PANCASILA

“Sudharnoto”

Sumber: Lirik Lagu Indonesia

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

*

MARI SEMANGAT MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN

REPUBLIK INDONESIA YANG KE-64

17 Agustus 2009

*

:)

Suaramu bagaikan mutiara yang bersinar
Memancarkan cahaya gemerlapan
Menerangi setiap hati yang rindu padamu
Menyinari jiwa yang kelam akan sapaanmu
Menanti merdunya yang penuh kelembutan

Namun kini itu semua tiada
Tak ada lagi sapaan penuh kehangatan
Tak tersisa…
Entah kemana perginya

Yang ada kini hanya temaram,
Yang ada kini hanya suram,
namun tak berarti kelam,

Karena disini masih ada harapan
Untuk kembali bisa menerima pantulan sinarmu
Untuk menjadi terang dan gemilang
Suatu hari nanti…..

Walaupun waktu itu masih lama
temaram ini akan selalu setia
untuk menanti,

Saat itu hadir…..

Bersama senyuman…..

:)

:(

Ada seonggok sedih bersemayam di dalam dada, seperti gumpalan yang sangat berat terasa.  Membebani jiwa, mengukir sekumpulan rasa yang aku rasa, inilah pilu….

:(

Hari ini engkau benar-benar pergi, akan menjauh dariku.

:(

Baiklah…..

Tidak mengapa, kulepas kepergianmu dengan segenap ketegaran yang akan selalu ada padaku, walau sebagian ketegaran itu telah engkau culik untuk engkau bawa pergi, bersamamu, untuk menemanimu juga nanti, disana…

Airmata ikut berkata, menyampaikan suaranya bersahut-sahutan, walau parau…

Masya Allah,

Perpisahan itu benar-benar terjadi, dan selalu terjadi.

Setelah kemaren-kemaren aku ditinggal pergi oleh sahabat-sahabatku, hari ini kembali aku ditinggal pergi olehmu.  Ternyata banyak yang meninggalkan aku, untuk pergimu. Semoga kepergianmu kali ini, meninggalkan hikmah yang akan menjadikan aku lebih baik lagi.  Yang akan mengajarkan aku untuk lebih tegar lagi, untuk lebih kuat, untuk lebih tabah, untuk lebih menyadari, bahwa tak ada yang abadi di dunia ini.

Agar kepergianmu kali ini, mengingatkan aku selalu, bahwa roda kehidupan itu akan selalu berputar, saat ini engkau yang pergi meninggalkan aku… dan itu sangat memilukan, hingga suatu saat nanti aku yang akan pergi meninggalkan semua yang saat ini selalu ada dalam hari-hariku.  Dan aku tidak ingin mereka nanti merasakan kepiluan seperti ini, agar nanti mereka lebih tegar dariku, agar mereka lebih tabah dariku.

Datang dan pergi dalam kehidupan itu biasa, suka dan duka dalam hari-hari itu biasa, canda tawa bahagia itu biasa, namun yang lebih luar biasa adalah …. saat kita selalu bersama,

Namun,

Yakinlah, yakinku, kita tetap bersama…..

Selamanya

:)

Ku lepas kepergianmu dengan senyuman, tersenyumnya dirimu meninggalkan aku, akan selalu membuat aku tersenyum mengenang saat-saat indah yang kita lewati bersama.

:) :) :) :) :)

Selamat Jalan…..

Selamat melangkah…..

Damaikan bumi tempatmu bernaung nanti, segarkan tanah tempat kau berpijak nanti, tentramkan mereka yang ada bersamamu, lindungi mereka yang ada di dekatmu,

tapi…

;)

Jangan lupakan aku yang pernah ada di dekatmu yaa…

;)

Kebahagiaan mu,

Kebahagiaan ku,

Karena engkaudanaku selalu sehati,

:)

:) …..HAPPY MILAD MY FATHER….. :)

:) …..HAPPY MILAD MY DEDE….. :)

:)

Dua hamba Allah Swt merayakan hari lahir pada hari yang sama, Alhamdulillah…..

10 Agustus 2009

:)

Keberkahan usia semoga selalu menyertai Bapakku,

dan Sahabatku (Dede) yang akan selalu menjadi Dede….

karena namamu Dede..

:D

makanya aku selalu memanggilmu Dede,

:D …..Peace….. :D

Semoga nikmat iman dan nikmat sehat selalu Allah limpahkan kepada Bapakku dan Sahabatku, dalam keberkahanNya… tak hanya di hari ini, tapi sampai nanti.

Semoga RedhoNya selalu menaungi,

bahagia menemani, dan

semangat..! menjadi teman dalam hari-hari,

di titipi rezeki yang di berkahi,

umur yang manfaat,

sehingga keselamatan di dunia ini dan

kesejahteraan di akhirat nanti hendaknya.

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,

:)

===============================

Kutipan Lirik Nasyid sebagai hadiah untuk Bapakku dan Sahabatku

===============================

Selamat Hari Lahir
Sumber: Liriknasyid
AAA AAA??? SELAMAT,SELAMAT,SELAMAT HARI LAHIR
SELAMAT DARI KEMURKAAN ALLAH
SELAMAT DARI MAKSIAT LAHIR DAN BATIN
SELAMAT BERSYUKUR SELAMAT BERSABAR?..2X
DEMI MASA SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU RUGI
KECUALI YANG BERIMAN DAN YANG BERAMAL SOLEH
JUGA YANG INGAT MENGINGATKAN
KEPADA KEBENARAN DAN KESABARAN

SELAMAT,SELAMAT,SELAMAT HARI LAHIR
SELAMAT DARI KEMURKAAN ALLAH
SELAMAT DARI MAKSIAT LAHIR DAN BATIN
SELAMAT BERSYUKUR SELAMAT BERSABAR

DARI ALLAH KITA DATANG KEPADA ALLAH KITA KEMBALI
UMUR YANG DIPINJAMKAN HARGAILAH
GUNAKAN UNTUK BERBAKTI DAN MENYEMBAH ALLAH
BILA DAPAT NIKMAT MALULAH DENGANNYA
BILA DAPAT UJIAN REDHOLAH DENGANNYA
BERSIAPLAH UNTUK PULANG PADANYA
HIDUP DI DUNIA SEBENARNYA TIPU DAYA

SELAMAT,SELAMAT HARI LAHIR
SELAMAT DARI KEMURKAAN ALLAH
SELAMAT DARI MAKSIAT LAHIR DAN BATIN
SELAMAT BERSYUKUR SELAMAT BERSABAR

WAHAI AYAH DAN BONDA YANG TERCINTA
DIDOAKAN PANJANG UMUR MURAH REZEKI
SIHAT BADAN SEMPENA HARI LAHIR
SEMOGA ILMU DAN IMAN TERTAMBAH
SEMPENA HARI LAHIR
SEMOGA ILMU DAN IMAN TERTAMBAH

DARI ALLAH KITA DATANG KEPADA ALLAH KITA KEMBALI
UMUR YANG DIPINJAMKAN HARGAILAH
GUNAKAN UNTUK BERBAKTI DAN MENYEMBAH ALLAH
BILA DAPAT NIKMAT MALULAH DENGANNYA
BILA DAPAT UJIAN REDHOLAH DENGANNYA

SELAMAT,SELAMAT,SELAMAT HARI LAHIR
SELAMAT DARI KEMURKAAN ALLAH
SELAMAT DARI MAKSIAT LAHIR DAN BATIN
SELAMAT BERSYUKUR SELAMAT BERSABAR?..2X

Selamat Hari Lahir

Awan Berarak Ceria
Tiada Titisan Hujan
Pohon Melambai
Tanda Sokongan

Kususuri Perjalanan
Bertemankan Senyuman
Di Hari Lahirmu
Sahabatku

Dedaun Berguguran
Membuktikan Kedewasaan
Walau Tanpa Madah Dan Hadiah
Namun Cukup Bagiku
Sekadar Ucapan

Selamat Hari Lahir
Iringi Doa Kuhulur
Bersyukur KepadaNya
Atas Nikmat Usia

Sahabatku
Usia Yang Tuhan Kurniakan Ini
Dihasilah Ia Dengan Amalan Yang Murni
Semoga Ia Menjadi Temanmu Di Akhirat Nanti
Selamat Hari Lahir

Usiamu Ibarat Mutiara
Tiada Berganti Lagi
Hiaskan Iman Bersulam Taqwa
Agar Sempat Mengucup
Haruman Syurgawi

:)


Rindu,

Haru,

Senang,

Nyampur adukk…..

Apa nama semua ini?

Sudahlah….. ada hikmah setelah rasa itu datang. :) Thinking clean, positif thinking,

Lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget tak ada kabar tentang sahabat, setelah sekian waktu.  Dan, saat ada kabar lagi, tentangmu….. aku sangadh rindu, haru, senang, nyampur aduk, ternyata kita memang berbeda, namun kita sehati.  Berbeda aktivitas, berbeda lokasi, berbeda untuk saat ini.  Dan mungkin untuk selamanya akan berbeda.  Di saat aku terpisahkan dari kebersamaan kita, saat aku sudah mulai tersibukkan dengan aktivitasku, disaat kita jarang kumpul bersama lagi, disaat waktu itu hanya menjadi kenangan-kenangan, disaat semua telah terjadi, aku sungguh terharu.

Ternyata telah banyak yang berubah dengan sahabat.  Ada yang udah pulang kampung,  tiba-tiba sudah ada di Lampung.. oh sahabat .. datanglah… kedatanganmu ku tunggu, datanglah….. (mendadak Rhoma*)

Lalu, ada yang juga tersibukkan dengan rutinitas kejemuannya.

Sahabat, ternyata kita berbeda, namun yakinlah kita se-hati (satu hati) dan aku akan selalu merindukan sahabat semua, kita pasti akan saling merindukan.

:)

Suka, duka, airmata itu telah berlalu, berakhir seiring dengan ukiran senyuman yang terlihat indah di wajahmu yang tak lagi muda.  Ya, telah 60 tahun Engkau berpetualang di alam yang penuh misteri ini.  Engkaupun harus kembali.  Pun pada waktu  yang datang dengan misterinya. Waktu itu telah berlalu untukmu, saatnya Engkau kembali ke alam berikutnya untuk melanjutkan langkah kakimu, melanjutkan perjalanan hatimu untuk menuju padaNya.

Kenangan ini, akan selalu menjadi kenangan.

Aku pun masih ingat, belum lewat seminggu yang lalu, aku masih bisa tertawa-tawa karena mendengar tawamu itu. Lalu kenapa tadi pagi aku menjadi terisak-isak karena senyummu itu, senyum yang begitu tenang, penuh kedamaian, penuh kepuasan, penuh kebahagiaan.  Aku tahu Engkau sangat bahagia, menuju alam lain yang telah menantimu.  Semoga Engkau bahagia di sana, di tempat peristirahatanmu yang terakhir.

Aku juga akan menyusulmu….. ke alam itu.

Masa usia yang akan berlalu tiba-tiba.  Entah dimana usia akan berakhir, kita tak tahu.  Akankah di kasur yang empuk? atau di jalanan yang penuh debu? ataukah di padang rumput yang luas?  Di tengah sanak saudara yang sangat menyayangi kitakah? atau saat kita dalam kesendirian?  kita tak tahu.  Tapi yakinku, waktu itu akan hadir, entah kapan.

Semoga husnul khatimah menyapa kita dalam akhir usia ini,

Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin.

Selamat jalan …..

Selamat beristirahat …..

Engkau selalu dikenang …..

Karyamu akan selalu abadikan …..

***

Bangun Tidur – Mbah Surip
Hey bangun kerja
Ha ha ha ha ha
Ha ha ha ha ha
Ok i love you full

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Barang siapa yang ingin hidup
Awet muda, bahagia di dunia ini
Kurangi tidur banyakin ngopi
Ha ha ha ha
I love you full

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Bangun tidur tidur lagi
Bangun lagi tidur lagi
Bangun… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Habis bangun terus mandi
Jangan lupa senam pagi
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha
Kalau lupa… tidur lagi
Ha ha ha ha

Edan

***

Selamat tidur untuk selamanya …..

Tidak menetap pada satu tempat —-> berpindah, inilah kata yang selalu mengiringiku sampai detik ini.  Tidak diam di posisi yang sama dalam waktu yang lama, berarti pindah ke lain tempat untuk menempati posisi yang tentu saja berbeda dengan posisi yang sebelumnya, karena tidak ada yang sama di dunia ini, pasti ada perbedaan.  Dan perbedaan itulah yang membuat semua detik ini menjadi indah.  Subhanallah.

Seperti halnya air yang selalu berpindah, dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, maka ia akan selalu segar karena bisa menempati suasana yang baru, menikmati indahnya alam yang lain, yang ia lalui.

Begitulah…..

Berpindah untuk lebih indah, untuk sebuah kedamaian…..

Berpindah untuk kemudian berpindah lagi, berpindah lagi, dan berpindah lagi,….

Untuk terus bergerak,…..

Mengepakkan sayap hati, sampai di ujung perjalanan ini, berakhir nanti.

:)

Wahai diri, bersiaplah untuk sebuah perjalanan panjang yang akan Engkau tempuh setelah berakhirnya usiamu di alam dunia ini.
Waktu itu pasti hadir untuk menghampirimu, juga aku.
Mungkin seminggu lagi, lusa, esok, nanti sore, atau bahkan beberapa detik lagi, detik itu akan Engkau tempuh.
Bila saat ini perjalananmu harus berakhir, sudahkah Engkau berbekal untuk perjalanan nanti, yang jauh lebih panjang jaraknya, lebih melelahkan dan menguras seluruh kekuatanmu.
Apa yang telah Engkau persiapkan untuk saat itu?

Wahai hati, bagaimana kondisimu sekarang?  Masihkah Engkau tidak bersyukur atas semua yang luput darimu? ataukah Engkau masih kurang bersabar untuk semua ujian itu?

Wahai jiwa, dimanakah Engkau sekarang berada?  Adakah terhampar dan terhimpit di antara kemewahan dunia ini, atau sudah berada di alam yang lain?  Alam yang sangat menyejukkan jiwamu.  Alam yang menentramkan sanubarimu.